. Memalukan, Anggota DPRD Siantar (Chondri) Tidur saat Paripurna | BeritaSimalungun
Home » » Memalukan, Anggota DPRD Siantar (Chondri) Tidur saat Paripurna

Memalukan, Anggota DPRD Siantar (Chondri) Tidur saat Paripurna

Written By GKPS JAMBI on Wednesday, 13 June 2012 | 11:43

TERTIDUR: Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Chondri Horas Silitonga tertidur sewaktu Walikota Siantar Hulman Sitorus membacakan nota pengantar Ranperda, Jumat (8/7). (Foto: Fahmi)TERTIDUR: Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Chondri Horas Silitonga tertidur sewaktu Walikota Siantar Hulman Sitorus membacakan nota pengantar Ranperda, Jumat (8/7). (Foto: Fahmi)Anggota DPRD Chondri Silitonga tidur lelap saat rapat paripurna berlangsung di DPRD Kota Siantar, Jumat (8/6), sekira pukul 11.30 WIB. Chondri tertidur saat Walikota Siantar Hulman Sitorus membacakan nota pengantar pembahasan draf 9 Ranperda.

Rapat paripurna dengan agenda nota pengantar walikota terhadap sembilan Ranperda itu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Rapat dipimpin Ketua DPRD Marulitua Hutapea dan Wakil Ketua Zainal Purba dan Timbul Lingga. 

Walikota hadir beserta Sekda Donvert Panggabean dan beberapa pejabat pemko lainnya. Chondri sendiri hadir sekitar pukul 10.50 WIB, saat situasi paripurna sedang ramai dengan perdebatan-perdebatan antara sesama anggota DPRD. Chondri memilih duduk di belakang persis di samping anggota DPRD Rudel Sipayung.

Hingga perdebatan usai sekira pukul 11.10 WIB, Chondri belum tidur. Chondri mulai tertidur beberapa menit sesudah walikota menyampaikan nota pengantar Ranperda. Walikota membacakan nota pengantar sekira pukul 11.20 WIB dan Chondri mulai tertidur sekira pukul 11.40 WIB. Chondri menyandarkan tubuhnya ke kursi dan dia terlihat tertidur lelap. 

Sekitar pukul 11.50 WIB, Rudel Sipayung membangunkan Chondri dengan mengguncangkan badannya, namun Chondri mengacuhkan. Chondri malah melanjutkan tidurnya dengan mengganti posisi tangan. Chondri kembali memilih tidur dengan menopang tangan kanannya di muka hingga pukul 11.55 WIB.

Disebabkan beberapa wartawan mengambil foto yang bersangkutan, anggota DPRD yang lain mulai memperhatikan Chondri. Rudi Wu lalu melemparkan kertas yang mengenai tubuh Chondri, lalu Chondri terbangun. Dia lalu menyulut rokok untuk menghilangkan rasa kantuk. Terhitung Chondri tertidur selama 15 menit selama walikota membacakan nota pengantar Ranperda.

Dijumpai usai rapat, Chondri membenarkan tertidur. Dia mengatakan kecapekan disebabkan baru pulang dari Subullasam Propinsi Aceh. Pengakuannya, dia memiliki proyek pembangunan drainase di sana. “Buat aja besar-besar untuk terbit besok kalau memang sudah difoto. Saya kecapekan, saya enggak di rumah tadi malam. Ada proyek kita di sana, proyek pipa drainase,” kilahnya, dengan gaya santai. Lalu, Chondri pun berlalu meninggalkan METRO.

Saud: Dia Kerja Malam

Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) Saud Simanjuntak memaklumi Chondri tidur saat rapat paripurna. Dia memaklumi itu karena sepengetahuan dia selama ini, Chondri memang kerja malam. “Dia kan suka kerja malam, mana tidur dia kalau malam hari. Tahulah kita itu apa maksudnya kerja malam,” sindir Saud.
Dia mengatakan, sebagai Ketua BKD, dia tidak bisa menindaklanjuti ini sendirian. Disebabkan ada dua lagi anggota BKD yang lain.

Selain itu, kata Saud, mereka harus menerima laporan lebih dulu dari masyarakat terkait permasalahan yang dilakukan oleh anggota DPRD tersebut. “Kalau masalah si Chondri yang tidur itu, harusnya langsung ditegur pimpinan sidang, dalam hal ini Ketua DPRD. Ketua DPRD yang harus menegur dia saat sidang tadi,” kilahnya.

Sementara Ketua DPRD Marulitua Hutapea belum bisa dimintai komentarnya. Yang bersangkutan tidak mau mengangkat telepon saat dihubungi. Begitu juga pesan pendek yang dikirimkan tidak kunjung dibalas. (metrosiantar.com)
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.