}); Oktober 2018, Kapal Feri Berkapasitas 280 Penumpang Beroperasi di Danau Toba | BeritaSimalungun
Home » , » Oktober 2018, Kapal Feri Berkapasitas 280 Penumpang Beroperasi di Danau Toba

Oktober 2018, Kapal Feri Berkapasitas 280 Penumpang Beroperasi di Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 17 July 2018 | 10:54

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (tengah) melakukan kunjungan kerjanya ke Desa Parparean II Kecamatan Porsea Kabupaten Tobasa, Sumut, Sabtu (14/7/2018). Foto/ Andi Yusri

BeritaSimalungun, Tobasa-Kapal Feri Roro berkapasitas 280 penumpang akan beroperasi pada bulan Oktober 2018 di perairan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu diketahui saat Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja dalam progres pengembangan pariwisata Geopark Kaldera Toba ke Desa Parparean II Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumut, Sabtu (14/7/2018).

Luhut meninjau langsung pembangunan kapal feri yang  merupakan proyek pembuatan Kapal Roro yang dikerjakan oleh PT Dok Bahari Nusantara berkapasitas sekitar 280 penumpang, termasuk kendaraan. "Ini pasti lebih bagus karena tidak kapal kayu. Bawahnya juga lebih lebar. Sehingga stabilitas kapalnya bagus. Jadi kita gak usah ribut soal kecelakaan. Keluarganya sudah kita urus, sekarang kita perbaiki supaya tidak terjadi lagi seperti itu," terangnya.

Luhut mengatakan, ada tujuh kapal yang rencananya akan dibangun di dok itu. "Karena sudah masuk dalam tahap penyelesaian. Seluruhnya dilakukan karena melihat peningkatan geliat pariwisata di Danau Toba," jelasnya.

Setelah selesai pengerjaan kapal, kata Luhut, diperkirakan untuk Kapal yang pertama akan mulai beroperasi di bulan Oktober 2018 nanti.

"Nah ini kan kita ada galangan Kapal di Danau Toba. Sekarang kita coba membuat di sini. Nanti kita rapikan lagi. Supaya nanti bisa diaudit kapal-kapal yang ada. Supaya tidak terjadi lagi seperti kemarin, karena tidak audit," tegasnya.

Selain itu, memang banyaknya kunjungan dari Bandara Silangit ada sekitar 1.300 orang penumpang (wisatawan) yang turun di sana. Sehingga, butuh banyak kapal untuk mengangkut mereka. "Itu juga menjadi alasan pembuatan Kapal tersebut," pungkasnya.(*)


Sumber: SindoNews 
Share this article :

Post a Comment