. Radiapoh Harapan Simalungun | BeritaSimalungun
Home » , , , » Radiapoh Harapan Simalungun

Radiapoh Harapan Simalungun

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 19 November 2019 | 19:47

Radiapoh Hasiholan Sinaga SH. (Istimewa)
Oleh: Birgaldo Sinaga 
 
Beritasimalungun-Suatu hari saya bertemu dengan Radiapoh. Kami ngopi sambil ngobrol banyak hal. Saya sebenarnya tidak setuju ia masuk ke pilkada Simalungun. Untuk apa lagi? Apa yang abang cari lagi?

"Abang yakin mau berjuang di Simalungun? Abang serius? Itu tidak mudah dan berat Bang..", tanya saya serius.

Ia tidak menjawab langsung. Ia diam beberapa detik. Ia menarik nafas panjang.

"Saya sudah selesai dengan diri saya sendiri anggia. Hidup saya sudah begitu berlimpah penuh berkat. Ini tentang janji suci saya pada ayahku. Dan juga pada semua saudaraku di tanah kelahiranku", ucap Radiapo dengan mimik begitu tulus.

Perubahan dimulai dari semangat mewujudkan harapan. Harapan itu tentang cita-cita. Harapan itu tentang mimpi. Harapan itu tentang seperti apa masa depan yang ingin kita raih 5-10 tahun mendatang.

Radiapoh Hasiholan Sinaga, putra asli Simalungun lahir dari keluarga miskin. Ayahnya seorang petani yang harus pontang panting bekerja keras sekali. Bekerja pontang panting agar bisa menyekolahkan anak2nya.

Radiapoh kecil tahu warisan terbesar dari ayah ibunya bukanlah tanah yang luas atau kebun sawit yang luas.

Radiapoh kecil belajar dari ayahnya bahwa lahir dalam kemiskinan itu adalah takdir. Tapi hidup dalam kemiskinan adalah pilihan.

Radiapoh punya semangat belajar tinggi. Sambil belajar ia ikut bekerja keras membantu orang tuanya.

Asanya tentang menjadi orang begitu besar. Harapan bisa membawa kebanggaan bagi ayah ibunya membuncah. Mimpinya menjadi manfaat bagi tanah kelahirannya begitu bergelora.

Sejak tamat sekolah menengah, Radiapoh remaja merantau meninggalkan tanah kelahirannya Simalungun.

Ia memulai dari tiada. Hanya berbekal baju di badan. Merangkak tertatih-tatih. Jatuh bangun. Pantang menyerah. Bekerja begitu keras. Bahkan bisa bekerja 24 jam sehari.

Radiapoh tahu orang tuanya tidak memberinya warisan kekayaan. Warisan terbesar yang diingatnya hanyalah bekerja keras, jujur dan sungguh2.

Perlahan kesuksesan menyertainya. Perlahan mentari yang tertutup awan tersingkap. Dari menjadi buruh kecil merangkak menjadi supervisor. Ia gemar menabung. Mengumpulkan satu rupiah demi rupiah. Bekal dirinya untuk membuka usaha sendiri.

Proses kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Ditopang keluarga kecilnya yang begitu mendukung, Radiapo mengubah kemiskinan itu menjadi berkat bagi sesama.

Usahanya maju pesat. Dari Bank Perkreditan Rakyat merambah ke developer perumahan. Juga masuk bisnis perkebunan kelapa sawit. Ada puluhan perusahaan yang dikembangkannya.

Suatu hari, Radiapoh termenung memandang foto almarhum ayahnya. Ayah yang sangat disayangnya.

"Sekaya sehebat apapun kau, jika tanah kelahiranmu tidak bisa kau majukan, tak ada gunanya yang kau raih itu".

Pesan ayahnya itu menampar Radiapoh. Semua sudah dimilikinya. Rumah besar. Mobil mewah. Anak2 yang sekolah di luar negeri. Perusahaan besar sukses.

Tapi bagi ayahnya semua itu tiada arti. Jika rakyat di tanah kelahirannya masih hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan.

Radiapoh menarik nafas dalam. Matanya memerah. Ia serasa dicubit ayahnya. Serasa dicemeti jiwanya.

"Baiklah among. Saya penuhi janjiku sama among. Doakan saya anakmu among bisa memenangkan harapan dan cita-cita rakyat Simalungun hidup lebih baik dan sejahtera lagi".

"Anggia..bisa saja saya menikmati hari tua ini dengan ongkang2 kaki. Pelesiran keliling dunia. Tapi ini bukan tentang saya. Ini tentang keluarga-keluarga di tanah kelahiranku. Ketidakberdayaan mereka untuk hidup sejahtera", ujarnya sambil menyeruput kopi.

Saya mengangguk. Dan saya menjabat tangannya. Tak ada kata sanggahan lagi keluar dari mulutku. Tak ada argumentasi rasional lagi dari bibirku.

"Selamat berjuang Bang..semoga ikhtiar muliamu diberkati Tuhan", ujar saya.

Kamipun berpisah. Dari jauh saya memandang langkahnya mengayun masuk mobil. Tegap. Pasti. Penuh keyakinan percaya diri. Tentang asa dan harapannya tentang Simalungun yang sejahtera. Salam perjuangan penuh cinta. (Penggiat Medsos-Penulis)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.