. Siapa IRWANDI SIRAIT Dalam Tulus Ikhlas Militan (TIM) 11 Ajak Tutup TPL | BeritaSimalungun
Home » , , » Siapa IRWANDI SIRAIT Dalam Tulus Ikhlas Militan (TIM) 11 Ajak Tutup TPL

Siapa IRWANDI SIRAIT Dalam Tulus Ikhlas Militan (TIM) 11 Ajak Tutup TPL

Written By Beritasimalungun on Friday, 30 July 2021 | 14:40

Bang Rait. (FB)


Oleh: Anita Martha Hutagalung

Beritasimalungun-Pertama kali Oni ketemu Bang Rait   adalah sehari sebelum TIM 11 berangkat sebelumnya Oni hanya tau lewat Facebook saja. Itupun setelah ito Togu Simorangkir mengabarkan Oni. Tapi kalau Bang Rait pertama kali kenal Togu tgl 26 Januari 2015 , pas mereka demo ke Kantor DPRD Sumut.

Mereka menuntut agar menutup Perusak Lingkungan Danau Toba, diantaranya TPL , Aqua Farm dan peternakan Babi yang limbahnya dibuang langsung ke DanauToba. Dan salah satu anggota Dewan yang menerima mereka saat itu adalah kedan Oni ibu Sarma Hutajulu Bang Rait ini seorang disabilitas.
 
Irwandi Sirait lahir di Ajibata, dia sebenarnya lahir normal dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya. Nah di tahun 1994 , saat itu umurnya Rait 14 tahun. Dia terjatuh dari pohon dan nyaris mati. Akibatnya 3 tahun Rait lumpuh total.

Dia diurus di rumah saja, karena sudah beberapa kali keluar masuk RS , tapi tidak ada perubahan. Sudah tak terhitung biaya yang dikeluarkan. Tahun 1997 datanglah  seorang dokter Belanda dari Yayasan Harapan Jaya berkunjung ke Ajibata dan mampir ke rumah Bang Rait. 

Setelah melihat keadaanya Bang Rait, dokter ini mengatakan Rait bisa sembuh jika di operasi. Sempat ditolak keluarga besar karena khawatir bukan sembuh malah jadi maut. Tapi Bapak dan Mamak serta si Rait sendiri yakin pada dokter Belanda itu, maka jadilah Operasi di bulan April 1997 di RS Humasitas .
Tapi dirawat di RS Harapan Jaya pusat rehabilitasi Disabilitas . 

Lebih kurang 2 tahun Bang Rait mengikuti terapi dan ketrampilan supaya bisa menghidupi diri sendiri. 
Bisa mandiri tidak tergantung pada orang lain , kemudian disana latihan mental juga. Rasa percaya diri di bentuk disitu, menerima keadaan diri, dan mampu bersyukur dalam keadaan apapun. Tidak menyesali masa lalu. 

Bang Rait akhirnya bisa lepas dari kursi roda dan bisa berjalan kembali. Rait dilatih mengukir, membuat rosario dan menjahit, tapi Bang Rait lebih memilih menjahit dan bikin sablon. Karena merasa kurang punya kesabaran dalam mengukir. 

Ketrampilannya menjahit dan sablon itulah yang menjadi modal di kehidupannya. Jadi kalau kalian ke Pajak Ajibata, lalu kalian menemukan pamplet AJIBATA NAULI , itu punya Bang Rait. 

Bagaimana bisa masuk TIM 11 ? 

Togu Simorangkir mengajak Bang Rait ikut AJAK TUTUP TPL, tanpa pikir panjang Rait langsung mengiyakan. Karena meskipun dia seorang disabilitas tapi semangat untuk Danau Toba terbebas dari pabrik perusak lingkungan begitu membara. Tapi saat Rait mengutarakan pada Bapaknya, karena Mamak Bang Rait sudah meninggal 2 tahun yang lalu.
 
Tanggapan Bapaknya sempat menolak, Bapaknya takut kalau nanti Rait kenapa-kenapa di jalan, bahkan bisa hilang nyawa. "Sudahlah Pak... Kalau soal mati, sudah lama sebenarnya aku mati, apalagi mengingat waktu aku lumpuh selama 3 tahun" kata Bang Rait. 

Rait anak ke 4 dari 12 bersaudara. Kalian bayangkan lah weii. Banyak kali anak mamaknya, mudah-mudahan emak bapaknya hapal semua nama anaknya. Rait aktif di Gereja sebagai Ketua Naposo Bulung HKI Distrik Sumatera Timur. 

Dalam setiap pertemuan pemuda gereja selalu mengingatkan untuk menjaga lingkungan. Dan selalu menanam pohon di setiap gereja yang menjadi tuan rumah pertemuan. Dan diakhir periode kepengurusannya nanti, Bang Rait berencana akan memberikan apresiasi untuk gereja yang terbaik pertumbuhan pohonnya. 

Di TIM 11 Bang Rait ini paling rajin Zoom meeting 😅 Dan....Setiap pagi Bang Rait selalu teriak dengan suara nyaring : "Pagii.. Pagii.. Pagii...Tetap semangaat !!! Trus kalok makanan yang dimakannya terasa cocok di lidahnya dia pasti berteriak  : " Sonang nai anakmon da Inoong!!!"
Yang artinya : Enak banget hidup gue Maaaak'eee... 

Tapi pernah satu kali , saat tiba waktunya kami makan malam . Masing² mendapat makanan sesuai request. Oni saat itu pesan sate ayam, Togu pesan sop daging lembu. Rait juga pesan sop daging lembu 
Dan semua mendapatkan sesuai pesanan. Togu dapat sop dengan daging sapi yang lumayan banyak. 

Tapi Bang Rait cuma dapat kuah sop doang, gak ada dangingnya, secuil daging pun gak ada 😅😅 Kontan Bang Rait teriak : " Haccitni anakmon da Inooong!! "Kalau di translate kira-kira artinya : 
 Sakit kali anakmu ini Mak'eee... Kami bukannya prihatin, malah ngakak-ngakak. 

Kurang ajar bangat ya kami ini 😅🤪😂😂
Kami suka becandai Bang Rait :

"Kalau di Sumut jalanmu gak bagus kami maklum Rait. Secara jalan di Sumut rata-rata berlubang-lubang dan tak rata. Tapi kenapa setelah di Sumbar jalan rata dan muluss jalanmu masih gak rata juga " 😜😂😂

Bang Rait cuma ketawa-ketawa aja. Gimana mau jalan rata, wong kaki Bang Rait emang panjang sebelah. 

Marsiganjangan. Dia sudah kebal pada hinaan. Dia hanya fokus pada tujuan, selama di perjalanan Rait banyak menemukan  hal-hal baru yang menginspirasi. Menemukan ketulusan banyak orang di sepanjang perjalanan. Bang Rait yang punya pengalaman sering ikut demo, kerap kecewa. 

Karena sering kali menemukan penghianat di barisannya. Awalnya mereka bersama berjuang, tapi akibat satu dan lain hal, tiba-tiba ada yang menghindar dan membelot. Berbeda dengan TIM 11 masih tetap solid. 

Tidak ada penghianat di sini  . Semua masih setia dan militan. Itu yang membuat Rait bangga. Harapannya adalah : bertemu Presiden Joko Widodo. Kalau ketemu Pak Jokowi pasti Rait teriak 
" Sonangni anakmon da Inooong"
#TutupTPL.(Penulis Adalah Pegiat Medsos)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.