. Maracana Kembali Jadi 'Kuburan' La Furia Roja | BeritaSimalungun
Home » » Maracana Kembali Jadi 'Kuburan' La Furia Roja

Maracana Kembali Jadi 'Kuburan' La Furia Roja

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 19 June 2014 | 06:48

thumbnail
Torres megusap air mata kesedihan usai dikalahkan Chile 2: 0 Kamis dini hari. FT Getty Images/Mike Hewitt - FIFA
Rio de Janiero - Estadio Maracana memang bukan tempat yang bersahabat untuk timnas Spanyol setelah stadion legendaris di Brasil itu kembali jadi "kuburan" untuk tim asal Semenanjung Iberia itu.

Piala Dunia 1950 mengawali mimpi buruk Spanyol di stadion yang dulunya berkapasitas nyaris 200 ribu tempat duduk itu. Di sanalah 'Tim Matador' mendapatkan kekalahan terbesar sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia.

Melawan tuan rumah Brasil, Spanyol kalah telak 1-6 dan akhirnya menuntaskan turnamen ini di posisi keempat yang jadi raihan terbaik di Piala Dunia, sebelum akhirnya jadi juara di 2010.

Selang 63 tahun kemudian, Spanyol kembali bermain di Maracana dalam partai puncak Piala Konfederasi. Lagi-lagi Brasil menciptakan mimpi buruk untuk mereka usai menang tiga gol tanpa balas yang mana partai itu disebut-sebut sebagai awal berakhirnya era Spanyol di sepakbola.

Di Piala Dunia kali ini, Spanyol kembali merasakan aura seram dari Maracana saat memainkan laga 'hidup-mati' melawan Chile dalam lanjutan pertandingan fase grup.

Butuh kemenangan agar menjaga peluang lolos dari grup, La Furia Roja tampil buruk dan akhirnya tersingkir dari Piala Dunia usai takluk 0-2 dari La Roja.

Mereka pun jadi juara dunia keempat yang tersingkir di fase grup usai Brasil (1966), Prancis (2002), dan Italia (2010).

Maracana memang bak 'kuburan' untuk Spanyol, tempat yang akhirnya mengubur impian mereka mempertahankan trofi Piala Dunia.(dtk)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.