. Pesona Kerajinan Ibu-Ibu Penunggu PAUD dari Jambi | BeritaSimalungun
Home » , » Pesona Kerajinan Ibu-Ibu Penunggu PAUD dari Jambi

Pesona Kerajinan Ibu-Ibu Penunggu PAUD dari Jambi

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 29 August 2018 | 18:57

Hasilkan Produk Kerajinan Berkualitas

(Ki-Ka) Krisna Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga. Duduk belang Br Manullang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Kreatifitas Ibu-Ibu Perajut Manfaatkan Waktu Tunggu Anak Sekolah

Jambi-Memanfaatkan waktu luang dengan berkarya saat mengantar anak-anak sekolah jarang dilakukan oleh ibu-ibu pada umumnya. Kadang kalau sudah kumpul satu atau dua ibu-ibu yang ada pada benak adalah pasti mereka merumpi dan ngomongin arisan. Namun ada ibu-ibu yang tiap hari mengantar anaknya Pendidikan Anak Usia Jambi (PAUD) (TK) justru memanfaatkan waktu mereka sembari menunggu anak pulang sekolah dengan berkarya.

Setiap pagi, ada suasana rutin di pelataran Gereja Methodis Kotabaru Kota Jambi. Usai mengantar anaknya sekolah di TK Methodis Kotabaru Jambi, ibu-ibu ini duduk dan sibuk dengan kedua tangan mereka merajut benang-benang besar untuk membuat sebuah karya yang bernilai tinggi. 

Ternyata mereka adalah Krisna Br Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga. Pagi tu, Rabu (29/8/2018) Jambipos Online berbincang-bincang santai tetang apa yang mereka lakukan. Ternyata mereka tengah merajut benang-benang besar untuk dijadikan ragam karya, misalnya tas, Bakul dan kerajinan lainnya.

“Daripada kami menunggu anak dengan merumpi, lebih baik kami mengisi waktu dengan belajar merajut buat bakul, tas dan kerajinan lainnya. Saya menggeluti ini sudah lama sekali dengan otodidak. Sudah banyak pesanan orang saya kerjakan walau dengan waktu yang cukup lama dengan pengerjaan yang rumit dengan cara merajut manual,” ujar Krisna Manik. 

Menurut Krisna Manik, dirinya sudah mengerjakan rajutan dengan ragam bentuk. Mulai dari tas wanita, tas pria, bakul hingga asesoris lainnya. Sembari menunggu anak pulang sekolah, Krisna Manik dan Sondang Sihite dan Meri Sinaga asik dengan merajut.

“Mengerjakan satu produk bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu, bahkan bisa bulanan. Tergantung dari tingkat kesulitan motif yang kita buat. Ini bahanya benang besar yang kuat dan produk yang dihasilnya cukup baik dan kuat,” ujar Sondang Sihite menambahkan.

Sementara Meri Sinaga mengaku baru menggeluti merajut ini dari ajakan Krisna dan Sondang. “Saya baru belajar dan mengisi waktu menunggu anak pulang dengan merajut tali-tali untuk membentuk suatu produk yang bernilai jual tinggi. Dari pada kami merumpi tak karuan, lebih baik merajut dan membuahkan karya yang berguna,” ujar Meri Sinaga. 

Krisna Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga masih terkendala pada modal untuk mengembangkan usaha kreatifitas mereka. Tapi mereka berencana membuat kelompok “Ibu-ibu” pengrajin rajutan dan memiliki bapa angkat untuk bisa memasarkan hasil karya mereka. 

Untuk memesan produk rajutan bisa menghubungi Krisna Manik HP 081274842692, Sondang Sihite HP 085242541856 dan Meri Sinaga HP 082306428511. (Asenk Lee Saragih)

Krisna Manik, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih

Sondang Sihite saat merajut, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih

(Ki-Ka) Sondang Sihite dan Meri Sinaga saat merajut. Duduk belang Br Manullang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih


Br Manullang memegang Tas hasil karya rajutan Ibu-Ibu saat menanti anak sekolah pulang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih





Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.