. Tragedi KM Sinar Bangun Masih Menghantui Warga Pinggir Danau Toba | BeritaSimalungun
Home » , » Tragedi KM Sinar Bangun Masih Menghantui Warga Pinggir Danau Toba

Tragedi KM Sinar Bangun Masih Menghantui Warga Pinggir Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 31 October 2018 | 14:18

Ikan Nila Danau Toba Tak Laku di Sipoldas

Pelabuhan Kapal di Tomok, Kabupaten Samosir, Sabtu 20 Oktober 2018. Foto Asenk Lee Saragih.
BeritaSimalungun-Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di lintasan Danau Toba dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin 18 Juni 2018 Pukul 17.30 WIB lalu, membawa duka mendalam bagi keluarga 164 orang yang hilang bersama tenggelamnya kapal itu ke dasar Danau Toba di kedamalam 450 meter. 
Hingga kini, trauma peristiwa tenggelamnya KM Sinar bangun itu rupanya berkepanjangan. Misalnya, warga Simanindo yang akan menyeberang ke Simalungun-Kota Pematangsiantar, sangat minim lewat Pelabuhan Tigaras. Mereka lebih memilih lewat Pelabuhan Tomok menuju Pelabuhan Paratai atai Ajibata.

Dampak dari trauma tenggelamnya KM Sinar Bangun yang menewaskan 164 orang yang hilang bersama tenggelamnya kapal, membuat warga enggan melintasi Danau Toba jalur Tigaras-Simanindo. 

Bahkan angkuatan mobil penumpang dari Tigaras menuju Pematangsiantar atau sebaliknya sangat sepi sejak tragedi Km Sinar Bangun tersebut.
Bahkan warga Sipoldas dan warga desa lainnya di Kecamatan Panei, Panei Tongah, Panombean Panei, Raya, Purba kini masih enggan mengkonsumsi ikan Nila Danau Toba karena trauma belum ditemukannya 164 orang yang hilang bersama KM Sinar Bangun.
"Sekarang penumpang angkutan umum dari dan ke Tigaras-Pematangsiantar sepi sejak peristiwa itu. Banyak warga yang ingin menyeberang ke Pulau Samosir lebih memilih lewat Parapat atau lewat Tele. Bahkan ikan Nila Danau Toba juga kurang laku di sini," ujar Marsaulina Br Purba, warga Desa Sipoldas, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun kepada penulis, Selasa (23/10/2018).  (Asenk Lee)

Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.