Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Jalan Rusak, Warga Kecamatan Raya Tanam Pohon Pisang

 Jalan Lintas Raya-Saribudolok Rusak Parah

Warga Huta Baru, Kecamatan Raya, Simalungun menanam pohon pisang di Jalan lintas Raya-Saribudolok.

SIMALUNGUN- Kondisi jalan rusak memang selalu menjadi masalah yang tak terselesaikan. Jalan besar yang menghubungkan Raya dengan Saribudolok, tepat di HUta Baru, adalah salah satu contohnya. Di sana, kondisi jalan mirip dengan kubangan kerbau. Warga yang bosan dengan kondisi itu, beramai-ramai menanam pohon pisang di badan jalan, Sabtu (8/12) sekira pukul 12.00 WIB.

Informasi dihimpun, aksi yang dilakukan puluhan warga Kecamatan Raya dilakukan sebagai bentuk protes warga karena tidak adanya peerhatian pemerintah terhadap kondisi jalan.

J Saragih (34) warga Huta Baru, Kecamatan Raya mengungkapakan, jalan rusak dan berlubang yang menyebar di sekitar jalan menuju Saribudolok Dolok ini sudah lama tidak mendapat perhatian pemerintah. Jika dihitung, ada sekira 5 tahun kondisinya rusak.

“Kalau kita mengeluhkannya kepada lurah atau camat, maka jawabannya selalu akan menyampaikannya ke Pemkab Simalungun. Ketika ditanya ke Pemkab Simalungun, maka jawabannya adalah, perbaikan itu gawean dinas PU Propinsi,” ujarnya. 

P Sihaloho (29), seorang supir angkutan bus di jalinsum Siantar-Kabanjahe, mengatakan hal senada. “Apakah benar pemerintah tidak mempunyai anggaran untuk perbaikan dan perawatan jalan lintas negara ini,” ujarnya Sihaloho bertanya dengan nada kesal.

Sihaloho menambahkan, anehnya, jalan di pusat perkantoran Pemkab Simalungun bisa diperbaiki, sedangakan jalan ini seperti tak diperhatikan.

“Jika sudah melewati jalan ini, maka mobil yang dikemudikan haruslah berjalan lambat sekali. Dengan demikian, pendapatan para supir juga akan berkurang,” ungkapnya.

Sementara warga sekitar Pinta Purba (46) mengatakan,  sejak jalan di sana rusak dan berlumpur, ia dan keluarga jarang melintas di sana. “Keluar rumah pun kita malas jika melihat kondisi jalan itu,” katanya.

Disamping itu, lumpur juga akan menyulitkan warga untuk mengangkut hasil pertanian dari daerah sekitar.
“Mudah-mudahan dengan aksi protes yang dilakukan warga ini, akan membuka mata pemerintah dan menggugah pikiran mereka, agar segera melakukan perbaikan,” harap Pinta. (Copas MSC)

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments