. Mencari Donasi Pembangunan Rumah Ibadah Lewat Buah Karya Jemaat GKPS Tinggi Saribu | BeritaSimalungun
Home » , » Mencari Donasi Pembangunan Rumah Ibadah Lewat Buah Karya Jemaat GKPS Tinggi Saribu

Mencari Donasi Pembangunan Rumah Ibadah Lewat Buah Karya Jemaat GKPS Tinggi Saribu

Written By Beritasimalungun on Saturday, 16 October 2021 | 09:33

Buah Tangan Jemaat GKPS Tinggi Saribu

Tinggi Saribu, BS
-Memberdayakan buah karya jemaat dalam pencarian dana pembangunan gereja, kini masih jarang dilakukan oleh Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Bagi sebagian gereja, pencarian dana pembangunan gereja kerap mengandalkan proposal dan berharap kepada donateur-donateur tertantu saja. Namun kali ini berbeda dengan hal-hal biasa dan monoton semata.

Adalah Jemaat GKPS Tinggi Saribu. Jemaat GKPS Tinggi Saribu tidak hanya mengandalkan proposal dalam mencari donasi pembangunan gereja. Namun melakukan model baru dengan memberdayakan jemaat untuk menciptakan buah karya dan dijual secara ofline dan online.

Lewat motivator Jemaat GKPS Tinggi Saribu, yakni Pdt Defri Judika Purba STh dibantu Vik.Pdt Paul Sinaga STh, Jemaat GKPS Tinggi Saribu lebih semangat dalam berkarya dengan produk lokal khas Tinggi Saribu. 

Produk lokal Jemaat Tinggi Saribu yang ditawarkan adalah “Sapah” terbuat dari kayu pilihan (Hatarum, Hole, Nangka), antik dan berseni dan harga sesuai bentuk dan jenis kayu. “Sapah”ini adalah tempat makan Khas Simalungun jaman kerajaan. 

Kemudian Pisau. Sarung atau Suhul terbuat dari kayu Hataran. Bentuk Rapi, kuat dan berseni. Tersedia dalam dua pilihan ukuran besar dan kecil. Selanjutnya produk Sangkalan (Telenan) terbuat dari kayu pilihan (Hole). Bentuk rapi, berseni dan tahan lama dan tersedia dalam tiga ukuran dengan harga yang berbeda.

Produk unggulan lainnya yang ditawarkan Jemaat GKPS Tinggi Saribu dalam pencarian dana pembangunan gereja yakni Gula Aren yang terbuat dari air pohon aren pilihan di Tinggi Saribu. Gulanya asli tanpa bahan tambahan lainnya. 

Selanjutnya produk “Pordah” gagang cangkul. Terbuat dari jenis kayu pilihan (Hole) dengan kualitas kuat, halus dan tahan lama. Terakhir adalah produk “Sangkak” (tempat ayam bertelur) dengan bahan terbuat dari bahan rotal pilihan, tahan lama, rapih dan kokoh. 

Pada pengiriman pertama, Vik.Pdt Paul Sinaga sudah mengemas produk untuk dikirim ke Binjai, Medan, Pancur Batu, Jambi dan Sidikalang. “Semoga proses ini akan membentuknya menjadi seorang pelayan yang berjiwa entrepreneur dalam hal peningkatan ekonomi jemaat. Terimakasih untuk yang sudah order produk dari GKPS Tinggi Saribu tahap pertama,” ujar Pdt Defri Judika Purba STh sembari membagikan video pengemasan produk.

Pdt Defri Judika Purba juga sudah memberitahukan pembukaan Order Tahap Dua lewat akun Facebooknya. 

“Setelah berbenah disana sini maka pemesanan produk olahan GKPS Tinggi Saribu kami buka kembali. Mari order bapak ibu dan teman-teman untuk mendukung pekerjaan peresmian GKPS Tinggi Saribu. Pemesanan kami terima sampai pada hari Minggu 17 Oktober 2021. Karena satu dan dua hal maka terjadi penyesuaian harga dengan produk yang pertama,” ujar Pdt Defri Judika Purba.


Banyak Pesanan

Pdt Defri Judika Purba menambahkan, Produk Olahan Jemaat GKPS Tinggi Seribu banyak pesanan sehingga pembuatannya agak lambat. “Bapak ibu dan teman-teman, terimakasih untuk  dukungannya atas produk GKPS Tinggi Seribu melalui pemesanan kepada kami. Kami meminta maaf karena beberapa pesanan belum bisa kami kirimkan sampai saat ini,” ujarnya.

“Ada empat alasan keterlambatan kami. 1. Banyaknya pesanan produk sehingga kami kewalahan. 2. Manejemen untuk mengolah produk masih perlu penataan. 3.Kerusakan alat untuk memproduksi olahan. 4.Kesibukan warga jemaat yang begitu melelahkan. Selain untuk mengolah produk mereka juga harus bergotong royong mengambil material bangunan (batu dan pasir),” tambah Pdt Defri Judika Purba.

“Kami sudah berproses dalam situasi ini dan setiap hambatan sudah kami atasi dengan baik. Karena itu bapak ibu dan teman-teman yang sudah memesan produk,  semua pesanan pertama sudah kami siapkan dan minggu ini akan kami selesaikan. Admin akan menghubungi bapak ibu teman sekalian. Dukung terus produk olahan jemaat GKPS Tinggi Seribu untuk kelancaran Pesta Peresmian GKPS Tinggi Saribu. Oh ya, kami akan open order produk untuk tahap kedua dengan manajemen yang lebih baik lagi,” katanya.

Bahkan Pdt Defri Judika Purba menceritakan bagaimana Jemaat GKPS Tinggi saribu berjibaku untuk mencari Kayu Hataran ke lembah hutan dengan jalan yang terjal dan “menakutkan”. 

“Dua produk unggulan olahan GKPS Tinggi Saribu yaitu Sapah dan Pisou. Dua produk ini lumayan mahal karena bahan baku yang susah dicari, bernilai historis, rumit dan butuh waktu lama untuk mengerjakan,” katanya.

Lewat akun sosial media miliknya, Pdt Defri Judika Purba juga membagikan video Jemaat GKPS Tinggi Saribu mencari kayu Hatarum, bahan baku untuk pembuatan sapah dan sarung pisau.

“Kelak video ini akan mengajarkan Jemaat GKPS Tinggi Saribu bahwa untuk mencapai tujuan yang besar dibutuhkan komitmen, kesungguhan hati, kerja keras, daya juang dan semangat yang tidak boleh putus. #MenujuPeresmianGKPS Tinggi Seribu,” tulisnya.


Bahkan secara khusus Pdt Defri Judika Purba STh bersama Istri Tercinta Nofika Frisliani Sinaga merilis lagu Simalungun “Garama Pargula” Ciptaan Pdt JP Tamsar STh lengkap dengan videoklip di Tinggi Saribu.

“Bapak ibu dan teman-teman yang baik berikut video duet saya bersama si Borsin Nofika Frisliani Sinaga. Lokasi syuting di Desa Tinggi Seribu. Gambar diambil dan diedit dengan sabar oleh Vik. Pdt. Paul Sinaga. Oh ya  kalau terhibur dengan video ini, silahkan bantu jemaat GKPS  Tinggi Seribu ya. Membantu share juga sudah sangat membantu. Donasi bisa ditranfers ke Rekening BRI 5351-01-021947-53-0  a/n GKPS Tinggi Saribu,” ujar Pdt Defri Judika Purba STh. (Berbagaisumber/Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis