. 4 Desa di Kaki Gunung Sinabung Dikosongkan | BeritaSimalungun
Home » , » 4 Desa di Kaki Gunung Sinabung Dikosongkan

4 Desa di Kaki Gunung Sinabung Dikosongkan

Written By Beritasimalungun on Monday, 11 January 2021 | 10:01

Ilustrasi erupsi Gunung Sinabung. (Foto: Antara)

Tanah Karo, BS
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Karo memastikan 4 desa berada di zona merah yang berada di kaki Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, dalam keadaan kosong. Selama aktivitas Sinabung meningkat, warga dilarang untuk masuk ke desa itu.

Kepala BPBD Tanah Karo, Natanail Paranginangin menyampaikan, 4 desa yang sudah dikosongkan pascameningkatnya aktivitas Gunung Sinabung adalah Desa Naman Teran, Merdeka, Berastagi dan Dolat Rayat.

"Sampai saat ini, petugas BPBD bersama dengan aparat kepolisian dan TNI masih melakukan pengamanan sekaligus meningkatkan patroli di desa yang sudah dikosongkan masyarakat itu. Pintu masuk menuju desa itu juga dijaga ketat," ujar Natanail Paranginangin, Minggu (10/1/2021).

Natanail mengatakan, aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi dengan status di level III (Siaga). Petugas meningkatkan patroli guna mengantisipasi adanya korban jiwa jika Gunung Sinabung kembali erupsi. Aktivitas Sinabung dilaporkan meningkat karena berulangkali erupsi di awal Januari 2021.

"Selama aktivitas Sinabung masih tinggi maka masyarakat dan wisatawan dilarang untuk melakukan aktivitas dengan radius 3 kilometer (km) dari puncak Sinabung, sekitar 5 km untuk sektor Selatan-Timur, dan 4 km untuk Sektor Timur-Utara. Sehingga, penjagaan ekstra ketat terus dilakukan," katanya.

Menurut Natanail, larangan ini dikeluarkan guna menghindari adanya korban jiwa jika Gunung Sinabung kembali erupsi. Oleh karena itu, kerja sama dari masyarakat dan semua pihak sangat diharapkan untuk mengantisipasinya.

"Selain melakukan pengamanan, tim gabungan ini juga turut membantu melakukan pembersihan jalan yang ditutupi abu vulkanik. Petugas juga membagi-bagikan masker kepada masyarakat," tandasnya.
Tiga Kali Erupsi

Untuk ketiga kali di awal tahun 2021, Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), kembali erupsi, Senin (4/1/2021) sekitar pukul 08.54 WIB

Kepala Pos Pantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra mengatakan, lontaran abu vulkanik membentuk kolom dengan ketinggian 700 meter dari puncak Gunung Sinabung.

"Erupsi Gunung Sinabung dengan durasi 2 menit 34 detik. Abu vulkanik mengarah ke arah Barat dam Barat Laut," ujar Armen Putra di Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo.

Di awal tahun 2021, sudah tiga kali Gunung Sinabung mengalami erupsi. Sebelumnya, erupsi gunung aktif sejak tahun 2010 lalu, terjadi dua kali, Minggu (3/1/2021).

Armen mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat erupsi Sinabung. Soalnya, sebelum aktivitas Sinabung meningkat, warga mengaku sudah melihat tanda-tanda erupsi.

Josua Sembiring (45), salah seorang dari warga Desa Guru Kinayan di Tanah Karo menyampaikan, suara burung dan hewan terdengar bising setiap Sinabung akan erupsi.

"Burung - burung beterbangan dan saling bersahutan, suara ayam berkokok maupun anjing juga mengonggong dan melonglong. Warha sudah mengetahui tanda-tanda itu," katanya.

Menurutnya, tanda alam itu berlangsung sekitar 15 menit hingga 30 menit sebelum Gunung Sinabung erupsi. Mengetahui tanda - tanda alam itu, warga langsung mengungsi.

"Sudah ada aparat dengan armada truk yang selalu bersiaga di daerah zona merah. Warga langsung menaiki truk untuk dievakuasi ke daerah yang lebih aman," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Karo, Natanail Paranginangin menyampaikan, pemerintah menurunkan armada pemadam kebakaran untuk menyiram jalan dari vulkanik.

"Bersama dengan petugas TNI, Polri dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, pemerintah juga membagi - bagikan masker di tengah masyarakat," ujarnya.

Selain itu, petugas gabungan juga meningkatkan pengamanan dengan menjaga setiap pintu masuk menuju kaki Gunung Sinabung tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat maupun wisatawan supaya tidak mengambil resiko dengan memasuki zona merah. Selama aktivitas Sinabung meningkat, warga dilarang untuk beraktivitas di zona larangan," sebutnya.(BS)


Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Post a comment