Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Perampok Komputer Alat Berat, Berkeliaran di Simalungun



(FOTO:DHEV FRETES BAKKARA) DICURI- Panel escapator di Bah Lias perdagagangan Kabupaten Simalungun eembat kawanan pencuri hingga alat berat itu tak dapat lagi dipergunakan, Selasa (28/8).

SIMALUNGUN- Perampok komputer alat berat kembali beraksi di Simalungun. Setelah sebelumnya, komputer alat berat di Dolok Ilir Serbelawan dirampok dan membacok polisi, kini komputer alat berat milik H Samsul warga Sei Rempah yang dirampok.

Komputer alat berat eskavator ciping merk HI-Tachi zaxis tipe 210F atau sering disebut beko itu di lokasi kebun Bah Lias tepatnya di Devisi Sugaran, Kecamatan Bandar, Simalungun, Selasa (27/8) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. 

Namun korban tidak membuat pengaduan kepada polisi, sementara kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta. Sebelum kejadian, beko yang pakir di Jalan Replanting sekitar aliran Sungai Bah Bolon, Senin (27/8) petang masih dioperasikan operatornya bernama Ari warga Indra Pura sore harinya Beko sengaja diparkir di kebun, karena setiap malam dijaga oleh Swandi.

Tak lama beko diparkir, Ari kembali ke tempat kediamanya di Indra Pura, Kabupaten Batubara setelah memastikan beko sudah dijaga Swandi. Esok harinya, Selasa sekira pukul 01.00 WIB cuaca di lokasi hujan lebat, saat itu Swandi pergi meninggalkan beko untuk berteduh di perkampungan yang berjarak lumayan jauh dari lokasi.

Pukul 02.00 WIB setelah hujan reda, Swandi kembali ke lokasi tempat parkir beko. Sampai di sana, Swandi sontak terkejut melihat beberapa kunci-kunci berserakan di sekitar beko . setelah dicek, ternyata selama satu jam beko ditinggal, ada orang mencuri peralatan beko itu.

Mengetahui hal tersebut, Swandi langsung menghubungi Rijal, pengawas alat berat, guna memberitahu bahwasannya beberapa peralatan beko telah dicuri. Kerena Sudah malam, Rijal tidak langsung menuju TKP melainkan dia datang esoknya. Pagi itu, Rijal langsung menuju lokasi kejadian guna memastikan laporan penjaga malam soal hilangannya paralatan beko. 

Berselang beberapa saat, Ari yang belum mengetahui kajadian tersebut datang seperti hari-hari biasanya. Sampai di lokasi, dia juga terkejut setelah mengetahui pencurian itu. Saat diwawancara METRO, Ari mangatakan, setelah mengetahui kronologis kejadian pencurian itu, diduga pelakunya sindikat kelompok perampok bersenpi atau spesialis pencuri alat berat.

Melihat bekas bongkaran yang dilakuakn pelaku, mereka sudah sering melakukannya hal yang sama, karena beko ditinggal hanya satu jam mereka sudah berhasil membuka empat peralatan beko, antara lain, elektrik atau kontroler otak berfungsi sebagai penggerak beko dengan harga berkisar Rp40 juta, panel yang berfungsi sebagai kontrol operasi harga berkisar Rp15-20 juta begitu juga dengan regulator yang berfungsi sebagai penggarak pompa harganya berkisar Rp15-20 juta dan yang terakhir handel tangan.

“Dugaan saya, pelaku pencurian itu adalah sindikat kelompok perampok yang baru saja beroperasi di Seberlawan yang menganiaya seorang oknum polisi. Melihat kerja cepat pencuri itu, mereka adalah spesialis pencuri alat berat,” kata Ari.

Masih kata Ari, setelah diselidiki, pelaku pencurian berkisar tiga sampai empat orang, dan semua mereka sudah propesional dalam bidang mencuri alat berat. Di mana saat melacak jejak kaki mereka, terdapat jejak kaki yang membingungkan, mereka berputar mengelilingi sekitar lokasi kejadian, dengan maksud menghilangkan jejak.

 “Setelah saya selidiki lebih dalam, mereka masuk dan keluar dari arah aliran Sungai Bah Bolon. Pelaku pencuri pasti sudah sering melakukannya hal serupa Bang. Mereka juga ada punya ilmu mistik. Terbukti, mereka meninggalkan satu buah kunci di sekitar lokasi kejadian dan kunci itu sengaja mereka bawa, saat pencurian mereka meninggalkan satu buah tang merk GS warna biru kuning. Itu dilakukan mereka supaya para normal tidak mengetahui ke mana alat-alat yang dicuri itu dibawa dan siapa pelakunya, karena itu termasuk penangkal bagi pencuri-pencuri yang berbau mistis,” terang Ari.

Sementara Rijal, pengawas alat berat yang juga adik kandung Samsul pemilik beko saat diwawancarai, tidak begitu respon dengan kajadian itu. Karena mereka juga tidak membuat laporan pengaduan kepada polisi. “Udalah Bang tidak perlu kali di ekpos, yang saya pikirkan bagaimana caranya alat berat yang hilang dapat segera dibeli kembali. Karena biasanya untuk pemesanan peralatan beko itu sampai ke Jakarta, itu pun makan waktu lama. Padahal kontrak kerja dengan pihak Kebun Bah Lias ini sudah hampir habis,” ujar Rijal. 

Saat konfirmasi dengan personel polisi Polsek Perdagangan, mereka mengaku korban pencurian beko tidak membuat laporan pengaduan. “Kemungkinan hilangnya alat-alat beko itu tidak seberapa bagi korban. Karena diketahui korban salah satu pengusaha besar di Sumut,” ujarnya salah seorang anggota Polsek Perdagangan.

Warga Sudah Tidur

Rani (28) warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Bah Bolon ketika wawancara METRO soal pencurian beko di Devisi Sugaran, mengaku malam saat kejadian dia sudah tidur, karena cuaca saat itu hujan. “Kalau kejadiannya jam 02.00 WIB aku sudah tidur Bang. Tadi malam pun aku tidak ada dengar suara orang di sekitar rumah,” kata Rani.

Senada dikatakan temanya Siska (24). Katanya malam hari warga yang tinggal di sekitar aliran sungai Bah Bolon terlihat sepi, apalagi pukul 02.00 WIB. “Kalau pukul 02.00 WIB, paling-paling yang ada hanya orang melintas itu satu dua dan jarang-jarang Bang. Kalau tadi malam aku tidak tau karena hujan deras, orang yang keluar rumah pun engga ada aku lihat Bang,” kata Siska. (MSC)

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments