Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Dihantam Banjir, Jalan Penghubung Antar Desa di Nagori Baja Dolok Longsor

Warga Kesusahan, Aktifitas Ekonomi Lamban
PUTUS- Jalan antar dusun di Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa nyaris putus total akibat luapan air yang berasal dari kebun Afd 8 PTPN IV Bah Jambi. (Foto: IRWANSYAH)PUTUS- Jalan antar dusun di Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa nyaris putus total akibat luapan air yang berasal dari kebun Afd 8 PTPN IV Bah Jambi. (Foto: IRWANSYAH) 





















TANAH JAWA- Dahsyatnya banjir kiriman dari kawasan Afd 8 PTPN IV Bah Jambi, Jumat (7/4) malam nyaris memutuskan jalan penghubung antar desa di Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa. Akibatnya aktifitas warga jadi terkendala karena harus melalui jalan lain yang jauh, becek, dan dianggap berbahaya. Selain itu, aktifitas ekonomi warga pun berjalan lamban.

Salah satu akibat yang ditimbulkan akibat putusnya jalan, yakni warga Dusun III dan Dusun IV yang ingin mengantar anak sekolah ke SDN Baja Dolok menjadi terganggu. Agar tidak terlambat, para orangtua terpaksa memutar sepedamotornya menempuh jarak 2 km keliling kebun sawit. Padahal jarak jalan yang putus dengan SDN tersebut hanya sekitar 150 meter.

Akibat lain dari putusnya jalan tersebut, para penghasilan pedagang di Dusun III dan IV menurun drastis karena tidak ada lagi kendaraan yang lalu lalang. Jika ingin keluar menuju tempat lain, pengendara sepedamotor harus melintasi jalan milik kebun Bah Jambi yang becek dan berlumpur. Di malam hari kawasan kebun sawit cukup seram dan menakutkan, apalagi jika hujan turun.

Kepada METRO, Senin (9/4), Tukidi (45), warga Dusun IV Baja Dolok mengatakan, limpahan banjir yang berasal dari kawasan kebun Afd 8 Bah Jambi selalu menghantam tembok jalan. Dan ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Air semakin menggila setelah pinggiran kebun dikeruk dengan alat berat dan dijadikan parit. Akibatnya air hujan tidak lagi berpencar dan kini terpusat pada parit galian kebun.

Dia menerangkan, begitu hujan lebat turun, air dalam parit meluncur deras menghantam tembok beton penahan jalan. “Air banjir kiriman meluap naik ke permukaan badan jalan dan akibatnya air menggerus dan melongsorkan badan jalan,” ujarnya.

Tukidi dan warga Baja Dolok juga mengaku kecewa karena terkesan ditelantarkan pihak manejemen kebun Bah Jambi. Pasalnya, jalan keluar masuk nagori yang berbatasan dengan kebun sawit pun dibuat lubang agar warga tidak bebas membawa kendaraan roda empat.

Warga juga mengaku kecewa terhadap Pemkab Simalungun yang sama sekali tak memberikan perhatian. “Warga rajin membayar pajak. Namun pemerintah tak pernah menunjukkan konsekuensi pembayaran pajak oleh warga dengan melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Terpisah, Pangulu Baja Dolok H Kusnayadi mengatakan, untuk persoalan jalan putus, Pemerintah Nagori Baja Dolok akan meminta bantuan pihak menejen PTPN IV Bah Jambi. Katanya, pihak perkebunan pernah diminta memberikan besi tebal bekas lori dan dia berharap itu bisa dipenuhi. Dengan demikian, rencana pembuatan jembatan mini dapat terealisasi. Katanya, pembuatan jembatan mini adalah solusi terbaik mengatasi luapan air. Dengan demikian, air banjir tidak lagi tertahan di satu titik dan sudah bisa langsung mengalir ke bawah jembatan. (iwa/ara)(metrosiantar.com)

Post a Comment

0 Comments