Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Pangulu Mark-up Harga Raskin di Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun

Raskin untuk Desa Hutaimbaru dan Soping Kecamatan Pamatang Silimakuta saat dimuat ke KM Dame. Foto Dok Asenk Lee Saragih.

GUNUNG MALIGAS- Warga Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun sangat menyesalkan sikap pangulu mereka yang menjual beras miskin (raskin) di atas harga yang telah ditentukan Bulog, yakni Rp1.600 per kg. Kepada warga, pangulu menjual raskin seharga Rp2.900 per kg.

Kepada METRO, Rabu (25/4) Aseh (45), warga Jalan Anjangsana, Nagori Karang Sari mengatakan, dirinya dan sejumlah warga lain sangat keberatan dengan karena harga beras Bulog di daerah mereka. Aseh menyampaikan, melambungnya harga raskin ini hanya berlangsung di daerah mereka. Sementara di beberapa dusun di sekitar mereka dijual hanya Rp2.000 per kg. “Kalau dibeli kepada kepala dusun, harganya Rp2.000. Namun stok berasnya cepat habis. Kalau sama pangulu, kita membeli seharga Rp2.900 per kg,” terangnya.

Dia menambahkan, Pangulu Karang Sari, Rumanto juga diduga menjual raskin kepada warga yang bukan penduduk Karang Sari. “Padahal di kampung ini masih banyak warga tidak mampu dan hanya mampu mengkonsumsi raskin. 

Tetapi pangulu malah menjual raskin kepada warga Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas. Aseh dan warga lainnya mengharapkan agar pihak terkait melakukan pengawasan terhadap pendistribusian raskin ini. Terpisah, Pangulu Karang Sari, Rumanto, yang dikonfirmasi METRO membantah tuduhan yang isampaikan kepadanya. Katanya, dia menjual raskin seharaga Rp2.00 per kg, sama seperti yang dijual di daerah lain.

Kata Rumanto, selama ini pihaknya menerima pasokan beras Bulog sebanyak dua ton untuk sekali pengiriman per tiga bulan. Semua beras ini akan dibagikan untuk 190 warga Nagori Karang Sari dengan ketentuan, setiap warga berhak menerima 15 kg dan warga ini dibagi dalam lima dusun yang ada di Nagori Karang Sari. ”Untuk satu orang warga sekitar saya jatah 15 kg. 

Desa kami menerima beras sebanyak 2 ton setiap tiga bulan sekali. Selama ini pasokan beras kami juga masih cukup, sebab pembagiannya hanya untuk 190 orang saja dan mereka yang memiliki kartu miskin. Untuk pemasarannya, saya juga libatkan kepala dusun agar warga bisa lebih mudah membeli berasnya,” ujarnya. (mag-02/ara)(metrosiantar.com)

Berita Lainnya

There is no other posts in this category.

Post a Comment

0 Comments