}); Taat Protokol Covid-19, Paslon WD-BISA Hanya Sertakan 30 Orang Ikut Ke KPU Simalungun | BeritaSimalungun
Home » » Taat Protokol Covid-19, Paslon WD-BISA Hanya Sertakan 30 Orang Ikut Ke KPU Simalungun

Taat Protokol Covid-19, Paslon WD-BISA Hanya Sertakan 30 Orang Ikut Ke KPU Simalungun

Written By Beritasimalungun on Saturday, 5 September 2020 | 18:52

Dengan mematuhi protokol Covid-19 pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, Irjen (Purn) Polisi M Wagner Damanik - Abidinsyah Saragih hanya mengusung 30 orang tim ikut Kantor KPU Kabupaten Simalungun di Pematangraya, Sabtu (5/9/2020), sekitar pukul 15.30 WIB.(Istimewa)

Pematangraya, BS
-Dengan mematuhi protokol Covid-19 pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, Irjen (Purn) Polisi M Wagner Damanik - Abidinsyah Saragih hanya mengusung 30 orang tim ikut Kantor KPU Kabupaten Simalungun di Pematangraya, Sabtu (5/9/2020), sekitar pukul 15.30 WIB.

Pasangan WD-BISA yang mengusung tagline “Datang Memberi, Bukan Mengambil” ini merupakan Paslon dari jalur independent. Saat WD-BISA tidak membawa massa ke Kantor KPU Simalungun.

Hanya tampak Wagner Damanik dan istri, Abidinsyah dengan istri, tim penghubung (LO) dan tim kampanye dengan berpakaian serba putih. WD-BISA disambut oleh Komisioner KPU Kabupaten Simalungun, yang baru saja selesai menyelesaikan segala administrasi pendaftaran dari pasangan RHS - ZW.

Seluruh rombongan masuk dan mengisi daftar hadirnya. Disela- sela mengisi daftar hadir, kepada wartawan, Wagner Damanik menjelaskan, bahwa mereka harus patuh dengan aturan, masa pandemi Covid - 19 ini, sehingga tidak perlu membawa massa dengan jumlah yang banyak.

“Kita harus patuh dengan aturan. Kalau ada yang datang pakai becak, itu aksi spontanitas mereka. Kita tidak ada membawa, tidak ada mengajak mereka. Mungkin, mereka melihat, bahwa satu visi dengan kita," kata Wagner Damanik.

Visi Misi WD-BISA

Memasuki tahapan pendaftaran calon ke KPU Simalungun, bakal calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Simalungun Irjen Pol (Purn) M Wagner Damanik-Abidinsyah Saragih, juga telah mempublikasikan visi-misi dengan mengangkat slogan "Menuju Simalungun Unggul dan Akselerasi Pembangunan Bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

WD-BISA menyampaikan kepada masyarakat Simalungun sebuah janji kelak Kabupaten Simalungun lebih baik dalam pelayanan sesuai dengan visi-misi "Gerbang Simalungun". 

Sejumlah poin-poin dari misi pasangan ini antara lain mewujudkan kualitas SDM melalui peningkatan mutu pendidikan kesehatan dan kesejahteraan sosial, mewujudkan ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkeadilan dan pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya.

Seluruh koordinator tim pemenangan, juga solid mendorong seluruh tim untuk komit bergotong-royong memenangkan pasangan Wagner-Abidiansyah dengan menjadi pribadi yang bermartabat  sekaligus tidak kalah dengan gaya politik yang masih kental dengan transaksional.

Sementara Wagner Damanik mengatakan, dia maju lewat jalur independen karena menurutnya inilah sebagai partai rakyat. WD juga mengkritisi sejumlah pelaksanaan program pemerintah Kabupaten Simalungun yang belum berjalan sesuai harapan masyarakat. Dampaknya adalah, kesejahteraan masyarakat terabaikan.

Salah satu poin menarik yang disampaikan Wagner  adalah kerusakan infrastruktur yang cukup banyak dari kisaran panjang jalan di Simalungun 1.803,78 Km. Kemudian, pelayanan publik lambat dan tidak transparan dan tata kelola pemerintahan yang kurang baik. Dalam hal mengurus KTP berbeda dengan DKI Jakarta yang bisa di kantor Kelurahan.

Kata WD, contoh buruk pelayanan yang kerap didengarkan publik adalah pengerjaan proyek yang didahului setoran dan WD berjanji akan meniadakan pola setoran sehingga proyek harus gratis. Dan, kelak masyarakat memberi mandate dan kesempatan menjadi kepala daerah Kabupaten Simalungun, dirinya bersama Abidinsyah akan meningkatkan daya saing SDM masyarakat unggul dan membangun kesejahteraan.

Disebutkan, permasalahan bangsa dimulai dari beratnya ongkos politik sehingga banyak orang yang mendapatkan kekuasaan atau jabatan, berpikir bagaimana mengembalikan ongkos politik tersebut. Ongkos politik akan sulit kembali jika hanya mengandalkan gaji yang didapatkan.

Memberantas korupsi, dimulai dari transparansi pengelolaan pemerintahan, bukan semata-mata karena moral. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan memilih pemimpin yang baik, yang memiliki kemampuan dan siap melawan korupsi. Berkaitan dengan pencalonan dari jalur partai, dinilai masih membebani biaya bakal calon karena mahar yang diharapkan pengurus partai politik.

Lahirnya pasangan independen akibat kurangnya kepercayaan terhadap parpol dan hal ini merupakan teguran keras kepada parpol. Tentu, dengan pasangan independen dinilai berpeluang untuk bebas korupsi dan tekanan parpo dan kepala daerah fokus mengabdi kepada rakyat. Semoga. (Asenk Lee Saragih)

Share this article :

Post a comment