. Apakah Diam Itu Adalah Emas? | BeritaSimalungun
Home » , , , » Apakah Diam Itu Adalah Emas?

Apakah Diam Itu Adalah Emas?

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 25 August 2020 | 20:03

Foto Hanya Sebatas ILUSTRASI

Oleh: Defri Judika Purba

Bahapal, BS-Ada dua peristiwa istimewa yang akan terjadi untuk tiga empat bulan ke depan. Bulan November, sinode bolon GKPS dan 9 Desember 2020 pemilihan Bupati Simalungun.

Untuk dua peristiwa di atas, saya akan mencoba membuat tulisan berseri. Tulisan tentang sinode bolon GKPS, lahir dari pengalaman saya sebagai pendeta yang sudah melayani hampir sepuluh tahun. 

Waktu yang cukup menurut saya untuk membuat sebuah tulisan yang berbasis data dan pengalaman berorganisasi dan melayani di tengah-tengah jemaat. Tulisan tentang pemilihan Bupati Simalungun, juga lahir dari pengalaman saya berbaur dengan masyarakat yang ada di Kabupaten Simalungun.

Tulisan saya akan lebih bersifat populer praktis jauh dari kesan akademis ilmiah. Hal ini untuk mencegah yang saya sampaikan bersifat teori yang abstrak yang mungkin bisa saja dimengerti tetapi tidak berguna.

Apa yang membuat saya tertarik untuk menulis dua peristiwa di atas? Pertama, panggilan hati. Saya ingin memberikan sumbangsih pemikiran dan pendapat untuk apa yang terjadi. Peran ini begitu kecil sebenarnya tetapi ini lebih baik menurut saya dibanding saya hanya diam sebagai penonton sembari berharap situasi akan menjadi baik dengan sendirinya.

Kedua, belajar lebih baik lagi. Dengan menulis, maka saya berharap kemampuan saya akan lebih terasah dan terlatih semakin baik lagi. Dengan tulisan yang berseri, saya akan dipacu untuk lebih disiplin untuk menulis. Ini adalah tantangan untuk diri saya sebenarnya. Selama ini saya menulis tergantung inspirasi. Kali ini harus didisiplinkan. 😀.

Dua peristiwa di atas (Sinode Bolon GKPS dan Pemilihan Bupati) merupakan dua peristiwa yang berbeda sebenarnya. Walau berbeda, tetapi saya melihat peristiwa tersebut memiliki keterkaitan atau saling mempengaruhi di lapangan. 

Mempengaruhi bukan dalam hal pilihan tetapi dalam hal untuk menerima dan memaknai sesuatu peristiwa. Saya akan sampaikan ini dalam tulisan saya yang lain.

Apakah diam itu emas? Ya dan tidak. Tergantung waktu dan situasi. Ada waktu untuk berbicara dan ada waktu untuk diam. Itu menurut saya yang lebih baik. Atau menurut hikmat Amsal: " Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak" (Amsal 25:11).

Waktu dan situasi ini menurut saya adalah berbicara. Tidak boleh diam. Berbicara untuk menyampaikan nilai-nilai luhur dan idealisme yang kita yakini. Berbicara untuk memberitahukan identitas dan keinginan kita. 

Walau nanti akan ada orang yang tidak nyaman dengan apa yang kita sampaikan, dalam batas tertentu itu bisa diterima. Tidak mungkin semua orang akan setuju apa yang kita sampaikan.

Akhir kata, semoga saya mampu untuk menuliskan itu semua. Semoga selalu muncul inspirasi baru untuk menulis. Dan di atas semuanya itu, semoga tulisan saya mampu mencapai tujuan yang sebenarnya :situasi akan lebih baik lagi. Bahapal Raya, 24 Agustus 2020.(*)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.