. Cerita Oni (Anita Martha Hutagalung) Tentang "Sinaga ParBandung" | BeritaSimalungun
Home » , » Cerita Oni (Anita Martha Hutagalung) Tentang "Sinaga ParBandung"

Cerita Oni (Anita Martha Hutagalung) Tentang "Sinaga ParBandung"

Written By Beritasimalungun on Thursday, 12 August 2021 | 09:56

ONI dan Sinaga ParBandung.(Foto Kolase FB: Anita Martha Hutagalung)


Oleh: Anita Martha Hutagalung

Tanggal 27 Juli 2021, tepat di hari ke 44 Tulus Iklas Militan (TIM) 11 “Aksi Jalan Kaki (AJAK) Tutup TPL”, Togu Simorangkir, Anita Martha Hutagalung (ONI) dan Irwandi Sirait didampingi 8 Tim Logistik yang terdiri dari Cristian Gultom, Erwin Hutabarat, Ishak Aritonang, Agustina Pandiangan, Bumi Simorangkir, Lambok Siregar, Yman Munthe dan Jevri Manik tiba di Jakarta. Lalu TIM 11 tinggal si Apartemen selama 10 hari.

Tanggal 06 Agustus 2021 , tepat di hari ke 53 TIM 11, tiba di Istana Negara di Jakarta. Trus selama 10 hari "masa penantian" itu TIM 11 kemane aje? Secara kita di Jakarta getoh. Kami gak ke mana-mana. 
Bukan karena kami tak punya sodara atau teman di Jakarta. 

Oni kasi contoh nih. Togu Simorangkir aja 90% saudara dari pihak bapaknya emang tinggal di Jakarta. Bang Rait bapak kandungnya aja tinggal di Jakarta. Kami semua punya sodara di Jakarta. Tapi TIM 11 harus tetap "steril" sampai tujuan kami bertemu dengan Presiden Joko Widodo   berhasil. 

Makanya kami sabar menanti di Apartemen. Semuanya kami patuh pada aturan. Karena Ito Togu yang sodaranya banyak aja gak ke mana-mana. Bumi Simorangkir anak umur 8 tahun aja betah dan sabar menanti, masak kami kalah ama anak-anak.

Jadi selama penantian itu, sodara, teman, sahabat yang ingin ketemu , mereka datang menemui kami di Apartemen. Nah.... Setelah Bapak Jokowi menerima TIM 11 ke Istana. Artinya misi sudah tercapai. Maka kami bebas mau berkunjung kemana saja, asal tetap laporan ke "markas".

Oni di jemput botou Gideon Sinaga dan eda Santa Anna  ke Apartemen Prapanca. Mereka pamitan pinjam Oni dulu mau dibawa ke Bandung. Tapi sebelum pergi kami ngobrol santai, ngakak-ngakak dengan Ito Togu , Ito Christian Gultom , dkk.
 
Ternyata ada satu lagi adik bungsu Gideon Sinaga  yang ikut ke Bandung , namanya Julianus. Oni dapat hadiah masker 3 kotak dari bininya. Tapi bininya gak ikut ke Bandung. Jadi Oni itu dikawal oleh  3 orang kakak beradik marga Sinaga. Sampai di Bandung sudah tengah malam. Oni ngatuk langsung tidur nyenyak di Margins.
 
Pagi-pagi eda Anna ngajak olga jalan kaki ke Gelora Bandung Lautan Api. Dalam hati Oni berkata, ngapain juga nih si eda ngajak jalan kaki, secara gue udah neg' jalan kaki selama 44 hari. Berhubung karena gue tuh tamu, ya manut bae'lah.
 
Ternyata beliau mau ngerasakan gimana rasanya jalan kaki sama Oni. Syukurnya Bandung udaranya sejuk, jalan yang kami lalui juga pemandangannya keren. Sawah dan ladangnya rapi, bersih, sedap dipandang mata. Tak lama si eda ngos-ngosan, padahal kita jalan kaki cuma 3 kilometer.

Dan Gideon langsung menelpon abangnya Tunggul Sinaga untuk menjemput kami di Gelora. Bertambah lagi pengawalku jadi 4 orang yang menemani Oni raun-raun di Bandung. Mampir di Mesjid Terapung, sampai mlipir ke Gunung Manglayang. Tapi karena masih PPKM semua tempat wisata pada tutup. 

Tempat nongkrong juga tutup. Akhirnya kami makan Kupat tahu yang enak di rumah botou Tunggul. 
Abis itu Oni dibawa pergi ikut acara syukuran si Aldiar Sinaga  anaknya botou Tunggul, memasuki rumah usaha yang baru. 

Rame....kumpul semua keluarga Sinaga disana. Hadir juga mamak mereka, Opung Yemima br Sipayung usianya sudah 81 tahun, masih sehat dan cantik. Malam harinya Oni dibawa lagi ke rumah Zefanya Sinaga.

Kekuarga Sinaga Parbandung ibadah Minggu di rumah tersebut. Yang khotbah adeknya Gideon Jahutman Sinaga. Siapa sih keluarga Sinaga ini? Sodara Oni ya? Nggak tuh. Kami bukan sodara, bukan teman sekampung, bukan teman kerja atau apapun itu. 

Aku stay di Binjai, Gideon di Tangerang. Diawali dengan pertemanan Facebook Oni dengan Kang Deden alias Gideon tahun 2017. Teman dumay. Trus kami ketemu gak sengaja di satu acara di TIMII Jakarta.  Ada ribuan orang yang hadir disana. Tiba-tiba ada yang mendekat  dan menyapa Oni.
 
"Botou Anita boru Hutagalung ya... ?" Aku langsung ingat poto profil facebooknya. "Botou Gideon Sinaga ya ?". Cuma gitu aja basa-basinya, lalu jepret poto selfie. Lalu setahun kemudian Oni menghadiri satu acara di Toba Dream di Jakarta. Ketemu lagi dengan  Kang Deden (beliau biasa di panggil begitu) , acara berakhir hampir jam 12 malam. 

Ada " masalah" saat itu yang tidak disangka terjadi. Dan botou Gideon yang jadi penyelamat Oni. Sejak itu kami sering komunikasi. Orang yang baik sama Oni akan selalu aku ingat. Apalagi orang yang sudah menyelamatkan Oni. Seiring waktu berjalan Oni akhirnya kenal keluarganya, istrinya boru Sipayung, putri mereka Elqara yang cantik.
 
Lalu Oni kenal dengan keluarganya yang di Jakarta dan keluarganya yang di Bandung. Dan Oni beberapa kali bertemu diacara keluarga dan di pesta keluarga Sinaga. Jadi Oni itu ke Bandung menemui sodara ketemu tua.

Oni itu dibawa keliling dari rumah yang satu kerumah yang lain. Kebayang gak kalian gituh. Aku aja sampai sekarang masih terheran-heran. Besoknya Oni dibawa ke cimahi. Ketemu boru Sinaga juga, yang berteman Facebook, eda Adriani Heriaty Sinaga  ini fansnya Oni sudah sejak 4 tahun yang lalu.
 
Eda ini senang sekali bertemu Oni, kami dibawa makan siang dan menikmati pemandangan di Punclut. 
Lalu mampir membeli  oleh² Kartika Sari buat TIM 11, juga menitip uang jajan buat Bumi. Baik bangat kan. Kami berpisah di Dago. 

Dari Dago kami  langsung menuju ke rumah Ny St Lerman Sinaga br Sipayung (emaknya Gideon) 
Saat makan malam, Oni benar-benar kaget karena Keluarga besar Sinaga ParBandung manurduk Dayok Nabinatur buat Oni. 

Agar Oni dalam keadaan sehat dalam perjalanan pulang, bertemu anak cucuku dalam keadaan sehat. Agar Oni dalam menjalani hidup didalam keteraturan. 

Acara memberi dan menerima Dayok Nabinator itu adalah acara suka cita (malas ni uhur). Tapi ntah kenapa air mataku bercucuran begitu saja. Perasaan hatiku berkecamuk, antara kaget, sedih, senang, terharu. 

Siapalah aku ini Tuhan, selalu saja ada orang yang berbaik hati pada Oni. Selalu saja ada orang yang sayang dan perhatian padaku. Selalu saja ada. Tapi kali ini bukan hanya seorang atau perorangan saja. 
Melainkan sekeluarga  (mamaknya, anak²nya, menantu²nya, cucu²nya) menyayangi Oni. Aku merasa terberkati. 

Oni beruntung bisa mengenal keluarga yang dikenal suka menolong dan berbagi ini. Mereka dikenal dengan sebutan keluarga Sinaga ParBandung. Sehabis makan malam, keluarga yang sangat kompak ini pun menyanyi sambil main gitar.
 
Mereka selain ganteng-ganteng pintar nyanyi juga. Dan semua tukang ngebodor (becanda). Mereka memperlakukan Oni itu seperti keluarga sendiri. Sehingga aku tidak sungkan lagi. Besoknya  tgl 10 Agts pagi-pagi kami berempat sudah siap-siap kembali ke Jakarta. 

Oni banyak bawa oleh² dari keluarga Sinaga ParBandung. Btw Oni dan TIM 11 ada acara untuk berkunjung dan belajar di Hutan Organik Megamendung Bogor. Kembali lagi Sinaga kakak beradik ini mengantarkan Oni ke lokasi untuk bergabung dengan TIM 11.

Dan mereka menemani Oni  sampai sore. Setelah itu Oni permisi lagi pada Togu untuk 1 malam lagi meninggalkan Markas. Kali ini Oni bermalam di rumah kakaknya Gideon (Santa Anna) di komplek Perumahan Polri. 

Banyak hal yang kami obrolkan berdua, secara kami sama-sama single parent. Pagi-pagi bangun tidur  Oni sudah baca pesan Ito Gultom di WAG. Gaes, jam 11 kita makan siang bersama tulang Nestor dan tulang Suhunan di Apartemen Prapanca ya.

Langsunglah Oni bersiap-siap. Eda Anna yang antar aku ke apartemen. Tapi kami sarapan dulu. Berhubung masih PPKM sulit nyari penjual sarapan. Kami beli sarapan enak di pinggir jalan. Oni sampai ke Prapanca Apartemen telat 30 menit. 

Karena aku nyasar ke Prapanca Griya. Etaheee. Kalok gak nyasar  gak Oni namanya. Sering nyasar tapi tak pernah tersesat. Kalaupun tersesat, Oni  tersesat di jalan yang benar. Oni emang kek gitu orangnya. (Penulis Adalah Pegiat Media Sosial)


Oni dapat masker dari boru Hutabarat bininya Julianus Sinaga.




"Air mata haru bercucuran. Siapakah aku ini Tuhan," Oni. 




Teman Facebook Oni sejak 2017







Saat Oni menerima Dayok Nabinatur dari keluarga St Lerman Sinaga.



Di Punclut.



Pertama ketemu di TMII tahun 2018.


Senin pagi Oni di temani ke Cimahi.


Oni dikawal keluarga Sinaga di Gunung Manglayang.

Oni di Mesjid Terapung.



Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.