Home » , , , , , » Pelpem GKPS Gelar Dialog Publik “Ancaman Politik Identitas Jelang Pemilu Bagi Toleransi antar Umat Beragama”

Pelpem GKPS Gelar Dialog Publik “Ancaman Politik Identitas Jelang Pemilu Bagi Toleransi antar Umat Beragama”

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 19 February 2019 | 06:31

Para narasumber Seminar dan Dialog Publik Ancaman Politik Identitas Jelang Pemilu Bagi Toleransi antar Umat Beragama, yang digelar Pelpem GKPS di Audotoriun T Johan Garingging Universitas Efarina Pematang Raya, Senin (18/2/2019). (Foto:SoemardiSinaga/SimadaNews.com)

Pematangraya, BS-Pusat Pelayanan dan Pengembangan Gereja Kristen Protestan Simalungun (Pelpem-GKPS), menggelar Seminar Nasional dan Dialog Publik di Auditorium T Johan Garingging Universitas Efarina Pematang Raya, Senin (18/2/2019).

Di acara bertema “Ancaman Politik Indentitas Jelang Pemilu Bagi Toleransi antar Umat Beragama” itu, tampil sebagai pembicara, Ketua Majelis Pengurus Harian PGI, Pdt Dr Albertus Patty.

Kemudian Ketua GP Ansor H.Yaqut Colil Quomas alias Gus Yaqut, Ephorus GKPS Pdt M Rumanja Purba MSc dan Koordinator TePI, Jerry Sumampouw.

Pada kesempatan itu, Jerry Sumampow, mengajak rakyat harus aktif sebagai pemilih dan jangan menganggap berpartisipasi ketika pada saat hari pemilihan saja.

Ephorus GKPS Pdt M Rumanja Purba MSc, mengatakan, politik indentitas bisa mengancam persatuan Indonesia.

Menurutnya, politik identitas, bisa mengancam kebersamaan sebagai satu bangsa di Indonesia. Politik indentitas itu adalah politik yang selalu menonjolkan ke akuan, menunjukan kelompoknya.

“Padahal yang diperlukan oleh bangsa kita adalah Politik ke Kita an, kebersamaan,untuk itulah kita bisa merasa bahwa ,kita  senasib sepenanggungan dan bergandengan tangan membangun negeri ini,” katanya.

Pdt M Rumanja melanjutkan, kegiatan itu merupakan suatu bukti bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, tetapi satu juga.

“Tidak ada anak tiri, tidak ada anak kandung. Agama jangan dipolitisasi, suku, identitas kelompok tidak baik di politisasi. Kita harus ber orientasi dalam sebuah konsep kekitaan ,karena kita adalah satu di Negeri kita Indonesia tercinta yang diperjuangkan oleh Pahlawan kita dengan darah dan tenaga mereka,” pungkasnya.

Dia berharap. dalam menghadapi Tahun Politik, hendaknya seluruh elemen yang ada menjalankan politik yang luhur.

“Dalam Pilpres sekaligus Pileg pada 17 April 2019 ini, GKPS mempersiapkan warganya untuk bisa membangun politik yang luhur. Tidak sekedar merebut kursi Legislatif, tapi politik yang berpihak pada pola pikir untuk membangun negeri ini,” sebutnya.

Dia berharap, Jemaat GKPS memberikan hatinya dan mempersiapkan segala sesuatu masuk dalam ajang politik. Dan bagi yang memiliki hak pilih mari datang ke TPS, pakai pikiran dan hati nurani dalam memilih.

Terpisah, salah seorang Caleg yang akan bertarung merebut kursi DPRD Sumut, Saut Bangkit Purba, mengatakan permasalahan bangsa Indonesia saat ini, banyak permasalahan yang dipolitisir.

“Seperti kita ketahui, banyak permasalahan di Indonesia yang dipolitisir. Apalagi indentitas,” kata Saut.

Saut mengaku, bahwa Indonesia kerap menggunakan politik indentitas sebagai Senjata Ampuh untuk menyerang

“Politik indentitas ini sekarang menjadi senjata ampuh, apalagi mengenai agama. Tapi saat pemahaman dan kenegaraan itu sudah melekat pada masyarakat, hal itu tidak akan terjadi,” kata  Saut.

Saut berharap, agar Masyarakat jangan mudah terprovokasi dan menjaga persatuan.

“Harapan saya, kita jangan mudah terprovokasi serta menjaga kesatuan dan kesatuan khususnya wilayah kita (Simalungun) memberikan contoh teladan bahwasanya di negara kita tidak mampu dimasuki oleh kaum permainan politik yang kotor,” tutupnya.(*)

Sumber: SimadaNews.com 
Share this article :

Post a Comment