. Hibah Tanah GKPS, 4.356 Meter Persegi? | BeritaSimalungun
Home » , » Hibah Tanah GKPS, 4.356 Meter Persegi?

Hibah Tanah GKPS, 4.356 Meter Persegi?

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 14 October 2020 | 18:07


Pematangsiantar, BS
-Merujuk kepada akta notaris Nomor: 06, tanggal, 04 September 2018, Tuan Martin Rumanja dan Tuan Paul Ulrich Munthe telah menghibahkan tanah GKPS. Tanah seluas 4.356 m persegi yang dihibahkan tersebut merupakan sebagian dari bidang tanah seluas 307.050 m persegi yang terdaftar atas nama GKPS. 

Dalam akta tersebut ditegaskan bahwa pihak pemberi hibah telah melepaskan segala hak atau tuntutannya atas apa yang dihibahkan guna kepentingan pihak Pemerintah Kota Pematangsiantar sebagai penerima hibah.

Muncul keanehan, karena sehari sebelumnya, tanggal, 03 September 2018 telah diadakan Perjanjian antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dengan GKPS tentang pelaksanaan hibah tanah dengan nomor: 672/19-PP/2018 dan Nomor: 032/052/IX/Perj/Wk.2018. 

Adapun salah satu point penekanannya bahwa Pemko Pematangsiantar sebagai pihak kedua berkewajiban membangun tembok pagar permanen sepanjang 985 m dan gerbang pada jalan Pdt. J. Wismar Saragih yang berbatasan langsung dengan kompleks GKPS, dan pembangunan itu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah Kota Pematangsiantar. 

Saat ini kita dapat menyaksikan bahwa di atas tanah hibah tersebut oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar telah dibangun jalan umum, hanya saja jalan yang dimaksud tidak memiliki rambu-rambu lalu lintas. 

Sebagai akibatnya pada jalan itu sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Begitu juga dengan janji Pemerintah Kota Pematangsiantar tentang pembangunan pagar gerbang tersebut, tidak kunjung terealisasi di tahun 2019, tahun ini memang sudah tapi anggarannya hanya 2,7 milyar. Angka ini beda jauh dengan harga apalagi nilai dari tanah terhormat yang dihibahkan tersebut.

Dengan memperhatikan data dan fakta tersebut di atas, patut diduga adanya sesuatu yang salah dalam proses penghibahan itu. 

Diduga proses itu telah melanggar ketentuan atau aturan yang berlaku di Gereja Kristen Protestan Simalungun. Menurut Tata Gereja dan Peraturan Rumah Tangga GKPS (Nomor : 99/SK-1-PP/2013), sebagaimana tersurat pada pasal 40 Ayat (1) GKPS diwakili ke dalam dan ke luar oleh Pimpinan Pusat; Ayat (2) Dalam hal mengadakan ikatan dengan pihak lain hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Majelis Gereja.

Karena itu adalah sesuatu yang sangat penting menelusuri data-data dari Sidang Majelis Gereja sebagai pemegang kuasa Sinode Bolon GKPS.

Merujuk kepada Risalah dan Keputusan Sidang Majelis Gereja GKPS pada tanggal, 26-28 April 2018 tidak ada keputusan persetujuan pelaksanaan proses penghibahan tersebut. 

Anehnya, dalam Sidang Majelis Gereja pada tanggal, 25-27 Oktober 2018, Pimpinan Pusat tanpa rasa bersalah melaporkan soal hibah tanah tersebut dan dengan percaya diri menegaskan tentang kompensasi pembangunan pagar/gapura yang akan dikerjakan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar pada tahun anggaran 2019. 

Pun begitu dalam Keputusan Sidang Majelis Gereja tanggal 25-27 Oktober 2018, dari 11 point keputusan tak satu pun diktum yang memuat kejelasan tentang hibah tanah dan pembangunan pagar/gerbang tersebut. Tentu ini merupakan kejanggalan yang luar biasa.

Atas semua data dan fakta tersebut di atas, selaku warga gereja yang mencintai GKPS, bagaimana pendapat bpk ibu? Salam, Komunitas Peduli GKPS. (FB-Japoltak Sipayung)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.