. Pekan Haranggaol Tak Lagi Berdenyut | BeritaSimalungun
Home » » Pekan Haranggaol Tak Lagi Berdenyut

Pekan Haranggaol Tak Lagi Berdenyut

Written By GKPS JAMBI on Wednesday, 2 July 2014 | 06:47


KM Dame, saat mengantar penumpang dari Desa Soping, Hutaimbaru, Nagori Purba, Gaol, Binangara, Sihalpe ke pekan Haranggaol, Senin 7 April 2014. Kini hanya kapal ini yang besar disetiap pekan Haranggaol. Foto Asenk Lee Saragih.
Pekan Haranggaol Tahun 1980-an. Kapal-kapal dari Samosir sandar di tepi pelabuhan. Dok

HARANGGAOL-Pekan “Haranggaol” setiap hari Senin kini tak berdenyut lagi. Transaksi perdagangan di pesisir Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara kini sudah mati suri. Perdagangan hasil pertanian yang dulu hebat di era tahun 1980an, kini tinggal kenangan masa lalu.

Pengamatan di pekan Haranggaol, Kecamatan Horisan Haranggaol, Simalungun, menunjukkan, kini semakin sepi pengunjung. Transaksi perdagangan hasil bumi hanya segelintir dari pesisir desa Danau Toba seperti Desa Hutaimbaru, Nagori Purba, Gaol, Binangara, Sihalpe, Nagori dan Haranggaol sendiri.

Petani yang menjual hasil pertanian dan hasil tangkapan ikan dari arah Parapat, Toba Samosir sudah hampir 18 tahun tak lagi berdagang ke pekan Haranggaol. Suasana pekan “Haranggaol” kini hanya ada pedagang sayur mayut, rempah-rempah dan sedikit bawang.

Menurut JW Haloho, warga Haranggaol, kejayaan pekan “Haranggaol” era 80-90an itu kini sudah tak lagi berdenyut. Kini pekan “Haranggaol” hanya tinggal nama. Bahkan perputaran uang kini hanya berfokus pada ikan keramba (jaring apung) ikan mas dan nila.

Sepinya pekan “Haranggaol” juga akibat tidak lagi tumbuhnya bawang di desa pesisir Danau Toba. Kemudian maraknya keramba ikan jaring apung di sepanjang pantai berdampak buruk terhadap kondisi Haranggaol.

Hal senada juga diakui M Turnip, warga setempat. Menurutnya, sepinya pekan “Haranggaol” sudah hampir 18 tahun. Matinya obyek wisata di desa itu juga salah satu penyebab sepinya pekan.

Disebutkan, kini ibukota Kecamatan Horisan, Haranggaol sudah berubah jadi lumbung Keramba di sepanjang pantai. Pantai Haranggaol kini tidak lagi daerah wisata. Buruknya infrastruktur jalan, berdampak pada mematikan pekan “Haranggaol”.

Sepi : Salah satu sudut perdagangan di pekan “Haranggaol” tampak sepi, Senin 7 April 2014. Kini pekan “Haranggaol” tinggal kenangan setelah masa janyanya 18 tahun silam. Foto asenk lee saragih.

Sepi : Salah satu sudut perdagangan di pekan “Haranggaol” tampak sepi, Senin 7 April 2014. Kini pekan “Haranggaol” tinggal kenangan setelah masa janyanya 18 tahun silam. Foto asenk lee saragih.

Sepi : Salah satu sudut perdagangan di pekan “Haranggaol” tampak sepi, Senin 7 April 2014. Kini pekan “Haranggaol” tinggal kenangan setelah masa janyanya 18 tahun silam. Foto asenk lee saragih.

Sepi : Salah satu sudut perdagangan di pekan “Haranggaol” tampak sepi, Senin 7 April 2014. Kini pekan “Haranggaol” tinggal kenangan setelah masa janyanya 18 tahun silam. Foto asenk lee saragih.

Sepi : Salah satu sudut perdagangan di pekan “Haranggaol” tampak sepi, Senin 7 April 2014. Kini pekan “Haranggaol” tinggal kenangan setelah masa janyanya 18 tahun silam. Foto asenk lee saragih.

Sepi : Salah satu sudut perdagangan di pekan “Haranggaol” tampak sepi, Senin 7 April 2014. Kini pekan “Haranggaol” tinggal kenangan setelah masa janyanya 18 tahun silam. Foto asenk lee saragih.

Sepi : Salah satu sudut perdagangan di pekan “Haranggaol” tampak sepi, Senin 7 April 2014. Kini pekan “Haranggaol” tinggal kenangan setelah masa janyanya 18 tahun silam. Foto asenk lee saragih.


Pekan Haranggaol Tahun 1980-an.

Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.