PANEI-
Pangulu Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Simalungun, Elon Purba,
dituding telah mempersulit urusan warga dalam mengurus administrasi.
Salah seorang warga mengaku, pangulu ini tidak bersedia menandatangani
surat keterangan sementara pengganti Kartu Tanda Penduduk.
Kepada METRO, Rabu (25/4) Jhon Predi Saragih (55) warga Sigodang mengaku
kesal dengan sikap yang ditunjukkan Elon yang tidak bersedia
menandatangani surat keterangan pengganti KTP nya.
“Surat keterangan itu
sudah diketik stafnya, tapi dia (Elon) tidak mau menandatangani surat
itu tanpa alasannya yang jelas. Akibatnya urusanku jadi tertunda.
Padalah surat itu adalah hakku sebagai warga negaranya,” kata pria yang
berprofesi sebagai petani ini.
Jhon Predi mengaku tidak tahu apa alasan
pangulu itu tidak menandatangani surat keterangan pengganti KTP. Bahkan,
katanya, beberapa warga lainnya juga merasakamendapatkan perlakuan yang
sama. “Tidak hanya aku saja. Sudah banyak masyarakat yang susah karena
kearoganan pangulu itu,” katanya.
Jhon Predi mengatakan, dirinya memang
pernah berdebat soal bantuan handtracktor bantuan Dinas Pertanian
Simalungun beberapa waktu lalu. Saat itu pangulu meminta Jhon Predi
mengembalikan handtracktor tersebut kepadanya.
“Memang handtracktor itu
bukan milik pribadi, tapi milik kelompok tani Sigodang Maju. Kenapa dia
paksa saya mengembalikan kepadanya, mungkin dia ingin menguasai
handtracktor itu. Jadi apa pun persoalannya jangan dilibatkan dengan hak
saya sebagai warga negara dengan tidak mau menandatangani surat
keterangan saya,” katanya.
Sementara Camat Panei Baktiar Sinaga
yang dihubungi METRO mengatakan akan menanyakan langsung kepada Pangulu
Sigodang Barat mengapa dia tidak menandatangani surat itu. “Terima kasih
atas informasinya, saya akan tanyakan langsung kepada pangulu itu
kenapa dia tidak mau meneken surat itu,” kata camat.
Sementara Pangulu Nagori Sigodang Barat Elon Purba mengaku sengaja tidak menandatangani surat keterangan pengganti KTP Jhon Predi Saragih karena bantuan handtracktor yang diberikan Dinas Pertanian Simalungun belum dikembalikan ke kelompok tani.
“Memang sengaja tidak kutandatangani
sebelum handtracktor itu dikembalikan. Suka hatiku jika aku tidak
meneken surat itu. Kalau mau dimuat di koran silahkan tulis besar-besar,
aku tidak takut,” tantang pangulu dengan nada emosi. (hot/ara)(metrosiantar.com)
0 Comments