Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Jaling Jalan Margahayu Sinaksak "Golap" Dibangun Diantara Tembok Pagar Perusahaan

Jaling Jalan Margahayu Sinaksak "Golap" Dibangun Diantara Tembok Pagar Perusahaan.
Simalungun-Pelaksanaan proyek peningkatan jalan lingkungan di Gang Jeruk Jalan Margahayu Kelurahan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok sangat dipertanyakan dibangun diantara tembok pagar perusahaan, panjang bangunan yang hanya 203meter dan lebar 2.5meter menjadikan sarat penyimpangan

Dilain sisi pelaksanaan terkesan asal jadi bahkan pengakuan salah seorang warga campuran matrial rabat beton sangat melebihi ketentuan, anehnya ketebalan bangunan hanya 13-14cm bahkan saat pengecoran terlihat dipertengahan bahu jalan lingkungan hanya setebal 7-10cm hal ini terjadi karena sebelum dilakukan pencoran tidak ada pelaksanaan amprahan lahan kegiatan sehingga permukaan jalan yang bergelembung lebih tinggi dasar pertengahan jalan membuat keuntungan tersendiri bagi rekanan, batu pecah 2/3 juga tidak sesuai digunakan tetapi hanya sebagai simbolis saja

Wak Kusnan (74) tokoh masyarakat setempat menjelaskan kegiatan sudah selesai dikerjakan sekitar awal bulan Mei, anehnya kegiatan tersebut sangat asal jadi bahkan tidak adanya pengawasan dari konsultan maupun PPK Dinas Tarukim Simalungun

" Pelaksananya bernama Junaidi yang terlihat sangat arogan nak, sebelumnya janji pemborong menjelaskan akan membangun sampai kesimpang (20Meter dari titik akhir pekerjaan.red) anehnya pelaksanaan hanya berada di tengah-tengah jalan selebar kiri bahu jalan lebar 25cm dan sebelah kanan 30cm itu hasil dari swadaya masyarakat bukan dari rekanan" jelasnya

"Selain dugaan pengurangan panjang terlihat juga pencurian volume yang dilakukan pemborong, ada juga ketebalan hanya sekitar 12cm bahkan pemborongnya sangat arogan dan tidak memperhitungkan mutu dan ketahanan bangunan, masa plang proyek juga hanya setegah hari didirikan lalu diangkat kembali, begitu juga terlihat tidak adanya pengawasan dari Dinas yang bersangkutan" kesalnya

Pekerjaan yang asal asalan merupakan adanya penilaian bahwa rekanan kurang mengerti akan arti peningkatan jalan lingkungan menggunakan bahan rabat beton, ada juga dugaan adanya komitmen seluruh rekanan dan Kepala Dinas Tarukim Simalungun mengelabui kegiatan bahkan anehnya kesengajaan penyimpangan mengurangi volume sudah akal-akalan sang pimpinan instansi

PPK saat dikonfirmasi melalui telepon selular dab pesan singkat tidak bersedia memberikan informasi akan dugaan penyimpangan dan lemahnya pengawasan dari konsultan supervisi.(SyamP)

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments