. Analisa Data Pencemaran yang Dilakukan PT Allegrindo Nusantara | BeritaSimalungun
Home » » Analisa Data Pencemaran yang Dilakukan PT Allegrindo Nusantara

Analisa Data Pencemaran yang Dilakukan PT Allegrindo Nusantara

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 30 May 2013 | 19:16

Hasil penelitian kita PT Allegrindo Nusantara pada saat ini memiliki jumlah populasi ternak sebanyak 40.000 ekor babi dan
limbah yang dihasilkan sbb:
- limbah padat dengan perhitungan :
40.000 ekor x konsumsi pakan rata2 perhari 1,5 kg = 60.000 kg / hari = 1.800.000 kg /bulan = 1.800 ton/bulan
- limbah cair untuk minum dan mandi ternak sbb:
rata2 minimal standard 30 liter air /hari yang dibutuhkan per ekor babi
40.000 ekor x 30 liter = 1.200.000 liter/hari = 1200 m3 /hari = 36.000 m3/bulan

Untuk membuktikan jumlah populasi 40.000 ekor dapat kita hitung jumlah induknya minimal 10 % atau 4.000 ekor induk,
sedangkan kapasitas babi potong yang dihasilkan adalah sbb:

1 ekor induk dapat menghasilkan rata2 1,5 ekor anak babi hidup perbulan, dengan demikian untuk 4000 ekor induk dapat
menghasilkan babi potong ukuran 90 kg/ekor sebanyak 4000 ekor x 1,5 ekor = 6.000 ekor/bulan
Harga pasar sekarang Rp 25.000 /kg dengan demikian omzet penjualan perbulan adalah
6000 ekor x 90 kg x Rp 25.000 = Rp 13.500.000.000,-/bulan

Harga pokok produksi 1 kg daging memerlukan 4 kg pakan, harga 1 kg pakan Rp 3.000/kg jadi Harga pokok 1 kg daging =
4 x Rp 3.000 = Rp 12.000 /kg daging
Jadi untuk menghasilkan 6.000 ekor x 90 kg daging membutuhkan pakan = 6.000 x 90 kg x 4 x Rp 3.000 = Rp 6.480.000.000/bulan
Biaya langsung dan tidak langsung standard adalah 10% dari penjualan = 10 % x Rp 13.500.000.000 = Rp 1.350.000.000,-

Dengan demikian dapat dihitung keuntungan PT Allegrindo Nusantara perbulan sbb :
Omzet penjualan 6.000 ekor perbulan = Rp 13.500.000.000,-
Harga Pokok Produksi 6000 ekor babi = ( Rp 6.480.000.000,-)
Biaya langsung dan tidak langsung = ( Rp 1.350.000.000,-) (-)
Keuntungan perbulan = Rp 5.670.000.000,-

Keuntungan pertahun
( 12 x Rp 5.670.000.000 = Rp 68.040.000.000,-

PT.Allegrindo Nusantara sudah diambil alih Domba Mas Group per 1 januari 1996, bayangkan sudah 16 tahun
beroperasi minimal dana yang sudah dihasilkan sbb:
Rp 68.040.000.000 x 16 tahun = Rp 1.088.640.000.000,- = 1 Triliun lebih rupiah yang dihasilakan selama 16 tahun

yang jadi pertanyaan :
1. Berapa kewajiban pajak dan retribusi yang distor ke negara selama 16 tahun ?
2. Berapa banyak limbah cair dan padat yang dibuang ke danau toba selama 16 tahun?

Untuk limbah dapat kita buktikan sbb :

- Jumlah sumur bor yang aktif sekarang adalah 2 unit dengan kapasitas 25 m3 perjam yang dihidupkan selama 24 jam
nonstop dengan perhitungan sbb :
2 unit x 25 m3/jam x 24 jam = 1.200 m3 air yang dihasilkan selama satu hari
- limbah padat 60.000 kg perhari ( perhitungan jumlah pakan yang dibutuhkan selama satu hari diatas)


Kapasitas limbah dapat kita hitung sbb berikut:

Bak equalisasi 26 m x 10 m x 3,25 m = 845 m3
Bak pra sedimentasi 10 m x 2 m x 3 m = 60 m3
Bak an aerob (11m x 5 m x 6 m ) x 23 bak = 7.590 m3
Bak aerasi 25 m x 10 x 3 m = 750 m3
Bak penampung akhir 20 m x 15 m x 3 m = 900 m3 (+)
Total kapasitas tampung = 10.145 m3
______________________________
__________

Dengan kapasitas tampung 10.145 m3 dapat menampung limbah selama = 10.145 m3 : 1200 m3 = 8,45 hari
sistem pengolahan limbah adalah dengan sistem permentasi
kita dalami pencemaran dengan 2 baku mutu dari 21 baku mutu yang di wajibkan:

Paramtr inlet baku mutu

B O D 2790 mg/ltr 150 mg/ltr
C O D 5914 mg/ltr 300 mg/ltr

yang jadi pertanyaan dapatkah ipal yang cukup sederhana menurunkan BOD dan COD sebanyak 18 kali lipat, belum lagi kita
analisa parameter yang lain

Hal ini dapat dibuktikan petugas dengan cara memasang meteran di 2 unit sumur bor dan diobservasi selama 3 hari benarkah
air yang digunakan sebanyak 1200 m3 perhari
dan kemana limbah cair itu dibuang ?
Dan limbah padat sebanyak 60 Ton perhari kemana dibuang?
Dan dengan populasi 40.000 ekor ,standard kematian/ mortalitas adalah 4 % = 1.600 ekor babi mati itu dibuang kemana?

Kesimpulan :
Dengan beroperasi selama 16 tahun sudah triliun keuntungan yang sudah dihasilkan peternakan PT Allegrindo Nusantara
Sedangkan nilai pencemaran yang dihasilkan selama 16 tahun limbah padat dan cair yang dibuang ke danau toba sbb:
Limbah cair 1.200 m3 x 365 hari x 16 tahun = 7.008.000 m3 yang dibuang ke Danau Toba.
Limbah padat 60.000 kg x 365 x 16 tahun = 350.400.000 kg = 350.400 Ton dibuang ke Danau Toba

Danau Toba sudah menjadi jamban raksasa menampung jutaan m3 limbah cair dan ratusan ton limbah padat
PT.ALLEGRINDO NUSANTARA

NB : DATA INI KAMI PEROLEH DARI SUMBER INTERNAL KORESPONDEN KAMI YANG MASIH BEKERJA DI PT ALLEGRINDO NUSANTARA YANG MENDUKUNG UPAYA PELESTARIAN DANAU TOBA YANG ASRI
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.