}); Huta Siloubosar Kecamatan Hatonduhan, Simalungun Terisolir Sejak Indonesia Merdaka 1945 | BeritaSimalungun
Home » » Huta Siloubosar Kecamatan Hatonduhan, Simalungun Terisolir Sejak Indonesia Merdaka 1945

Huta Siloubosar Kecamatan Hatonduhan, Simalungun Terisolir Sejak Indonesia Merdaka 1945

Written By GKPS JAMBI on Tuesday, 24 July 2012 | 16:01


[FOTO: IRWANSYAH] TERISOLIR- Jalan raya Huta Siloubosar Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan tidak pernah tersentuh pembangunan. Kondisi ini membuat daerah tersebut terisolir. [FOTO: IRWANSYAH] TERISOLIR- Jalan raya Huta Siloubosar Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan tidak pernah tersentuh pembangunan. Kondisi ini membuat daerah tersebut terisolir.
HATONDUHAN- Sejak merdeka, jalan ke Huta Siloubosar, Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Simalungun, tak pernah disentuh pembangunan. Selain jalan rusak, signal telepon selular yang tak bisa diakses menunjukkan bahwa daerah ini benar-benar terisolir.

Amatan METRO, Jumat (20/7), jalan raya sepanjang 4 km mulai dari Simpang Pekan Titi Beton hingga ujung jalan Huta Siloubosar kondisinya rusak parah. Batu padas yang besar berserakan di badan jalan hingga menyulitkan pengendara, baik mobil maupun sepedamotor. Pengendara sepedamotor harus hati-hati mengelakkan lubang dan tumpukan batu padas.

Tukimar (45) warga Bosar Nauli mengatakan, sepertinya Pemkab Simalungun sengaja membiarkan proses kemiskinan terjadi di Huta Siloubosar. Kerusakan jalan sudah berlangsung selama puluhan tahun namun tak pernah ada perbaikan. Huta Bosar Nauli yang persis berada di perbatasan Hutan  Sibatuloting Register II semakin terisolir dengan karena singal telepon selular sama sekali tidak bisa diakses. Padahal daerah tersebut cukup ramai dengan 300 kepala keluarga (KK) dan 35 KK di Huta Sinono.

Tukimar menambahkan, yang paling menderita adalah siswa SMP dan SMA yang sekolah di Balimbingan Tanah Jawa. Setiap pukul 05.00 WIB mereka harus berjalan kaki 3 km menuju Simpang Jambi atau simpang Titi Beton. Sebab angkutan pedesaan biasanya mangkal di tempat tersebut.

Sementara Anggota DPRD Simalungun Mukkin Nainggolan mengakui kerusakan jalan di Siloubosar sudah cukup lama. Namun, katanya, dalam waktu dekat kerusakan jalan akan diper baiki dengan membuat aspal hotmix sepanjang 10 km mulai dari Simpang Buntu Bayu hingga Simpang Titi Beton, Nagori Buntu Turunan. Jalan yang berlubang akan disisip.

Namun kerusakan jalan di Huta Bosar Nauli tidak termasuk dalam peningkatan jalan. Meski demikian, pihaknya berjanji akan terus memperjuangkan perbaikan jalan tersebut. (MSC)
Share this article :

Post a Comment