. M Nuh, Pemenang Lelang Motor Gesits Jokowi Rp2,55 Miliar Diperiksa Penyidik Polresta Jambi | BeritaSimalungun
Home » , » M Nuh, Pemenang Lelang Motor Gesits Jokowi Rp2,55 Miliar Diperiksa Penyidik Polresta Jambi

M Nuh, Pemenang Lelang Motor Gesits Jokowi Rp2,55 Miliar Diperiksa Penyidik Polresta Jambi

Written By Beritasimalungun on Thursday, 21 May 2020 | 18:13

Kolase Indonews.id
Beritasimalungun-Motor listrik Gesits produk lokal yang bertanda tangan Presiden Jokowi akhirnya laku dibeli Rp 2,5 miliar dalam lelang konser'Berbagai Kasih Bersama Bimbo' pada Minggu (17/5/2020). Sosok pembeli motor listrik itu adalah seorang pengusaha Jambi bernama M Nuh. Lantas, siapa sebenarnya M Nuh yang tinggal di Kampung Manggis, Kota Jambi, ini?

Sosok M Nuh kini tengah membuat publik penasaran setelah dirinya membeli motor listrik Jokowi seharga Rp 2.550 miliar. Setelah bersaing ketat dengan seorang politisi petinggi PDIP, akhirnya M Nuh pengusaha asal Jambi menangkan lelang motor listrik Jokowi. Tak main-main, M Nuh menebus motor listrik Jokowi tersebut dengan harga yang sangat fantastis.

Namun demikian, ada kabar yang tak mengenakkan dari seorang M Nuh. Bahkan menurut berita https://indonews.id/, Muhammad Nuh, pemenang lelang motor Gesits Jokowi ditangkap Polda Jambi.

Menurut Portal INDONEWS.ID ini, Muhammad Nuh atau M.Nuh, pria asal Jambi yang kini tengah membuat publik penasaran setelah dirinya membeli motor listrik Jokowi seharga Rp 2.550 miliar dikabarkan tengah diperiksa aparat kepolisian Polda Jambi. M. Nuh ditangkap aparat dari Polda Jambi pada Kamis (20/5/2020) dini hari.

Dari informasi yang didapatkan media ini, M. Nuh ternyata bukanlah seorang pengusaha seperti yang dibayangkan masyarakat beberapa hari terakhir, setelah dirinya memenangkan lelang motor listrik "Gesits" milik Jokowi di acara konser amal BPIP beberapa waktu lalu.  Ia diketahui merupakan seorang buruh harian di Jambi.

M.Nuh memiliki nama lengkap Muhammad Nuh. Ia merupakan warga RT/RW 020/000, Desa Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Provinsi Jambi.

Sosok yang memiliki Nomor Induk Kependudukan 1571041903740001 itu lahir di Jambi pada 19 Maret 1974, beragama Islam dan sudah beristri.

Dalam Kartu Tanda Penduduk yang bersangkutan, tertera status pekerjaannya yakni berprofesi sebagai Buruh Harian Lepas (BHL).

Kepala Biro Indonews.id Jambi, Saut Yansen mengatakan lelang motor gesit milik presiden dalam acara konser amal BPIP berujung mengecewakan. Sebab lelang yang mengalahkan tokoh PDIP Maruar Sirait itu justrud dimenangkan oleh warga Jambi yang merupakan seorang buruh, bukan pengusaha.

"Dia ternyata tipu-tipu. Setelah Indonews.id menelusuri yang bersangkutan, ternyata bukan pengusa melainkan seorang buruh harian lepas di Jambi," ungkap Yansen dalam keterangannya kepada INDONEWS.ID, Kamis (21/5/2020).

Kecurigaan wartawan Indonews,id timbul, lanjut Yansen, karena sampai sekarang, yang bersangkutan belum melakukan pembayaran. Hal ini, tambah dia, tentu sangat memalukan masyarakat Jambi.
"Info sementara, yang bersangkutan (M.Nuh) sedang diperiksa di Polda Jambi," tutur Yansen. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Jambi belum berhasil dikonfirmasi.

Sebelumnya, motor listrik dengan bubuhan tandatangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dilelang dalam konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu, 17 Mei 2020.

Motor buatan dalam negeri merek Gesits itu terjual dengan harga fantastis untuk sebuah sepeda motor yakni Rp 2,55 miliar.

“Jadi pemenang lelang adalah pengusaha dari Jambi bernama M. Nuh,” ujar pembawa acara di konser dan lelang itu, Choky Sitohang.

Sepeda motor tenaga baterai Gesits dipromosikan bisa menempuh jarak 70 kilometer dalam sekali pengisian baterai selama sekitar 3 jam.

Selain motor bertanda tangan Jokowi, lukisan karya Iwan Suhaya berjudul "Menembus Dimensi" juga dilelang dalam konser ini. Lukisan tersebut dibeli oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo seharga Rp 150 juta.

Konser Bimbo diprakarsai MPR RI bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Acara disiarkan secara langsung dari studio TVRI pukul 19.30-22.00 WIB dengan dimeriahkan sejumlah artis secara virtual.

"Dalam konser virtual ini, kami galang donasi dari presiden dan pejabat lainnya serta masyarakat sebagai bentuk gotong royong untuk para seniman dan para pekerja seni, para petani, dan para peternak serta kelompok-kelompok masyarakat lainnya yang terdampak pandemi Covid-19," ujar Bambang Soesatyo lewat keterangan tertulisnya.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/5/2020) sore membenarkan bahwa M Nuh tengah diamankan Penyidik Polda Jambi. Menurutnya, M Nuh diamankan oleh Polresta Jambi.

Kata Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, pria tersebut hanya diamankan untuk dimintai keterangan. Ia juga mengatakan tidak ada penahanan terhadap M. Nuh.

"Barusan saya sudah cek ke Polresta Jambi. Tidak ada ada penangkapan, tidak ada penahanan. Hanya dimintai keterangan," kata Kuswahyudi, seperti dikutip dari Metrojambi.com.

Kata Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, M. Nuh sudah dipulangkan. "Sudah dipulangkan setelah dimintai keterangan," tandasnya.

Terpisah Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi kepada wartawan Kamis malam mengatakan, memastikan tidak ada penangkapan terhadap M. Nuh. "Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," kata Firman saat dikonfirmasi.

Kata Firman Shantyabudi , yang bersangkutan datang untuk meminta perlindungan kepada pihak kepolisian. 

"Yang bersangkutan setelah diwawancara, tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang. Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," kata  Firman Shantyabudi.

Dia juga menyampaikan jika tidak ada pengusutan terkait kasus ini. "Tidak ada kasus. Yang bersangkutan diwawancarai untuk diketahui apa yang sebenarnya terjadi," katanya. (BS/Lee)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.