}); "Masih Mengingat Kami Saat Kami Dilupakan" | BeritaSimalungun
Home » , » "Masih Mengingat Kami Saat Kami Dilupakan"

"Masih Mengingat Kami Saat Kami Dilupakan"

Written By Beritasimalungun on Sunday, 3 May 2020 | 07:06

"Harus Ku Kerjakan" Mendesak
Pelayanan Diakonia Karikatif Pdt Renny Damanik.
Oleh: Pdt Renny Damanik

Beritasimalungun- Selalu mendesak, ku tahu dan aku hanya waspada dan tetap pakai pengaman. Walau pengab dan sedikit sesak. Mengandalkan pertolonganNya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan jika ini tidak kulakukan. 

Demi anda berdua aku rela, tapi ingat hanya 10 orang, jaga jarak, pakai APD, dan hargai pengorbanan ini dengan tunjukkan dalam kehidupan RT mu nantinya. Ayo nak, kawani mama. Lets go...

Setelah meleksanakan Marpadan pada msasa Covid-19 di GKPS Baringin Raya, Sabtu  2 Mei 2020, Pdt Renny Damanik melakukan Pelayanan Diakonia Karikatif. (Bersama Kristwan G. Damanik). (Diakonia Ke-IV).

"Masih Mengingat Kami Saat Kami Dilupakan"

Persekutuan harus balance (seimbang) dengan Diakonia dan Kesaksian hidup supaya hidup kita sama ketika dalam gedung gereja dan diluar gereja. 

Stay at home bukan berarti cukup di rumah tanpa memikirkan yang lain dan berpangku tangan saat kita dalam keadaan zona aman dalam semua kebutuhan hidup kita. 

Stay at home juga bisa berbuat dan jadi berkat bagi orang lain ntah lewat apapun itu, sehingga orang lain merasakan arti kehidupan kita bagi mereka. Mengapa? 

Karena kotbah yang hidup adalah perbuatan kita yang menjadikan dokumen yang bisa dibaca semua orang. Kurang pas rasanya jika kita kurang memperhatikan kehidupan diakonia kita dan marturia sebagai wujud dari persekutuan kita, supaya tidak BONGGAL.
Acara Marpadan di GKPS Baringin Raya, Sabtu  2 Mei 2020.
Sebagian jemaat yang ku kunjungi hari ini bersama vikar Pdt dan PMJ hari ini (Sabtu 2 Mei 2020), menangis, berlinang air mata, terharu atas kunjungan hari ini selesai pelayanan parpadanan marhajabuan. 

Mereka mengatakan, makasih ma bani nasiam idingat nasiam do hape au, sanggah boritan, sanggah non keadaan sulit tumang, dan nasiam mau datang dan melihat kami yang seperti ini. 

Betapa mereka merindukan pelayan hadir saat mereka dalam kesusahan. Mereka punya semangat dan kekuatan baru setelah menerima kunjungan ini. 

Mereka merasa diperhatikan, diingat dihitung dan diperhitungkan. HIDUP INI SERING DI HITUNG DALAM STATISTIK TAPI SERING TiDaK DIPERHITUNGKAN. Maka saat mereka di kunjungi mereka pasti rasakan diperhitungkan.

Menjadi renungan bagi kita semua, bahwa tidak cukup hanya menggenjot jumlah yang ibadah di rumah dan berapa persen TAPI ingatlah, bahwa kita juga harus menggenjot DIAKONIA khusus DIAKONIA KARIKATIF pada masa pandemi covid 19 ini dan juga MARTURIA (kesaksian hidup) saat kita di beri izin untuk hidup di pandemi ini.

Sejalan dengan itu maka kami tetap melaksanakan kunjungan pastoral, tanpa mengabaikan PERATURAN PEMERINTAH untuk tetap sosial distancing dan pakai masker. 

Bersyukur dalam kunjungan ini, sekaligus membawa tali kasih dari yang bermurah hati, yang tidak hanya memikirkan hidupnya, yang tidak hanya diam dalam zona aman.

Tapi justru bergerak ke dua kalinya memberi tali kasihnya botou hu hakim KRISWANT G damanik yang dulu bersama di Bandung dan sangat dekat dengan ku. 

Tapi tetap mengingatku walau sudah berpuluh tahun, namun dia tetap mendukung ku sabag botounya dalam pelayanan ini saat pandemi covid 9. 

Dengan demikian jemaat ku merasakan sukacita olehnya, dan juga terimakasih buat kakaku St.Merni Sinurat, Jemaat GKPS 1903 yang pernah juga jemaatku waktu vikar di GKPS Pematang Raya, yang berbagi berkat juga.
Pdt Renny Damanik melakukan Pelayanan Diakonia Karikatif Ke IV.
Dan kakakku mak Rehan, Jemat GKPS Raya Kota. Semua tali kasih itu, tidak ada di Telepon, dihimbau, diminta, di WA, supaya terkenal karena mereka sudah terkenal.

Semua didorong oleh kemurahan hati dan iman yang hidup, yang mengingat saudara-saudara kita saat banyak yang melupakan mereka. 

Terimakasih banyak untuk semua nya ini, terberkati selalu, sekecil apapun perbuatan baik itu pasti diperhitungkan Tuhan. 

Terimakasih buat anakku. Gutryans Purba yang jadi juru angkat dan jujung beras hari ini dan suami yang setia jadi supir juga angkat beras ini, tanpa kalian berdua aku ini tidak berarti apa-apa.

Jika Tuhan mengijinkan kita hidup dimasa pandemi covid 19 ini, dan diberi kesehatan dan masih cukup semuanya untuk hidup. APAKAH YanG DAPAT KITA LAKUKAN DI PANDEMI COVID INI? JIKA TiDaK BISA KITA BERI YanG TERBAIK PALING SEDIKIT SIBISA YanG BISA KITA PERBUAT, PASTI KITA BISA JIKA KITA MAU.

KELUARLAH DARI ZONA AMAN, KARENA DISEKITAR KITA BYK YG DALAM SITUASI ZONA TIDAK AMAN. Salam Tahun Kepemimpinan yang Berkarakter.(***)

Editor: Asenk Lee Saragih

Gallery Fotonya







Gutryans Purba.






















Pdt Renny Damanik dan Keluarga. (FB)

Share this article :

Post a comment