. Mabuk Berat, Warga Nagori Perdagangan Nyebur Dan Hanyut di Bahbolon | BeritaSimalungun
Home » » Mabuk Berat, Warga Nagori Perdagangan Nyebur Dan Hanyut di Bahbolon

Mabuk Berat, Warga Nagori Perdagangan Nyebur Dan Hanyut di Bahbolon

Written By GKPS JAMBI on Friday, 30 March 2012 | 12:07

Kronologis KejadianKronologis KejadianPERDAGANGAN-Suyetno (25), warga Dusun Sedotani I Perlanaan, Nagori Perdagangan II, Kecamatan Bandar, hanyut ditelan Bah Bolon, Selasa (27/3) sekira pukul 23.20 WIB.

Peristiwa ini terjadi saat korban bersama temannya Nanda (24) sedang mabuk berat menyeberangi jembatan rel kereta api di Nagori Bahlias. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke sungai.

Ditemui METRO di Polsek Perdagangan, Rabu (28/3) sekira pukul 14.00 WIB, teman korban Nanda menceritakan kejadian yang mereka alami. Menurut Nanda, awalnya mereka berlima, Dika (23), Tumiran (24), Anto (25), korban dan dia, berangkat bersama-sama ke Lapo Tuak milik Pakmin di Nagori Bahlias dengan mengendarai sepeda motor masing masing.

Korban berboncengan dengan Nanda mengendarai Honda Mega Pro BK 6853 TAG. Kelimanya berangkat ke lapo tuak tersebut sekira pukul 20.00 WIB. Setelah asik minum selama dua jam dan menghabiskan lima teko tuak, Dika, Tumiran dan Anto pulang lebih dulu.

Sementara korban dan Nanda memilih tetap tinggal dan tetap melanjutkan minum tuak hingga pukul 23.00 WIB. “Kami memesan dua teko tuak lagi setelah Dika, Tumiran dan Anto pulang,” jelasnya.

Setelah menghabiskan dua teko ini, keduanya pun memilih pulang. Dalam perjalanan, menurut penuturan Nanda, Yetno sudah mabuk berat dengan mata memerah dan tertidur diboncengan.

Sekira pukul 23.20 WIB, Nanda dan korban tiba di Jembatan Bah Bolon untuk kereta api di Nagori Bahlias. Karena jembatan tersebut hanya dilapisi dua papan, Nanda meminta korban untuk turun dari boncengan.

Dengan keadaan mabuk berat, korban pun turun dan Nanda sempat meminta kepada korban untuk menyeberang lebih dulu. Tetapi permintaan Nanda ini di tolak korban, justru sebaliknya korban meminta agar Nanda menyeberang lebih dulu.

Setelah sepakat, akhirnya Nanda menyeberang lebih dulu. Sesampainya Nanda diujung jembatan, sewaktu melihat kebelakang, korban sudah tidak terlihat lagi. Bahkan Nanda yang saat itu masih mabuk tidak melihat korban jatuh dan hanyut di sungai.

”Aku sempat mendengar suara Yetno minta tolong, tapi begitu aku lihat ke bawah, dia sudah tidak ada lagi dan langsung kukejar ketepi sungai, tetapi tidak ketemu,” ujar Nanda.

Sejurus kemudian Nanda pergi ke rumah tiga kawannya yang ikut minum tuak tersebut dan memberitahukan korban telah hanyut. Lalu mereka berempat mengabari sanak keluarga korban yang lain. Puluhan warga pun melalukan pencairan dipinggir sungai hingga pukul 05.00 WIB.

Kelurga Histeris Ketika di temui di Polsek Perdagangan, puluhan anggota keluarga korban ini tampak menangis mengadukan kejadian yang dialami putranya, Rabu (28/3) sekira pukul 13.20 WIB. Mereka meminta agar petugas segera turun mencari anak mereka.

Tuning (51) ibu korban ini tampak menangis histeris, Tuning mengaku awalnya korban pergi dari rumahnya dengan mengenakan celana jeans pendek dan memakai kaos hjitam. Permisi pergi bersama dengan teman- temannya.

 ”Dia pergi pakai celana pendek dan kaos hitam katanya ada kawannya baru pulang merantau, jadi mareka mau buat acara. Saya sudah larang jangan pergi karena ada firasat yang tidak enak tapi dia tetap pergi juga,” katanya sembari menangis.

Disekitar lokasi hanyutnya korban, tampak puluhan warga menelusuri sungai dengan berenang bersama petugas kepolisian dan tim penyelamat. Ada juga Tim yang mencari menggunakan sampan dayung. Sementara di tepi sungai terlihat ratusan warga berkerumun ingin melihat lokasi hanyutnya korban.

Kapolsek Perdagangan AKP TP Butar- butar ketika di temui METRO sekira pukul 14.00 WIB membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya tengah mengupayakan pencarian terhadap korban. Sementara rekan korban Nanda sedang mereka periksa untuk kepentingan penyelidikan. ”Kita masih melakukan pencarian dibantu warga sekitar lokasi,” katanya.(mag-02/ral)(metrosiantar.com)
Share this article :

Post a Comment

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.