. Riwayatmu Kini Jalan Provinsi Lintas Pematangsiantar - Saribudolok | BeritaSimalungun
Home » , , , , , , , , » Riwayatmu Kini Jalan Provinsi Lintas Pematangsiantar - Saribudolok

Riwayatmu Kini Jalan Provinsi Lintas Pematangsiantar - Saribudolok

Written By Beritasimalungun on Thursday, 12 May 2022 | 11:20

Sejak Tahun 2008 Lalu, Janji Kosong Gubsu dan Bupati Simalungun
Foto: Beritasimalungun
Oleh: Asenk Lee Saragih 

Pada April 2008 lalu, Penulis masih ingat peryataan Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM di Jambi usai dirinya menerima penghargaan “Akutila” (“Jujur Adalah yang Utama”) dari Karangtaruna Pusat dan Kejaksaan Agung RI oleh Kejagung Hendarman Supandji di SMP 7 Kota Jambi.

Saat itu Penulis menayakan soal kondisi jalan lintas Pematangsiantar-Saribudolok yang mengalami rusak berat. Menurut Zulkarnaen saat itu, sekitar 45 kilo meter jalan provinsi dan nasional di Kabupaten Simalungun segera butuh perbaikan. Jalan tersebut dari P Siantar hingga kecamatan Tigarunggu. 

“Pak Gubernur Sumatera Utara sudah berjanji akan memperbaiki jalan tersebut tahun 2009 ini. Mungkin dalam dua tahan anggaran yakni tahun 2009 dan 2010,” kata Drs T Zulkarnain Damanik menyakinkan penulis.

Kata Drs T Zulkarnain Damanik saat itu, perbaikana infrastruktur jalan di Simalungun kini masih terkendala dana. Sehingga pembangunan jalan hingga ke sentra-sentra pertanian di Kabupaten Simalungun masih belum merata.

“Kita harapkan Dinas PU Sumatera Utara memperhatikan kondisi jalan di Kabupaten Simalungun. Karena jalan merupakan urat nadi perekonomian di Kabupaten Simalungun. Semoga saja janji Gubernur Sumut itu segera terwujud tahun ini,” kata Drs T Zulkarnain Damanik saat itu.

Sebenarnya Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin tahun awal 2008 lalu itu telah berjanji kepada Bupati Kabupaten Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM untuk memperbaikin jalan provinsi sepanjang 45 kilo meter di Kabupaten Simalungun yang kondisinya kini menprihatinkan. Jalan provinsi tersebut terdapat dari Simpang Dua Pematangsiantar hingga perbatasan Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.

Kemudian giliran Bupati Simalungun dijabat JR Saragih selama 10 tahun, persoalan serupa tetap saja terjadi. Bahkan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil Simalungun, Anggota DPR RI Dapil Simalungun, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun silih berganti, kondisi jalan lintas Pematangsiantar-Saribudolok dari sejak 2005 lalu hingga 2022 ini kondisinya tak jaug beda, rusak parah.

Ternyata Pemerintah Kabupaten Simalungun dan yang terdapat didalamnya tidak mampu membangun infrastruktur di wilayah Kabupaten Simalungun. Sinergitas antara politikus asal Simalungun, kepala daerah di Simalungun, wakil rakyat dari Simalungun, tokoh Simalungun hanya pencitraan semata. 

Harapan masyarakat sejak Pilkada 2020 lalu bertumpu pada kepemimpinan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga. Ternyata kualitasnya juga tak jauh beda dengan Drs T Zulkarnain Damanik, JR Saragih yang tidak mampu melobi kementerian PUPR atau pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur di wilayah Simalungun. 

Kualitas proposal pembangunan infrastruktur di Simalungun yang dibuat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Simalungun selama ini kurang menarik perhatian Kementerian PUPR RI. 

Pengamatan penulis menunjukkan, kondisi jalan lintas Pematangsiantar-Saribudolok, Simpang Raya-Tigaras sungguh meresahkan masyarakat pengguna jalan. Disejumlah titik tampak ada material untuk perbaikan berupa kerikil dan pasir, namun perbaikannya tak kunjung jadi.

Kondisis jalan provinsi di Kabupaten Simalungun dari P Siantar hingga Saribudolok, Kecamatan Silimakuta rusak berat. Perlu adanya pelebaran jalan tersebut sehingga bisa dilalui bis-bis besar dengan leluasa.

Setidaknya pengusaha transportasi sudah mengeluhkan kondisi jalan di Kabupaten Simalungun selama puluhan tahun. Banyak kenderaan yang rusak karena kondisi jalan yang memprihatinkan dan juga makan korban nyawa.

“Lebih capek naik bis dari Pematangsiantar ke Saribudolok, Kabupaten Simalungun, dari pada perjalanan dari Kota Jambi ke Pematangsiantar. Terguncang-guncang, kondisi jalan yang harus kita hadapi saat melintasi jalan di Kecamatan Panei Tongah, Raya, Simpang Raya hingga Tigaras membuat tak nyaman,” demikian celoteh Robin Saragih kepada penulis yang baru mudik dari Kabupaten Simalungun.

Era Jokowi

Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, masyarakat sangat senang dan mengapresiasi kinerjanya bersama kabinetnya. Khususnya bidang infrastruktur jalan dan jembatan. Tol dibangun, jalan lintas provinsi dibangun, trans Papua, Tol Trafs Sumatera dibangun. Semua pembangunan membanggakan rakyat. 

Tapi lain dengan di Kabupaten Simalungun. Keperkasaan Jokowi dalam membangun infrastrutur di Pulau Jawa dan Papua dan sebagian wilayah Sumatera, tak terasa di Kabupaten Simalungun. Faktanya, Jalan Lintas Provinsi Pematangsiantar-Saribudolok sudah puluhan tahun sempit tanpa pelebaran dan tanpa pembangunan drainase kiri kanan jalan. 

Sehingga Jalur Lintas Pematangsiantar-Saribudolok kerap makan korban karena kenderaan tabrakan dan terbalik ke pinggir jalan. Lalu kenapa sampai ke Presiden Jokowi? Bukannya Dinas PUPR Sumatera Utara dan PUPR Kabupaten Simalungun yang harus bertanggungjawab? 

Memang Benar PUPR Sumut dan Simalungun yang bertanggungjawab. Setidaknya Anggota DPRD Sumatera Utara Dapil Siantar-Simalungun dan Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Anggota DPR RI Dapil Sumut III (Termasuk Simalungun), Anggota DPD RI Dapil Sumut (Termasuk Simalungun) juga ikut berdosa. 

Pasalnya mereka tak pernah memikirkan dan memperjuangkan Jalan Lintas Pematangsiantar-Saribudolok untuk dilebarkan dan untuk dibangun saluran drainase kini kanan sepanjang jalan lintas itu. 

Satu-satunya harapan adalah Presiden Joko Widodo. Semoga Presiden Joko Widodo suatu waktu “menjewer” kuping Bupati Simalungun dan Gubernur Sumatera Utara agar mau membangun jalan Pematangsiantar-Saribudolok yang sudah lama terabaikan ini.

Satu-satunya harapan rakyat Simalungun, Joko Widodo meluangkan waktu untuk melintasi jalan Pematangsiantar-Saribudolok agar Menteri PUPR RI dapat melihatnya dan menjadikan jalan Pematangsiantar-Saribudolok sebagai jalan Nasional. Kalau statusnya sudah jalan Nasional, APBN yang akan mendanai pembangunannya. 

Sekali lagi Pak Jokowi, jangan biarkan lagi rakyat jadi korban di jalan Pematangsiantar-Saribudolok karena kualitas dan kondisi jalan itu yang kian buruk.

Jalan lintas Pematangsiantar-Saribudolok banyak rusak, seperti di Panei Tongah, Kecamatan Purba, Silimakuta Saribudolok. Selain jalan yang sempit, juga tidak dilengkapi saluran drainase yang memadai. Sehingga saat hujan deras, air tumpah ke badan jalan dan banjir.
Misalnya pada Minggu 23 Desember 2018 lalu, Truk BK 8088 CD yang mengangkut puluhan ton sayur kol, diduga mengalami putus rem di jalinsum Kelurahan Merek Raya, Kabupaten Simalungun, sekira Pukul 14.00 WIB menabrak rumah serta satu bus merk Raya Jaya Trans (RJT).


Tragedi Makan Korban

Sudah berali-kali tragedi kecelakaan lalulintas terjadi di Pematangsiantar-Saribudolok. Menurut catatan Penulis, satu unit minibus Raya Jaya Trans jurusan Pematangsiantar-Simalungun terbalik hingga tiga kali, Rabu 29 Juli 2015 lalu sekitar pukul 08.30 WIB. 

Bus Raja Trans BK 7449 TL dikemudikan Tegar Saragih (40) warga Batu 20, Sirpang Sigodang Kecamatan Panei Tongah. Akibat kejadian tersebut 3 orang tewas, 8 diantaranya mengalami luka, termasuk 3 pegawai Pemkab Simalungun.

Tiga korban tewas dan 8 luka-luka, saat bus Raja Trans BK 7449 TL terbalik di Jalan Raya Siantar-Saribudolok, Desa EmBong, Nagori Panombeian Pane yang dikemudikan Tegar Saragih (40) seorang warga Batu 20, Sirpang Sigodang Kecamatan Panei Tongah.

Para korban saat itu di bawa ke RS Djasamen Saragih. Dua korban tewas dibawa ke forensik RSUD Djasamen Saragih, yang diketahui bernama Roslina br Damanik (65), warga Sipoldas, Kecamatan Panei Tongah, Simalungun, dan kernet bus Hansen Damanik (36). Sementara Lermi Saragih (68) korban luka berat,  warga Batu 20, Sirpang Sigodang, Kecamatan Pane Tongah sempat dilarikan ke RS Vita Insani P Siantar, namun nyawanya tak tertolong lagi.

Misalnya juga pada Minggu 23 Desember 2018 lalu, Truk BK 8088 CD yang mengangkut puluhan ton sayur kol, diduga mengalami putus rem di jalinsum Kelurahan Merek Raya, Kabupaten Simalungun, sekira Pukul 14.00 WIB menabrak rumah serta satu bus merk Raya Jaya Trans (RJT).

Truk kemudian terbalik dan sayur kol bulat muatannya berserakan di pinggir jalan. Sementara beberapa penumpang bus RJT mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit di Siantar.

Kejadian ini membuat warga Merek Raya terkejut. Suara gemuruh terdengar, warga yang sebagian besar sedang bersantai usai pulang ibadah Minggu, langsung berhamburan keluar rumah. Sedikutnya enam rumah rusak parah diseruduk truk dan bus yang mengelakkan tabrakkan dengan truk.

Baru-baru ini, satu unit mobil jenis Avanza terjun ke jurang di Jalan Lintas Siantar-Saribodolok tepatnya di Kelurahan Dame Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Rabu siang (20/4/2022) siang. 

Mobil yang terperosok kejurang itu berdekatan dengan longsor di samping kantor Bawaslu Simalungun. Informasi dihimpun di lapangan, mobil Avanza mengangkut 5 orang penumpang. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Jalinsum Panei Tongah

Sementara jalan aspal di Panei Tongah, Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, terkelupas diterjang banjir selama bertahun-tahun. Kerusakan jalan lintas Sumatera (jalinsum) di Panei Tongah, Kabupaten Simalungun, selain merupakan tanggungjawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, juga menjadi tanggungjawab pihak PTPN IV Unit Kebun Marjandi.
Kondisi jalan aspal di Panei Tongah, Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara yang puluhan tahun kondisanya rusak parah. 

Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara serta pihak PTPN IV Unit Kebun Marjandi diminta aktif untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di sepanjang jalan lintas Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei, Simalungun.

Sementara suara aktivis dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Simalungun tak pernah satu dana dan satu tujuan. Disaat Himpunan Mahasiswa Pemuda Simalungun (HIMAPSI) melakukan aksi unjuk rasa, tak aga gerakan berlanjut hingga perbaikan jalan benar-benar terwujud sejak tahun 2005 silam hingga 2022 ini.

Aksi unjukrasa Himapsi DPC Simalungun ternyata tak bergeming buat instansi terkait dan pejabatnya. Aksi unjukrasa HIMAPSI belum lama ini sebagai upaya untuk menggugah perhatian Pemerintah Sumatera Utara yang dinilai melakukan pembiaran kerusakan jalan provinsi bertahun-tahun di wilayah Kabupaten Simalungun, juga dapat janji semata. 

Sebelumnya juga ada aksi pemuda dan masyarakat Simalungun yang tergabung dalam Aliansi Simalungun Bersatu (ASB) mengecam Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil Simalungun yang tidak perduli terhadap kerusakan jalan provinsi di wilayah Kabupaten Simalungun. Kini ribuan kilometer jalan provinsi di wilayah Simalungun rusak berat selama bertahun-tahun.

Kerusakan jalan itu disuarakan Aliansi Simalungun Bersatu (ASB) yang terdiri dari GEMAPSI (Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Simalungun), GERPAKTAHAN (Gerakan Pemuda Anti Korupsi Transparansi Pemerintahan) saat melakukan aksi unjuk rasa di Panei Tongah dan ke PTPN IV Unit Marjandi, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Kamis (26/08/2021).

Juru bicara Aliansi Simalungun Bersatu Jahenson Saragih dalam orasinya menyatakan sikapnya bahwa menurut mereka Gubernur Sumut dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tidak bekerja dengan baik, begitu juga delapan Anggota DPRD Sumatera Utara yang berasal dari Daerah Pemilihan Sumut X yang meliputi Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

Jahenson Saragih juga menambahkan hampir semua jalan lintas propinsi Sumatera Utara dalam keadaan rusak parah, diantaranya Jalan lintas Perdagangan-Pematangsiantar, Jalan lintas Pematangsiantar- Saribudolok, jalan lintas Simpang Raya ke Tiga Ras, Jalan lintas Raya – Raya Kahean dan lainnya.

“Bahwa hingga saat ini kami menilai tidak adanya itikad baik dari Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara untuk melakukan perbaikan terhadap jalan lintas Provinsi Sumatera di Kabupaten Simalungun. Kami juga menilai tidak adanya upaya yang dilakukan oleh Anggota DPRD Sumatera Utara yang berasal dari Daerah Pemilihan Sumut X yang meliputi Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar untuk mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna memperbaiki jalan rusak tersebut,” katanya.
Jalan aspal di Panei Tongah, Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, terkelupas diterjang banjir baru-baru ini. Kerusakan jalan lintas Sumatera (jalinsum) di Panei Tongah, Kabupaten Simalungun, selain merupakan tanggungjawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, juga menjadi tanggungjawab pihak PTPN IV Unit Kebun Marjandi. 

Sementara Ketua GEMAPSI Anthony Damanik dalam orasinya di depan Gedung Unit PTPN IV Marjandi mengatakan,  berdasarkan investigasi mereka di lapangan, kondisi jalan rusak di Kabupaten Simalungun ini juga sangat dipengaruhi oleh aktivitas PTPN IV yang kerap kali menimbulkan banjir yang tentunnya sangat berpengaruh terhadap kualitas jalan di Kabupaten Simalungun.

“Kami juga sudah menyampaikan ke Menteri BUMN, Jajaran Direksi PTPN IV Khususnya unit Marjandi untuk segera melakukan konversi tanaman sawit menjadi tanaman yang mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup atau segera angkat kaki dari Bumi HABONARON DO BONA,” tegas Anthony Damanik. 

Catatan Penulis, mereka wakil rakyat yang dipilih pada Pileg 2019 lalu Dapil Simalungun yakni Mangapul Purba SE (PDIP), Rony Reynaldo Situmorang (NasDem), Ir Iskandar Sinaga (Golkar), Saut Bangkit Purba SE (Demokrat), Gusmiyadi SE (Gerindra), Franky Partogi Wijaya Sirait (PDIP), Dra Hj Hidayah Herlina Gusti Nasution (PKS), H Rusdi Lubis SH MMA (Hanura).

Bahkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah sejak memimpin 5 September 2018 lalu, juga abai soal pembangunan infrastruktur di Kabupaten Simalungun. Hal itu tampak dari tak adanya perbaikan jalan provinsi disejumlah titik, terkhusus Jalan Lintas Simpang Raya-Tigaras dan Pematangsiantar-Saribudolok.

Masyarakat berharap jangan sampai sejak Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik, JR Saragih hingga RHS kualitas jalan provinsi di Simalungun tak kunjung diperbaiki. Jika hal ini sukar diwujudkan, sudah saatnya Kabupaten Simalungun dimekarkan menjadi dua, Simalungun Hataran dan Simalungun Atas. (Penulis Adalah Pegiat Media dan Blogger)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis