. Pilkada “Kotor” Simalungun 2020 Ala Partopi Pasir | BeritaSimalungun
Home » , , » Pilkada “Kotor” Simalungun 2020 Ala Partopi Pasir

Pilkada “Kotor” Simalungun 2020 Ala Partopi Pasir

Written By Beritasimalungun on Monday, 28 September 2020 | 17:54

Benner Asenk Lee Saragih

Haranggaol, BS
-Jika para cakada Simalungun memainkan pilkada “kotor” dengan menghalalkan segala cara terlebih politik uang, tentunya mereka telah melakukan hitung-hitungan materi yang harus dianggarkan untuk memenangkan pertarungan satu kali putaran.

Merujuk kepada data daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Simalungun Rabu 9 Desember 2020 mencapai 630.764 jiwa dengan pemilih laki-laki sebanyak 312.859 dan pemilih perempuan berjumlah 317.905. Jumlah pemilih itu akan mencoblos di 1.992 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 413 Nagori (desa/kelurahan) di 32 kecamatan se Kabupaten Simalungun.

Jika memainkan pilkada ini dengan kotor harus memegang kendali mata pilih sebanyak 315.382 mata pilih. Angka ini untuk menang satukali putaran. Jika para cakada “anggar duit” dengan tariff Rp 200.000, Rp 150.000, Rp 100.000 dan Rp 50.000 per mata pilih, tentu angka yang cukup besar. 

Ditengah sulitnya ekonomi saat ini ditengah Pandemi Covid-19 ini, mata pilih pasti banyak “gelap” mata akan menghalalkan menerima uang dari siapa saja. Jangan lupa, karakter pemilih di Simalungun itu beda loh, siapa yang bayar terakhir paling besar saar hari ha, itulah yang akan dicoblos. 

Namun kebaikan yang selama ini dibuat cakada selama ini, bisa dilupakan sekejab untuk menghalalkan “upah mencoblos” itu. Namun kini ditengah era cangggih teknologi komunikasi saat ini, gerakan ruang politik uang akan semakin sulit dilakukan. Waspada, pemberi dan penerima bisa masuk penjara hanya gara-gara uang 2 karung beras itu.

Warga dan ts atau saksi cakada juga bakal saling intip kesalahan lawan. Hal inilah yang mempersempit ruang gerak politik uang dilakukan di era digitalisasi saat ini. Tapi, jika urusan perut sudah terancam, pemilih akan semakin “gelap mata” menerima serangan fajar itu.

Melihat kolkulasi bodoh logistic untuk main kasar dengan politik uang di Pilkada Simalungun, dibawah ini hitungan kasarnya. Ini hitungan untuk menang satu kali putaran saja dengan 4 level upah pilih.

1.Pemilih 315.382 X Rp 200.000 = Rp 63.076.400.000
2.Pemilih 315.382 X Rp 150.000 = Rp 47.307.300.000
3. Pemilih 315.382 X Rp 100.000 = Rp 31.538.200.000
4. Pemilih 315.382 X Rp 50.000  = Rp 15. 769.100.000
5. Jumlah Saksi Cakada 1.992 X Rp 200.000 = Rp 398.400.000

Sementara dari dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dituangkan di dalam formulir LHKPN yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Empat Calon Bupati Simalungun melampirkan harta kekayaan masing-masing calon bupati.

Calon Bupati Simalungun Nomor Urut 1 Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) diketahui melaporkan harta kekayaannya pada 1 September 2020 dengan kekayaan mencapai Rp 11.083.426.058 (Rp 11,08 miliar).

Calon Bupati Simalungun Nomor Urut 2 Muhajidin Nur Hasim melaporkan harta kekayaannya pada 5 September 2020, dengan nilai mencapai Rp 16.550.000.000 (Rp 16,5 miliar).

Kemudian Calon Bupati Simalungun Nomor Urut 3 Maruli Wagner Damanik, yang diketahui sebagai purnawirawan jenderal bintang dua di kepolisian memiliki harta kekayaan tertinggi dibanding calon Bupati lainnya. Irjen Pol Purn Wagner Damanik memiliki harta per 27 Agustus 2020 dengan nilai Rp 23.851.923.409 (Rp 23,8 miliar).

Sedangkan  Calon Bupati Simalungun Nomor urut 4 Anton Achmad Saragih, yang merupakan Abang dari Bupati Simalungun ini, JR Saragih, memiliki harta senilai Rp 8.603.200.825 (Rp 8,60 miliar) saat melaporkannya pada 3 September 2020.

Merujuk kepada data kekayaan calon bupati diatas, alangkah mustahilnya untuk melakukan serangan fajar mulai dari angka Rp 50 Ribu hingga Rp 200 Ribu per pemillih. Jikalaupun ada politik kotor itu, sumber logistiknya perlu dipertayakan dan bisa ditelusuri dari mana sumbernya. 

Mari masyarakat pemilih di Kabupaten Simalungun yang berjumlah 630.764 jiwa, gunakanlah hak pilih Anda pada Rabu 9 Desember 2020 di TPS. Cobloslah calon yang ada pada hati nuranimu, bukan karena politik gila atau iming-iming pulus. Ingat !!!! Penerima dan Pemberi Itu Bisa Dihukum Penjara. Jangan cari perkara hanya gara-gara nafsu sesaat. 

Ingat coblos calon Bupati Simalungun yang tidak “TERSANDRA PARTAI POLITIK” agar rakyat bisa berkata MERDEKA. Jangan Biarkan Pilkada Simalungun KOTOR. Salam dari Danau Toba, Haranggaol. (Asenk Lee Saragih)  
Share this article :

Post a comment