. Proyek Jaling Gang Dahlia Huta II Silau Manik Siantar "Tidak Sesuai Bestek" | BeritaSimalungun
Home » » Proyek Jaling Gang Dahlia Huta II Silau Manik Siantar "Tidak Sesuai Bestek"

Proyek Jaling Gang Dahlia Huta II Silau Manik Siantar "Tidak Sesuai Bestek"

Written By GKPS JAMBI on Tuesday, 15 July 2014 | 17:42

Gang Dahlia perbatasan Huta II -III Nagori Silau Manik Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun
SIMALUNGUN-Pelaksanaan proyek jalan lingkungan dengan bahan rabat beton di Gang Dahlia perbatasan Huta II -III Nagori Silau Manik Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun tak sesuai bestek. Bangunan dengan Tebal 12-13cm, lebar 3M, panjang 150meter terlihat keretakan 8 titik dibahu jalan yang baru selesai dikerjakan 2 bulan yang lalu.

Informasi yang didapat dari warga Huta III , Kamis (03/6/2014) pukul 13.15Wib lokasi pelaksanaan sebelumnya masih alas tanah dari dahulu gang antara Huta II - Huta III belum pernah ada pembatuan, anehnya pekerjaan yang terlihat asal jadi kuat dugaan sangat riskan pencurian volume dari juknis dan juklat

Sarmadi (60) warga Huta II yang rumahnya tepat di persimpangan Gang Dahlia menyayangkan hasil kerja yang sudah terlihat adanya keretakan, bahkan disepanjang siku bangunan sudah sangat rusak terkopek

" Bangunanya baru sekitar dua bulan selesai dikerjakan bang pas malam sehari sebelum pemilu legislatif bang, dulu pelaksananya yang kami tau orang Desa Parbalokan tetapi kami tidak tau siapa namanya" jelasnya

"Dulu jalan ini masih tanah bang belum ada pengerasan dengan pembatuan makanya bangunan rabat beton tidak bagus atau sudah ada yang retak retak karena tanahnya belum keras bahkan bangunan tidak ada menggunakan tembok kaki pondasi disepanjang jalan" ujarnya

"Sayang kali bang bangunanya seperti uang negara dihambur hamburkan masa baru 2bulan selesai dikerjakan sudah kayak hancur, anehnya masyarakat tidak berhak ikut serta dalam pengawasan kata pelaksananya, dulu ada bang plang proyeknya tetapi kami tidak tau berapa besar anggaranya karena hanya 1 hari didirikan plangnya, kurang bagusnya bangunan ini semata mata hanya lemahnya pengawasan dari Dinas Tarukim maupun Konsultan Supervisinya" kesalnya

Yuni (38) warga setempat juga sangat menyayangkan hasil kerja yang sudah rusak bagitu juga rekananya yang sangat terlihat arogan bak preman malah terlihat sangar bak menakutkan sehingga warga takut untuk berperan serta dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan jalan lingkungan

"Dulu pak memang ada sebagian anak muda kampung ini juga ikut kerja tapi tidak mampu berbuat apa apa demi lebih menghasilkan bangunan yang bagus, karena pemborongnya terlihat kayak preman pak" ujarnya

"Pekerjaan bangunan ini hanya 10 harinya pak mulai pelaksanaan sampai selesai dikerjakan malam sehari sebelum Pemilu Legislatif kemaren, kan sudah banyak yang sompel pak bahkan sudah banyak yang retak itu pun tidak ada diperbaiki, dulu kami tidak pernah melihat staff dari Dinas Simalungun pak mengasinya tetapi hanya pelaksananya dan pemborong yang terlihat" kesalnya

CV. Felik sebagai rekanan kegiatan dengan besar pagu dana Rp. 99.783.000 pelaksananya Joppie Arahon Nainggolan diduga sangat berperan sebagai pelaku penyimpangan, selain mutu bangunan yang kurang bagus akibat campuran semen yang tidak keruan melebihi standart ada juga pencurian volume dari bagian ketebalan sisi luar begitu juga ketebalan coran bagian tengah bahu jalan terkesan hanya setebal 10cm

Pantauan, Kamis (03/6) pukul 12.10Wib terlihat bahu jalan sangat terlihat sudah kiruk pikuk, dimana batu pecahnya sudah pada menanggal dari coran rabat beton, kuat dugaan campuran matrial semen, pasir, batu dan air (1sak semen + 60 sekop besar pasir + 6 ember besar batu split) anehnya sudah terlihat di 8 titik keretakan namun tidak ada perbaikan dilakukan PPK maupun Pelaksana

Sahat Sirait selaku PPK Dinas Tarukim Simalungun yang bertanggung jawab sepenuhnya pelaksanaan lapangan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat berulang kali tidak bersedia memberikan respon yang baik dan saat dihubungi nada sela yang selalu terdengar. (SyamP)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.