. Masih Ada Indonesia di Masjid Cempaka Putih | BeritaSimalungun
Home » , » Masih Ada Indonesia di Masjid Cempaka Putih

Masih Ada Indonesia di Masjid Cempaka Putih

Written By Beritasimalungun on Saturday, 31 August 2019 | 10:16

Keluarga Kristen melakukan upacara doa untuk saudara yang meninggal, di halaman masjid di Cempaka Putih, Jakarta. (Foto: Facebook/Jeferson Goeltom)
Oleh: Denny Siregar
 
Beritasimalungun-Hari ini hati saya meleleh. Sebuah foto indah tiba-tiba tersaji di depan mata. Umat Kristen melakukan ibadah di sebuah masjid di Jakarta.

Wow, di masjid?

Ceritanya ternyata begini. Ada seorang warga beragama Kristen meninggal dunia. Tapi jenazahnya yang sudah ada di dalam peti mati tidak bisa dibawa ke rumahnya, karena gang yang sangat sempit.

Akhirnya warga di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mempersilakan keluarga dan umat Kristen yang hendak melakukan ibadah bagi orang yang meninggal untuk memakai halaman masjid. Dan begitulah, foto itu viral di mana-dimana sampai mampir ke tempat saya.

Saya terharu sangat. Jakarta sempat dikenal sebagai kota intoleran karena peristiwa saat Pilgub DKI lalu, di mana masjid-masjid dijadikan tempat bersarang kelompok radikal yang bahkan menolak mayat orang meninggal untuk disalatkan, hanya karena berbeda pilihan.
 
Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan.

Peristiwa itu masih membekas sampai sekarang dan menjadi alarm bahwa toleransi di sekitar kita ternyata sudah mati, bahkan untuk saudara seiman.

Masih ditambah penolakan pembangunan rumah ibadah di banyak daerah. Yang terakhir pembubaran umat Kristen yang sedang beribadah di Riau.

Kejadian di masjid Cempaka putih itu menjadi petunjuk, bahwa masih banyak umat Islam moderat yang menjunjung tinggi hubungan kemanusiaan meski berbeda agama. Umat Islam moderat ini lebih banyak diam, sehingga narasi di media sosial lebih banyak dikuasai oleh umat Islam radikal.

Saya akhirnya percaya, bagaimana Indonesia adalah negara istimewa yang diberkahi oleh Tuhan. Kita memang punya masalah besar terhadap masalah toleransi disini, tetapi pelan-pelan kita mulai menciptakan serumnya.

Masih ada Indonesia di Cempaka Putih. Semoga Indonesia masih tumbuh di banyak daerah lainnya.

Saya jadi teringat perkataan Ali bin abu Thalib RA, "Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan."

Big Hug, saudara-saudaraku dalam iman dan dalam kemanusiaan. Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi. (*)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.