. Safari Politik RHS, Kisah Masa Kecil, Hingga Perbaikan Infrastruktur dan Pertanian | BeritaSimalungun
Home » , » Safari Politik RHS, Kisah Masa Kecil, Hingga Perbaikan Infrastruktur dan Pertanian

Safari Politik RHS, Kisah Masa Kecil, Hingga Perbaikan Infrastruktur dan Pertanian

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 13 October 2020 | 06:42


Calon Bupati Kabupaten Simalungun dengan nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS), melanjutkan safari politik untuk menyampaikan visi-misi membangun Kabupaten Simalungun lebih maju, lebih baik dan rakyatnya sejahtera kepada masyarakat di Kecamatan Dolok Masagal, Selasa (13/10/2020).

Dolok Masagal, BS
– Calon Bupati Kabupaten Simalungun dengan nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS), melanjutkan safari politik untuk menyampaikan visi-misi membangun Kabupaten Simalungun lebih maju, lebih baik dan rakyatnya sejahtera kepada masyarakat di Kecamatan Dolok Masagal, Selasa (13/10/2020).

RHS yang juga didampingi anggota DPRD Kabupaten Simalungun dari Partai Golkar, Jonredikalmen Saragih dan Tim Pemenangan RHS-ZW, mengawali safari politik di Nagori Bangun Pane, kemudian dilanjutkan di Nagori Bah Bolon serta ke Nagori Dolog Huluan.

Cerita Masa Kecil

Di tiga Nagori tersebut, ternyata RHS sangat dikenal warga, dan sudah tidak asing lagi. Hal itu juga, yang membuat suasana pertemuan jadi kelihatan akrab dan tidak berjarak.

Kemudian warga juga sangat mengenal siapa orangtua RHS, Menurut warga, bahwa RHS dikenal sebagai anak partraktor dan anak penempel ban "raja angin".

"Naboron, orangtuani bapa on (RHS) partraktor do. Bahat tanoh nami parhutaon i traktor ase boi ijumai (Dulu kami kenal orangtua pak RHS, punya julukan partraktor tanah, biar bisa dikelola ladang kami)," kata warga yang menjelaskan RHS pada masa kecilnya sangat rajin membantu orangtuanya berladang.

Namun,  lanjut warga, karena mengelola pertanian kurang efektif, orangtua RHS  banting setir membuka usaha tempel ban hingga mendapat julukan "raja angin".

Masa Sulit

RHS pun, mengamini cerita warga. Dia pun berkesempatan menceritakan masa sulit keluarganya pada masa kecil.

Bahkan hinggga lulus SMTP dari Raya, masa-masa sulit juga masih dialami keluarganya, hingga RHS memilih merantau dari kampung halamannya.

Setelah menceritakan masa kecilnya yang sulit, RHS kemudian menyampaikan keinginannya kembali pulang ke kampung halamannya Kabupaten Simalungun.

"Saya terpanggil pulang kampung untuk membangun Kabupaten Simalungun menjadi lebih maju, lebih baik dan rakyatnya sejahtera. Saya merindukan, Kabupaten Simalungun mengalami perubahan yang signifikan," katanya.
Disampaikannya, tiga hal yang ingin dikerjakan jika diberi kepercayaan memimpin Kabupaten Simalungun, adalah bagaimana menjadikan rakyat sejahtera, rakyat cerdas atau pintar dan rakyat sehat.

Infrastruktur dan Pertanian

RHS menyebutkan, 100 hari kerja sebagai Bupati bersama Wakil Bupati, akan melakukan pembenahan pemerintahan yang baik dan bersih. Demikian juga dengan tata kelola admistrasi dan keuangan yang baik.

Kemudian, masalah infrastruktur jalan dan jembatan yang baik, akan menjadi skala prioritas, karena hal itu sangat berkaitan dengan proses percepatan distribusi produk pertanian (hasil bumi).

Selanjutnya, adalah program peningkatan tata kelola pertanian (di dalamnya ada peternakan, perikanan maupun perkebunan).

Bahkan RHS, pada kesempatan itu, membuat simulasi proses pengelolaan sistim pertanian kepada warga. Dimana menurutnya selama ini sistim pengelolaan pertanian hingga pemasaran hasil pertanian, belum menguntungkan petani.

"Apalagi, selama ini petani masih mengeluhkan masalah pendistribusian pupuk subsidi.
Begitu juga sulitnya mendapatkan bibit unggul," kata Radiapoh Sinaga.

RHS menyampaikan, ke depan akan dilakukan pola tanam.serentak, sehingga hasil produksi pertanian dapat terkendali dan Kabupaten Simalungun kembali menjadi daerah swasembada pangan.

Gotong dan Hiou Pamonting

Yang menarik dari setiap pertemuan, warga senantiasa menyematkan gotong dan hiou pamotting kepada RHS.

Tidak hanya itu, juga diberikan boras tenger, supaya RHS semakin semangat untuk bertarung pada Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020.

Radiapoh Sinaga mengaku, dengan penerimaan kehadirannya yang dibalut acara adat, menjadi sesuatu yang demikian berharga dan sangat berarti.

"Saya merasa semakin kuat dan merasa terjaga. Ini adalah perjuangan bersama untuk perubahan Kabupaten Simalungun yang lebih maju, lebih baik dan rakyatnya sejahtera," kata Radiapoh Sinaga.(Didik S)
Share this article :

Post a comment