. Tujuh Bupati Se Danau Toba Tandatangani Kesepakatan Dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif | BeritaSimalungun
Home » » Tujuh Bupati Se Danau Toba Tandatangani Kesepakatan Dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tujuh Bupati Se Danau Toba Tandatangani Kesepakatan Dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Written By GKPS JAMBI on Monday, 25 June 2012 | 12:59

Bangkitkan Kejayaan Danau Toba
JAKARTA- Tujuh bupati di seputar kawasan pesisir Danau Toba, baru-baru ini dipastikan telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparenkraf) Mari Elka Pangestu.

Langkah tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen bersama menata kembali Danau Toba, sehingga dapat kembali menjadi objek pariwisata yang menjanjikan. Informasi ini diperoleh saat METRO berbincang-bincang dengan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Saidi Butarbutar, kemarin. Bahkan menurutnya, Menparenkraf mengajaknya secara khusus untuk bersama-sama membangun kembali masa-masa kejayaan Danau Toba yang sempat menggema hingga seluruh penjuru dunia.

“Jadi Menteri Pariwisata sudah bicara dan bersama-sama dengan tujuh bupati di pesisir Danau Toba, telah menandatangani kesepakatan untuk mengelola dan menata kembali Danau Toba. Jadi akan ada langkah-langkah khusus yang akan segera dilakukan dan ada pembangunan khusus di beberapa tempat, supaya Danau Toba bisa dipasarkan,” ungkapnya.

Langkah ini ditempuh setelah sebelumnya saat duduk di Komisi X, sebagai putra asli kelahiran Parapat, Saidi secara terang-terangan menyampaikan gagasannya di hadapan Mari Elka Pangestu. Ia mengkritisi mengapa anggaran pariwisata yang begitu besar, namun pengembangan pariwisata di Danau Toba tidak bisa ditingkatkan.
Padahal sebelumnya, Danau Toba sangat ramai dikunjungi baik turis mancanegara maupun wisatawan dari dalam negeri sendiri.“Jadi mengembangkan kembali Danau Toba ini, menjadi cita-cita saya. Karena pariwisata merupakan tambang yang tidak pernah habis. Coba lihat seperti Kanada, untuk masuk ke Niagara saja, itu harus bayar 14 dollar. Tapi tetap saja orang sangat ramai berkunjung. Bahkan hingga jutaan orang setiap tahunnya. Nah mengapa kita tidak bisa?”

Menanggapi hal ini, Menparenkraf menurut Saidi, benar-benar sangat antusias. Dan menyatakan komitmennya. Makanya tidak heran jika kemudian Mari Elka secara khusus mengajak Saidi bersama-sama, termasuk ketujuh pemerintahan daerah yang ada, mewujudkan komitmen tersebut. Sebab jika hanya dilakukan pemerintah pusat, maka hasilnya tentu tidak akan maksimal. Karena dalam hal ini, dibutuhkan adanya sinergitas dan kepedulian menyeluruh segenap elemen yang ada. Oleh sebab itu, sebagai langkah awal, Saidi menilai penting mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi kendala utama.

“Harus kita cari tahu mengapa Parapat dan Danau Toba tidak bisa maju? Apakah karena kita orang batak ini dinilai tidak bisa melayani orang? Atau karena pembangunan dan infrastrukturnya yang memang tidak diperhatikan? Karena memang untuk mencapai Parapat saja, dari Medan itu membutuhkan waktu paling tidak 5-6 jam.”

Artinya dalam hal ini menurut anggota DPR yang baru sebulan terakhir dilantik menggantikan Amrun Daulay ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempercepat pembangunan infrastruktur. “Kalau di Niagara itu, mereka buat transportasinya sangat bagus. Selain itu, masyarakatnya juga bekerjasama dengan pemerintah. Sehingga lahir kebijakan-kebijakan yang memang sangat mendukung bagi pariwisata. Dan itu merupakan salah satu daya tarik tersendiri. Jadi mengapa kita disini tidak bisa? Padahal Danau Toba ini kan danau vulkanik terbesar kedua di dunia?”

Saidi yakin, ketika Danau Toba diciptakan sebagai tambang pariwisata, maka tidak saja pendapatan masyarakat dipastikan meningkat, namun sekaligus kondisi alam juga tetap terpelihara dengan baik. “Karena seingat saya dulu waktu kecil, di Parapat itu kita bisa mencari uang. Bayangkan, dengan memancing ikan yang begitu banyak, saya bisa membeli baju dan bisa bersekolah. Tapi sekarang kemana semua ikan-ikan itu. Apakah mati, habis atau karena karena polusi?”ungkapnya. (msc)
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.