. Pandemik Covid-19, "Jubah Pendetapun Mengurung Diri" | BeritaSimalungun
Home » , , , » Pandemik Covid-19, "Jubah Pendetapun Mengurung Diri"

Pandemik Covid-19, "Jubah Pendetapun Mengurung Diri"

Written By Beritasimalungun on Friday, 27 March 2020 | 10:43

Jubah Pdt Jhon Muliaman Sipayung STh. (FB)
Oleh: Pdt Jhon Muliaman Sipayung STh

Beritasimalungun-Namaku "JUBAH PENDETA". Aku sedikit mau curhat tentang apa yang aku rasakan saat ini. Dalam situasi sekarang ini, jujur aku katakan bukan manusia saja yang harus mengurung diri di rumah, tapi aku juga harus 'terkurung'di rumah.

Bahkan mungkin terkurung di tempat yang amat sangat sempit seperti lemari bahkan dalam tas Pendeta yang selalu dia pakai untuk membawa bekalnya untuk melayani.

Termasuk untuk membawa aku kemana ia melayani. Seperti di ibadah Minggu, pemberkatan, dukacita, dll. Biasanya minimal sekali dalam satu minggu aku dipakai untuk melayani Tuhan di GereaNya yakni gereja yang sekarang juga harus ikut merasakan apa yang aku rasakan sekarang, yang hanya berdiri tegak di dalam kesepian. 

Diam seribu bahasa merindukan kedatangan jemaat Tuhan untuk beribadah di dalamnya. Yang merindukan dijadikan kembali tempat berkumpul bersekutu dengan Tuhan.

Mendengarkan nyanyian anak Sekolah Minggu, melihat banyak orang berdoa di dalamnya, bernyanyi, rapat, bahkan melangsungkan Pemberkatan Pernikahan dan yang lainya.

Aku (Jubah) rindu merasakan hangatnya tubuh Pendeta yang biasanya memakai aku minimal satu kali dalam satu minggu. Aku rindu merasakan semprotan wangi Parfumnya, aku rindu dilipat, aku rindu dikancingkan, aku juga rindu berdiri tegak diatas mimbar.

Sekarag aku merasa hampa, aku merasa pengap, bahkan sinar matahari-pun sudah sulit untuk aku rasakan secara langsung. Aku juga rindu dunia kembali pulih.

Sehingga manusia bergembira, tidak ketakutan lagi, tidak mengurung diri lagi, tidak menjauh dari sesama lagi. Bahkan sudah kembali dengan senagnya berjabat tangan dengan orang-orang yang dikasihi.

Oh... Covid-19, tidurlah dari keganasan dan kebringasanmu. Istirahatlah mengganggu dunia. Biarkan aku, gedung gereja, dunia,  orang-orang di dalamnya bisa kembali beraktifitas sebagaimana biasanya. 

Sudah banyak keluh-kesah dimana-mana, ratapan dimana-mana, badan yang terasa pegal karena hanya berdiam di rumah saja. Perut yang kelaparan, kantong yang sudah mulai kosong, bahkan 'bau mulut' karena menahan diri untuk berbicara dengan sesama. 

Anak-anak merindukan sekolah, para pekerja yang seharusnya bekerja mencari sesuap nasi harus mengurung diri, sudahlah, berdamailah dengan dunia. 

Kamu memang sesuatu yang sangat mengerikan, bahkan berdanpak bagi semuanya. Sudahlah, sudah cukup yang kamu lakukan sampai saat ini. 

Dunia, sekitar manusia bukanlah menjadi tempatmu, Covid-19, sudah cukup semua yang telah kamu perbuat. Pergilah selamanya dari antar manusia.(*)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.