}); Pemkab Simalungun Percepat Program Pembentukan Desa Wisata | BeritaSimalungun
Home » , , , » Pemkab Simalungun Percepat Program Pembentukan Desa Wisata

Pemkab Simalungun Percepat Program Pembentukan Desa Wisata

Written By Beritasimalungun on Saturday, 18 July 2020 | 12:33

View Teluk Desa Purba Saribu, Haranggaol, Danau Toba. (Foto Sariambah Saragih) 
Haranggaol, BS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mempercepat penyusunan program pembentukan desa wisata di Kabupaten Simalungun. Hal ini merespon pengembangan kawasan Danau Toba sebagai obyek wisata andalan di Indonesia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Nagori (BPMN) Kabupaten Simalungun Sarimuda Purba, Sabtu (18/7/2020) kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah menyusun program pembentukan desa wisata di Simalungun.

Disebutkan, beberapa potensi seperti situs sejarah, potensi alam dan potensi budaya menjadi perhatian dalam pembentukan desa wisata. 
“Selama proses pemeliharaan dan perawatan hingga penetapan desa wisata tersebut BPMN Simalungun akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti Bappeda dan Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun,” kata Sarimuda Purba.

Dikatakan, daerah yang memiliki potensi menjadi perhatian misalnya di Kecamatan Girsangsipangan Bolon ada lagende Batu Gantung, di Kecamatan Purba ada Rumah Bolon peninggalan Raja Purba, di Kecamatan Dolok Pardamean ada Batu Hoda dan Gua, di Kecamatan Dolok Panribuan ada Batu Gajah.

“Penyusunan narasi terkait dengan obyek tersebut membutuhkan waktu, sehingga dapat “dijual” kepada pengunjung. Kepada masing-masing  Pangulu Nagori (Kepala Desa) bersangkutan diimbau agar turut berperan mengembangkan potensi di daerahnya dengan harapan wilayahnya kelak dapat ditetapkan menjadi desa wisata. Sedangkan pendanaan kegiatan Pangulu dapat dianggarkan dari perolehan DD (Dana Desa),” terang Sarimuda Purba.

Menurutnya, tindakan pemeliharaan dan perawatan masing-masing potensi tersebut diharapkan menjaga nilai obyek tetap lestari. Selain kegiatan pemeliharaan dan perawatan potensi desa,  masyarakat di sepanjang pantai Danau Toba di wilayah Kabupaten Simalungun diharapkan meningkatkan kreatifitas dan sadar wisata. 

“Pengembangan kreatifitas seperti pembukaan lahan berbasis agro wisata dan sebagai pengrajin menghasilkan barang-barang sovenir khas daerah. Sedangkan dalam sadar wisata diharapkan dapat menunjukkan ramah tamah kepada pengunjung serta menjamin kebersihan lingkungan,” katanya.

Ditambahkan, rencana pembentukan desa wisata akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Bappeda Kabupaten Simalungun guna mendapat persetujuan. Sejumlah program kini tengah dirancang dalam bentuk proposal pembangunan. 

Terpisah, Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung mengatakan, perlu merumuskan peran yang akan diambil dalam pembangunan infrastruktur dengan konsisten dengan visinya yaitu Percepatan Pariwisata Danau Toba Mendunia dan mencetak SDM unggul dalam arti sebagai motivator penggerak pembangunan, pengembangan SDM dan melestarikan dan perlindungan Lingkungan. 

Disebutkan, dengan ditetapkannya Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark, maka kewajiban Indonesia adalah terus mempertahankan  keunikan biodiversity, geodiversity dan culture Kaldera Toba sebagai daya tarik dunia. 

“Pemerintah melalui Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba sudah mempunyai Master Plan yang sangat detil untuk itu. Berbagai program peningkatan tentu akan mendapat bantuan dari badan dunia ini kepada pengelola Kaldera Toba dan Masyarakat. Disinilah KMDT dapat berperan sebagai salah satu mitra masyarakat maupun pemerintah,” katanya.

Dikatakan, ada 16 geosite yang termasuk Kaldera Toba yang ditetapkan seperti Sipisopiso -Tongging, di Kabupaten Karo;  Silalahi-Sabungan,  di Kabupaten Dairi;  Haranggaol dan Sibaganding,  di Kabupaten Simalungun. 

Taman Eden, Batu Basiha-TB Silalahi-Balige, dan Situmurun di Kabupaten Tobasamosir; Hutaginjang dan Muara Sibandang, di Kabupaten Tapanuli Utara; Sipincur dan Bakara-Tipang di Kabupaten Humbang Hasundutan; Tele, Pusukbuhit, Hutatinggi Sodihoni, Ambarita-Tuktuk-Tomok di Kabupaten Samosir.

“Danau itu sendiri sebagai pemersatu seluruh kabupaten di Kawasan Danau Toba, dan ini mencakup wilayah yang sangat luas dengan keunikan masing-masing. Salam KMDT,” katanya. (Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a comment