Home » » Minah (70), Ibunda Elfina, Istri Mantan Walikota Siantar Kurnia Saragih :Mungkin Dia Kesulitan Ekonomi

Minah (70), Ibunda Elfina, Istri Mantan Walikota Siantar Kurnia Saragih :Mungkin Dia Kesulitan Ekonomi

Written By BERITA SIMALUNGUN on Kamis, 07 Juni 2012 | 17.50

Minah ibunda Elfina saat berada di rumahnya, Rabu  (6/6). (Foto: LAZUARDY FAHMI)Minah ibunda Elfina saat berada di rumahnya, Rabu (6/6). (Foto: LAZUARDY FAHMI)SIANTAR- Minah (70), ibunda Elfina, istri mantan Walikota Siantar Kurnia Saragih, mengaku terkejut mengetahui kabar tertangkapnya Elfina karena menjual sabu-sabu. Minah menduga, anaknya sedang kesulitan ekonomi hingga nekat menjual barang haram tersebut.

“Astagfirullah, saya tidak tahu. Kenapa dia mau menjual sabu-sabu. Mungkin dia kesulitan ekonomi. Suaminya dipenjara, dan dia harus membiayai sekolah dua orang anaknya,” ungkap Minah saat dijumpai di halaman rumahnya, Rabu (6/6).

Wajah Minah terlihat sedih mendengarkan putrinya tertangkap di Medan karena menjual sabu. Dia tidak menduga anaknya nekat melakukan hal buruk dengan menjual sabu-sabu. Elfina merupakan anak kedua dari lima bersaudara. “Serasa lepas semua tulang-tulangku ini Nak. Saya tidak tahu kalau dia ditangkap polisi. Belum ada yang ngasih tahu sama saya. Saya tahunya dari Anak, sudah ada beritanya di koran dan di televise,ya?” tanya dia.

Rumah orangtua Elfina di Jalan Sibatu-Batu Blok II Kelurahan Bah Kapul, terlihat sederhana. Cat rumah berwarna putih itu terlihat kusam. Minah sendiri saat itu hanya mengenakan baju biasa berwarna coklat.
Minah pun mulai bercerita tentang kehidupan anaknya yang menikah dengan mantan Walikota Siantar itu. Dulu setelah tamat SMA, putrinya itu sempat mengecap pendidikan hingga Semester III di Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun (USI).

“Elfina tidak jadi melanjutkan kuliah, karena pernah ada longsor jalan mau ke kampung ini sekitar tahun sembilan puluhan dulu. Angkot tidak bisa lewat, terpaksa dia berjalan kaki kalau mau kuliah. Rupanya setiap hari dia sangat capek, setelah kami periksakan ke dokter, dia memiliki penyakit dalam, saya lupa nama penyakitnya. Sejak itulah dia tidak kuliah lagi,” ujarnya.

Seingat Minah, awal mula perkenalan Elfina dengan Kurnia Saragih terjadi saat Elfina kuliah selama tiga semester di USI. Keduanya sama-sama kuliah di USI. Rumah Kurnia sendiri tidak jauh dari kampus, yaitu di Pondok Kelapa Kelurahan Bah Kapul. “Fina bukan PNS, sewaktu Kurnia menjadi wakil walikota dan akhirnya menjadi Plt walikota, ya kerjanya sebagai ibu rumah tangga. Kadang memang dia ada bisnis, mengorder-order. Misalnya kalau ada kawannya yang mau jual atau beli lemari, mereka teleponan dan nanti buat janji jumpa di satu tempat,” jelasnya.

Setelah Kurnia terjerat kasus korupsi dan mulai ditahan di Lapas Kelas II B Siantar, Elfina mulai jarang berjumpa dengan Minah. Setelah kejadian itu, Elfina memilih tinggal di Medan untuk membesarkan dan menyekolahkan dua anaknya. “Mereka sudah punya rumah di Medan saat Kurnia masih menjabat walikota. Itulah rumah yang mereka tempati saat ini. Saya jumpa sama dia sekali setahun saja, saat Lebaran. Biasanya dia masih menyempatkan diri datang dari Medan,” katanya lagi.

Terkait ditangkapnya Elfina karena menjual sabu-sabu, Minah menduga anaknya ini terpaksa melakukan itu karena himpitan ekonomi. Di mana suaminya saat ini masih berada di penjara, sementara Elfina harus membesarkan dan menyekolahkan dua anaknya yang beranjak dewasa. “Anaknya dua, satu kelas III SMP dan satu lagi kelas II SMA. Dia mungkin bingung memikirkan mereka. Belum lagi masalah yang dia hadapi dengan suaminya,” ujarnya.

Selama ini, kata Minah, dia memang mendengar ada seorang wanita yang dekat dengan Kurnia Saragih selama ditahan di LP Pematangsiantar. Namun dia tidak tahu pasti sejauh mana hubungan wanita itu dengan Kurnia Saragih. “Kalau saya sebagai ibu, berharap mereka tidak bercerai. Kalau memang mereka sudah cerai apa boleh buat, mungkin mereka tidak berjodoh lagi.

Kasihan anak-anaknya nanti,” jelasnya lagi. Menurut Minah, perempuan lain di kehidupan Kurnia ini sesama narapidana di Lapas Pematangsiantar. Perempuan ini merupakan keturunan China dan tersangkut kasus sabu-sabu. Perempuan ini lebih dulu dipindahkan ke LP Tanjung Gusta Medan, kemudian Kurnia Saragih menyusul.

“Perempuan itu duluan ke sana, baru Kurnia. Tapi tidak tahu pasti ya kalau anak saya sudah cerai. Karena kemarin sewaktu Kurnia baru tiba di LP Tanjung Gusta Medan, yang mengantarkan rantangan sama Kurnia, ya anak saya itu,” tukasnya. Namun Minah tidak menampik, tindakan Elfina menjual barang haram ini karena situasi ekonomi untuk membiayai dua anaknya dan juga dugaan adanya masalah dalam kehidupan rumah tangganya dengan Kurnia Saragih.

“Mungkin banyak yang dipikirkan anak saya itu, biaya sekolah anaknya dan rumah tangganya. Elfina itu sifatnya mandiri, kalau dia sakit, dia tidak akan mau cerita sama saya kalau dia sakit, dia akan tahankan sendiri,” ujarnya lagi.(metrosiantar.com)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Redaksi | Contac Us | Pedoman Media
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by Blogger