. Huta Bornoh Terisolir di Pinggiran Ibu Kota Simalungun | BeritaSimalungun
Home » » Huta Bornoh Terisolir di Pinggiran Ibu Kota Simalungun

Huta Bornoh Terisolir di Pinggiran Ibu Kota Simalungun

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 28 June 2012 | 05:05


Ehe Nahama Baenon, Lape Merdeka Hanami On
Bupati Simalungun bersama rombongan melihat yang nyaris putus.Bupati Simalungun bersama rombongan melihat yang nyaris putus.
SIMALUNGUN- Nahama baenon, sononma gatni huta nami on. Domma dokah merdeka, tapi pangahap lang songon na merdeka. (Gimana mau dibuat, sudah begini kampung kami. Sudah lama merdeka, tapi kami belum pernah merasakan kemerdekaan).

Demikian diungkapkan M Saragih (45), warga Huta Bornoh Nagori Siporkas Kecamatan Raya, ketika bertemu dengan METRO, Selasa (27/6) di jalan menuju Bornoh. Kata-kata tersebut, bisa dikatakan bahagian dari pesimisme Saragih mewakili warga Bornoh yang hingga saat ini belum mendapatkan fasilitas pembangunan dari pemerintah.

Bayangkan saja, hampir 68 tahun Indonesia merdeka, di sana tidak terlihat fasilitas umum baik sekolah, pos pelayanan kesehatan dan sarana lainnya.

Jangankan fasilitas pelayanan demikian, jalan menuju ke Huta Bornoh saja sulit dilalui. Bahkan, untuk bersekolah anak-anak dari daerah itu harus berjalan kaki 7 kilometer ke Bah Pasusang. “Holong atei dak-danak ai. Etek-etekpe sidea, tapi mardalan nahei laho hu sikolah sonai daohni. Nahama, ijai dassa dong sikolah,” (Kasihal melihat anak-anak, masih kecil harus berjalan jauh untuk sekolah yang begitu jau. Bagaimana lagi, hanya di Bah Pasussang ada sekolah,” sebut Saragih.

Dari sikap pesimis Saragih, dia juga mengaku ada harapan bahwa akan ada pembangunan di Huta Bornoh. Hal itu diakuinya, karena pada Selasa pagi, rombongan Bupati Simalungun JR Saragih datang ke Huta Bornoh dan berjanji akan membarikan pembangunan. “Nakkonai roh do hujon bupati, marjanjido ia laho mambangun huta nami on. (Tadi, bupati datang ke sini. Dia (bupati,red) berjanji, akan membangun kampung kami,” kata Saragih.

Disebutkan Saragih, rombongan bupati datang ke kampung mereka mengedarai sepedamotor. Hal itu dilakukan, karena kondisi jalan ke Bornoh memang tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat. “Lang boi marmotor hujon, jadi tarpaksama gatni markareta nakonai nasi bupati ai,” (Tak bisa motor melalui jalan ini, jadi terpaksa rombongan bupati tadi memakai sepedamotor,” ujar Saragih sembari menambahkan, selama ini warga juga kesulitan melintasi jalan itu. Bahkan, untuk mengangkut hasil bumi, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melansir ke simpang Buttu Ganjang.

Dituturkannya, jarak Raya ibu kota Kabupaten Simalungun ke Huta Bornoh hanya 26 kilometer. Namun karena kondisi jalan yang parah, perjalanan bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam. Sepeninggalan Saragih, METRO kembali melanjutkan perjalan menelusuri jalan terjal berbatu, menanjak dan menurun yang hanya bisa dilintasi sepedamotor. Di perjalanan sore itu, METRO disuguhi pemadangan indah Gunung Simbolon dan udara sejuk serta hamparan 50 hektare sawah milik warga.

Sebelum sampai di Huta Bornoh, siapa pun termasuk rombongan bupati harus melintasi jembatan Bah Hulistik yang terakhir kali dibangun pada Tahun 1995. Kondisi jembatan itu, terlihat sudah rusak. Bahkan, lantai jembatan yang terbuat dari papan tebal itu sebahagian sudah hilang, sehingga ketika melintasi jembatan itu harus hati-hati. 

Ketika melintasi jembatan itu, salah seorang warga menuturkan, ketika rombongan bupati melintasi jembatan itu juga harus berhenti dahulu karena kalau tidak berhenti bisa masuk ke dalam sungai. Sebab, beberapa lantai jembatan sudah hilnag rapuh termakan usia.

Data yang bisa dihimpun METRO, di Huta Bornoh terdapat 50 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 250 jiwa yang seluruhnya warga menggantungkan hidup sebagai petani karet, coklat. Selain itu, warga juga bercocok tanaman palawija dan juga mengelola 50 hektare sawah yang dialiri dari irigasi tradisional buatan warga yang airnya dialirkan dari mata air Bah Gipulan. Di Huta Bornoh, warga hanya bisa menikmati listrik selama 2,5 jam.

 Itupun, arus listrik yang dihasilkan genset milik salah satu warga. Selebihnya, warga yang rata-rata memiliki rumah papan dan sebahagian semi permanen hanya mengandalkan penerangan lampu teplok. Selama ini, warga sudah berulang kali mengajukan permohonan pembuatan jaringan listrik dari PLN. Namun, hingga saat ini belum terealisasi.

Karena METRO tidak bertemu dengan rombongan bupati di Huta Bonoh, METRO mencoba mengkonfirmasi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Simalungun Ir Janwaner Saragih MSi, terkait tertinggalnya pembangunan di Huta Bornoh. Ir Janwaner, dia yang termasuk dalam rombongan Bupati JR Saragih benar berkunjung ke Huta Bornoh. Kunjungan bupati ke daerah itu, merupakan komitmen Pemkab Simalungun untuk memberikan pelayanan pembangunan kepada masyarakat. Menurutnya, ironis daerah yang berdekatan dengan ibu kota kabupaten masih tertinggal.

Sehingga, Pemkab Simalungun mencoba melakukan inventarisir terhadap daerah-daerah terisolir di wilayah ibu kota kabupaten, dan akan melakukan perencanaan pembangunan secara bertahap. “Benar, kita tadi ke Huta Bornoh. Kita prihatin dengan tidak adanya fasilitas umum di sana. Bahkan, sarana jalan juga rusak parah,” katanya. (MSC)
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.