}); Tiga Pekerja Sutet Ditemukan Tewas | BeritaSimalungun
Home » , » Tiga Pekerja Sutet Ditemukan Tewas

Tiga Pekerja Sutet Ditemukan Tewas

Written By Beritasimalungun on Thursday, 2 August 2018 | 18:37

Para korban tewas ditemukan di dalam tenda area perkebunan PT PN3 Sei Dadap, Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 08.00 WIB.

Asahan, BS-Tiga pekerja Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) ditemukan tewas di dalam tenda darurat di area perkebunan PT PN3 Sei Dadap, Desa Perkebunan Hessa, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan, Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 08.00 WIB.

Posisi ketiga korban tewas ini berada di dalam tenda yang terbuat dari terpal warna biru. Dua orang dalam posisi telungkup, seorang lainnya dalam posisi telentang. Sementara itu, di sekitar tubuh para korban masih didapati perlengkapan kebutuhan sehari-hari di antaranya pakaian, peralatan memasak, dan mesin genset.

“Mereka ini diketahui ada empat orang. Tiga tewas, satu lagi masih dalam penanganan medis di Rumah Sakit Abdul Manan Simatupang,” kata Kapolsek Simpang Empat AKP Supriadi Yantoto, kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian.

Adapun identitas ketiga para pekerja, yaitu Iran (40), Ridwan Ekayana (30) dan Dika (25). Ketiganya warga Desa Mangkai Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara.

Menurut keterangan warga sekitar, para pekerja tersebut sudah tiga hari berada di lokasi tersebut. Bahkan seorang lainnya yang diketahui bernama Kiki (35) korban lainnya yang saat ini masih dirawat di rumah sakit terlihat sore sebelum kejadian masih melintas di sekitar lokasi.

“Terakhir aku jumpa sama mereka semalam (Selasa (31/7/2018) jam tiga sore. Aku sempat liat-liat mereka kerja. Rupanya pagi ini sekitar jam delapan mereka udah nggak bergerak. Tapi kawannya satu lagi (Kiki) masih sadar. Terus kami warga di sini langsung melarikan dia ke klinik. Mungkin masih selamat orangnya,” kata Triono (27) warga sekitar yang mengaku pertama kali melihat para korban.

Sementara itu, Paringgan (62) salah seorang mandor di pekerjaan sutet yang datang setelah mengetahui tewasnya rekan kerjanya terlihat histeris dan terkejut melihat kejadian itu. Belakangan Paringgan diketahui adalah kakek dari Dika, salah seorang korban tewas.

Kepada wartawan, Paringgan sempat menjelaskan bahwa mereka sudah bekerja selama empat hari di lokasi. Rencananya mereka akan bekerja selama beberapa minggu untuk melakukan pengeboran pemasangan instalasi sutet.

“Terakhir kami jumpa dua hari lalu. Mereka sempat beli ikan mayung di Pekan Senin Sei Dadap. Tapi kenapa mereka bisa jadi begini ya, saya pun nggak tahu,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Arif Batubara di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih mencari informasi dan sedang menyelidiki terkait tewasnya ketiga korban.

“Untuk saat ini kami belum mengetahui penyebab kematian ketiganya. Apakah karena kemungkinan keracunan makanan kita belum tahu. Tunggu hasil penyelidikannya,” ujar AKP M Arif Batubara.

Saat ditemukan, di sekitar korban masih ditemukan sisa makanan. Diduga sebelum meninggal para korban baru selesai makan.(*)

Sumber: MetroSiantar.com 
Share this article :

Post a Comment