. Pulang | BeritaSimalungun

Pulang

Written By Beritasimalungun on Saturday, 14 August 2021 | 21:09


BS-Aku pikir setelah misi Tulus Iklas Militan (TIM) 11 “Aksi Jalan Kaki (AJAK) Tutup TPL”, Togu Simorangkir, Anita Martha Hutagalung (ONI) dan Irwandi Sirait didampingi 8 Tim Logistik yang terdiri dari Cristian Gultom, Erwin Hutabarat, Ishak Aritonang, Agustina Pandiangan, Bumi Simorangkir, Lambok Siregar, Yman Munthe dan Jevri Manik sudah berhasil. Lalu seperti yang sudah berulang kami katakan, bahwa kami akan segera pulang. 

Kembali ke "habitat" masing-masing , maka perhatian dan dukungan pada kami selesailah sudah. Tapi ternyata dugaanku salah. Masih ada saja yang mau menjamu kami. Bahkan banyak permintaan ada dari kota yang memungkinkan untuk dilewati saat menuju pulang. 

Ada dari Palembang, Jambi, Pekanbaru, Duri, Lampung dll. Semua menawarkan supaya kami mampir. 
Dengan berat hati kami menolak. Karena tujuan Oni dkk adalah pulang secepatnya. Jadi ambil rute tercepat. Dari Merak menyeberang ke Bakauheni. 

Kami lengkap dengan surat vaksin dan swab antigen. Begitu kapal sandar, perjalanan kami  lanjut terus. 
Malam hari kami sampai di Palembang, singgah di seputaran Jembatan Ampera hanya untuk makan malam. Lalu melanjutkan perjalanan, tidurnya di mobil aja.
 
Yang nyetir bergantian. Kami berhenti kalau yang nyetir benar² mengantuk. Parkir di parkiran SPBU. 
Tidur di mobil aja. Begitu terbangun lanjut perjalanan. Di Belilas kami mau mampir, karena emang pas kami lewati. Kami disediakan makan siang yang enak kalee.
 
Di rumah makan Pulo Samosir, ownernya Pak Jovita Pandiangan /br Purba. Hadir juga disitu St Siregar, beliau bahkan menyalamkan uang buat beli bensin katanya. Mereka senang sekali bertemu dengan TIM 11 yang tersisa. Sintua Siregar banyak bertanya pada Togu Simorangkir.
 
Setiap hari mereka selalu ikuti cerita kami. Sejak awal TIM 11 berangkat mereka sudah sibuk ingin menjamu makan. Apalagi Mak Jovita br Purba, dibilangnya kek gini: "Selama ini kupikir cerita tentang Oni mertua idaman itu cuma fiktif , ternyata betul-betul nyata".

Sudah dari 3 tahun yang lalu dia stalking Facebook Oni. Akhirnya bisa ketemu Oni malah makan di rumah makan miliknya. Bahkan Oni dan TIM 11 mandi disana. Barulah melanjutkan perjalanan. Diperjalanan menuju Minas, temannya ito Gultom menemui kami diperjalanan. Dan mengajak makan mi goreng atau makan apalah yang kami suka. 

Tapi dengan berat hati kami menolak karena masih kenyang. Mobil melaju lagi. Pokoknya kami semangat untuk segera tiba dirumah. Tidur di mobil.  Pagi-pagi terbangun udah di lain propinsi. Lanjut terus perjalanan. Tancap gas.

Sambil cari tempat sarapan, pilihan kami adalah mampir sarapan di Toba Bakmi Aek Kanopan. Selesai sarapan  tiba-tiba ada seorang perempuan yang nyelonong masuk. "Oniii....akhirnya aku ketemu Oni " katanya senang. 

Ternyata dia mengikuti  Live Oni. Makanya tau kami sarapan di Toba, Dia boru Tobing nyonya Pasaribu. Dan dia memaksa untuk membayar sarapan kami. Setelah poto-poto kami keluar.

Eh....tiba-tiba udah ada lagi yang teriak : "Oniii... " Dan langsung peluk-peluk Oni sekuat-kuatnya. Waduuh... dalam hatiku, kalau tadi masih live pasti udah di buly nih, peluk-peluk di masa PPKM. 

Tapi seperti biasa, Oni percaya dia sehat . Lagian liat dia sampai gemetaran pegang HPnya sangking senangnya ketemu Oni , kek manalah mau kubilang ya. Ya udahlah pasrah aja. Boru Siagian katanya dia, tau Oni mampir di Toba karena lihat live nya Oni. Dan mau bayarkan sarapan kami.
 
Aku bilang udah sempat dibayarin tuh. Disini Oni mengucapkan terimakasih  buat kalian yang sudah menghubungi Oni untuk mampir. Harap maklum, kami ingin secepatnya pulang ke rumah masing-masing. 

2 bulan berpisah dengan keluarga bukan waktu yang singkat. Apalagi ito Togu Simorangkir istrinya dalam perawatan karena covid. Tentu anak²nya butuh bapaknya, ketika emaknya sakit. Ito Christian Gultom selain rindu sama istri, Paul dan Gomos  juga persediaan beras sudah menipis.
 
Ketua Jevri Manik juga sudah bulak balik ditanya anaknya kapan pulang. Makanya tadi kami turunkan Ketua di ramba-ramba di simpang jalan kerumahnya di kebon. Makanya jarak Jakarta - Lima Puluh bisa ditempuh selama 50 jam. 

Dan kami yang di mobil semua dalam keadaan sehat walafiat. Luar Biasa Penyertaan Tuhan bagi kami. 
Oni di jemput anakku yang bungsu Meon Johan Simeon Damanik di Limapuluh.  Dia menunggu di depan gereja HKBP 50.

Tapi sebelum kami bubar jalan. Ito Gultom mengundang makan siang di rumahnya. Karena Istri tercintanya sudah masak enak, ada pecal dan ada ikan gurami organik hasil kolamnya. Ketika mereka sibuk mempersiapkan makan. Oni pun sibuk numpang mandi.

Makan siang yang nikmat, suasana rumahnya rumah kebun yang asri. Canda-canda kami. Sungguh membuat kami seperti saudara saja. Kami akhiri pertemuan dengan poto-poto. Kami berpisah di sini.
 
Togu dan Bumi ke rumahnya di Silulu Serapuh. Bang Rait dan Ewin Rico Hutabarat ke Parapat membawa mobil Xpander. Hari Senin nanti Ewin akan mengantarkan Xpander ke pemiliknya Ferry J Sihombing di Sidikalang.
 
Oni dan Meon menuju Binjai. Sebelum Oni masuk ke mobil mamak Paul Ade Manalu memeluk Oni erat sekali, sangat erat matanya berkaca-kaca. Dia seperti seorang adik yang melepas  kakaknya pergi.
 
"Ntah kenapa aku seperti tak asing lagi dengan Oni, meskipun baru kenal, aku merasa kita sudah seperti saudara" katanya sambil kembali memeluk erat Oni.  Etaheee.....Kek mana pulak kami anggota TIM 11 yang 2 bulan terus bersama selama ini. 

Gak terkata-katakanlah gimana rasanya. Siang malam bersama-sama dalam situasi apapun juga. Tiba-tiba berpisah begitu saja. Aku teringat pada seseorang , katanya begini: Inilah hal yang paling tidak aku sukai : berpisah. 

Hmmm....Ada benarnya sih, tapi menurut Oni tergantung orangnya. Bagaimana hubungan/relasi yang tercipta. Semakin baik hubungannya, semakin sedih rasanya. Begitu juga sebaliknya. Saat ini Oni sudah kembali di rumahku, di kamarku sendiri.
 
Meon barusan pamit kembali pulang ke Medan kerumah abangnya. Gak usah kalian bayang-bayangkan gimana perasaan Oni yang biasanya rame-rame, kini seorang diri. Kelien gak akan sanggup , biar Oni aja. Oni emang kek gitu orangnya .

"Oni dan TIM 11 berangkat tanggal 14 Juni 2021. Oni dan TIM 11 kembali tgl 14 Agustus 2021. Bukan ketepatan tapi ketetapan". ONI.(Penulis Adalah pegiat Media Sosial) 


Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.