. Iwan Fals Tertarik Budaya Batak, Ciptakan Lagu Mursala | BeritaSimalungun
Home » » Iwan Fals Tertarik Budaya Batak, Ciptakan Lagu Mursala

Iwan Fals Tertarik Budaya Batak, Ciptakan Lagu Mursala

Written By GKPS JAMBI on Monday, 25 June 2012 | 13:01


Iwan FalsIwan FalsJAKARTA- Film layar lebar berjudul ‘Mursala’ produksi Raj’s Production akan dirilis Desember tahun ini. Penyanyi legendaris Iwan Fals pun menciptakan lagu khusus untuk mengisi sountrack-nya.
Menurut sang eksekutif produser Anna Sinaga, Iwan Fals sangat antusias menggarap lagu tersebut. Iwan tertarik karena film itu mengangkat budaya Batak dan keindahan panorama Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Waktu saya berikan script ‘Mursala’ ke mas Iwan Fals, beliau tertarik untuk membuatkan soundtrack-nya. Makanya dia ciptakan lagu yang judulnya sama dengan filmnya,” ungkapnya saat dihubungi via telepon, Minggu (24/6). Kata Anna, lagu ‘Mursala’ digarap Iwan bersama arranger musik Iwang Noorsaid. Lagu tersebut telah selesai digarap dan sedang dalam proses penyempurnaan di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Lagu ‘Mursala’ sudah jadi, tapi mau di-mix sedikit di KL (Kuala Lumpur), sekalian menunggu video klip dan jumpa press. Rencananya Juli nanti, setelah proses mix dan video klip selesai,” jelasnya. 

Film yang disutradarai Viva Westi itu dibintangi sejumlah aktris dan aktor ternama. Di antaranya Rio Dewanto, Titi Sjuman, Mongol, Tio pakusadewo, Rudy Salam, Roy Ricardo, Elsa Syarief, Bonaran Situmeang, dan juga Anna Sinaga.

“Film ini mengangkat budaya Batak tentang 70 marga yang berbeda dan tidak boleh nikah sampai sekarang. Dan ketika mas Iwan Fals menciptakan lagu ‘Mursala’, buat saya lagu itu sempurna banget,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, film Mursala, Cinta Versus Adat berdurasi sekitar 100 menit ini menurut rencana akan digarap tidak hanya bertujuan mempromosikan pariwisata Tapteng semata. Namun juga melestarikan budaya adat Batak yang ada. Shootingnya sebagian besarnya akan dilakukan di Pulau Mursala. Dan, tentunya mengutamakan para pemain yang berasal dari Tapteng. Hanya empat pemain utama yang dibawa dari Jakarta.

Film ‘Mursala’ diawali dengan cerita tekad seorang pemuda Batak bernama Anggiat Saragi yang diperankan Rio Dewanto, merantau dari kampungnya Sorkam Tapteng ke Jakarta. Dia sukses menjadi pengacara dan dibanggakan orangtua, namun itu belum sempurna karena ibunya Inang Romauli dan ayahnya Amung Hotman mengharapkan Anggiat menikah dengan paribannya (sodara sepupu).

Hal itu tidak mudah, karena di Jakarta Anggiat telah memilih wanita Batak lain yang dicintainya yakni Clarisa Turnip seorang presenter televisi. Persoalan muncul karena marga keduanya, ternyata masuk ke dalam larangan adat yang tidak memungkinkan keduanya untuk menikah kecuali keluar dari adat marganya masing-masing. Meskipun Anggiat bertekad untuk mempertahankan hubungan mereka.

Di tengah kegalauan, Anggiat bertemu kembali dengan Bonatiur Sinaga yang diperankan oleh Titi Sjuman, pariban yang ternyata adalah teman masa kecilnya di Pulau Mursala, dulu. Tiur gadis yang diceritakan sebagai pecinta alam biota laut ini juga beberapa kali gagal menjalin cinta. 

“Saya pecinta film. Makanya terhadap sutradara saya akan kritis. Agar film ini benar-benar nantinya memiliki skenario kuat. Demikian juga ceritnya harus dalam. Makanya saya akan turun langsung,” ungkap Bupati Tapteng Bonaran Situmeang di Jakarta, Sabtu (4/2) lalu.

Eksekutif Produser Anna Sinaga menuturkan, pembuatan film tersebut karena kekaguman akan keindahan Pulau Mursala. “Kebetulan saya bekerja di kantor pengacara Bonaran Situmeang sebelum beliau menjadi Bupati Tapteng. Keterharuan saya muncul waktu kampanye, Bonaran bilang apa yang mau kita buat untuk kampung halaman? Makanya kita tergerak untuk buat film, apalagi Pulau Mursala itu benar-benar indah.
Letaknya di tengah laut, di Samudera Hindia. Bahkan di atas ada pulau itu juga terdapat danau,” ungkap Anna yang juga berprofesi sebagai seorang advocate ini.(MSC)
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.