. Jembatan Andarasi Tanah Jawa Dihantam Banjir | BeritaSimalungun
Home » » Jembatan Andarasi Tanah Jawa Dihantam Banjir

Jembatan Andarasi Tanah Jawa Dihantam Banjir

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 12 July 2012 | 13:48

Siantar-Tanah Jawa Putus Total 14 Jam
(Foto: Irwansyah) Pengendara sepedamotor melintasi titi darurat di kawasan jalan longsor Andarasi Tanah Jawa, Rabu (11/7).(Foto: Irwansyah) Pengendara sepedamotor melintasi titi darurat di kawasan jalan longsor Andarasi Tanah Jawa, Rabu (11/7).TANAH JAWA- Arus lalu-lintas Siantar-Tanah Jawa kembali normal, Rabu (11/7). Bahu jalan yang sempat ambrol di bahu jembatan Anbarasi Nagori Parbalogan, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun sudah ditimbun tanah yang dikeruk dari areal kebun Marihat. Namun timbunan itu masih labil dan sewaktu-waktu bisa memakan korban.  

Keterangan dihimpun, jalan Siantar-Tanah Jawa tepat di jembatan Anbarasi, sempat ambrol dihantam banjir, Selasa (10/7) malam. Akibatnya arus lalu-lintas Tanah Jawa–Siantar sempat putus total selama 14 jam. 

Agar arus lalu-lintas kembali lancar, para pemilik kendaraan roda empat dan lebih harus melewati jalan alternatif sepanjang 4 km. Rutenya melewati Nagori Silau Manik Kecamatan Siantar dan tembus ke Silo Malahak, Nagori Parbalogan, Kecamatan Tanah Jawa.

Namun untuk pengendara sepedamotor, boleh tidak melintasi jalur alternatif, sebab di lokasi jalan putus itu terdapat jembatan darurat yang dibuat warga setempat. 

Tapi tak gratis, setiap pengendara harus merogoh Rp2 ribu sekali melintas. Akibat lain dari banjir, gedung penyimpanan mesin penyedot air bersih yang terletak di bibir Sungai Andasari porak-poranda dihantam banjir. Bangunan permanen tersebut roboh dan rata dengan tanah. 

Menurut Misran Harahap, Kepala PDAM Tirtaliho Andarasi, sebanyak tiga mesin penghisap air bersih milik PDAM Tirta Lihou Andarasi Tanah Jawa rusak berat. Sementara itu satu unit mesin penghisap air milik PTPN IV Marihat sempat hanyut terbawa arus air. Namun kembali ditemukan tak jauh dari lokasi semula. Kerugian yang dialami mencapai Rp300 juta.  

Pasca banjir, warga Afdeling III Kebun Marihat dan warga Nagori Parbalogan, Nagori Totap Majawa dan warga Marubun Jaya, tidak lagi mendapat air bersih. Warga terpaksa membeli air bersih dari depot penjual air bersih isi ulang. Sebagian lagi, ada juga warga pergi ke sungai untuk mendapatkan air. 

Informasi dihimpun METRO dari Pangulu Parbalogan H  Tuyanto, Rabu (11/7), sejak Selasa (10/7) malam sekira pukul 22.00 WIB, hujan lebat mengguyur Tanah Jawa dan mengakibatkan debit air Sungai Andarasi naik. Air meluap, warga yang bermukim di bantaran Sungai Andarasi panik. Termasuk pemilik bengkel dan pemilik warung di pinggir sungai, terpaksa mengungsikan barang-barangnya ke tempat yang lebih aman.

Pangulu Tuyanto menambahkan, pada pukul 23.00 WIB, luapan air menutupi terali  jembatan Andarasi. Sejak itu, air sungai menggerus badan jalan di dekat jembatan Andarasi. Derasnya terjangan air banjir mengakibatkan gerusan air semakin melebar dan memanjang.  

Setengah jam kemudian, jalan Siantar-Tanah Jawa, putus total dengan kedalaman 6 meter dan lebar 10 meter. Baru kemudian pukul 01.00 WIB, air mulai surut dan jembatan kembali kelihatan. Namun kendaraan bermotor tak dapat lagi lewat, sebab jalan sudah putus total.

Kapolsekta Tanah Jawa Kompol B Siallagan bersama anggota berjaga-jaga di lokasi dan mengalihkan seluruh kendaraan bermotor melalui jalur alternatif ke Silau Manik. Sementara anggota Polantas bersama anggota Koramil 10 Balimbingan menyisir jalan alternatif yang sempit agar tidak terjadi kemacetan. Camat Tanah Jawa Halasan Silitongah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke PU Bina Marga, untuk secepatnya mengirimkan alat berat guna menimbun jalan yang longsor.

Pada Rabu (11/7) pagi, terjadi antrean panjang pengendara sepedamotor di lokasi jalan longsor. Warga setempat membimbing pengendara sepedamotor agar tidak terjatuh ketika melintasi jembatan darurat. Sebagian warga setempat ada yang mendapat rejeki nomplok dengan memanfaatkan situasi itu menjual jasa penyeberagan. (MSC)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.