}); GKPS Kedepan Harus Adopsi Sistem Penjurian Pesparawi Nasional | BeritaSimalungun
Home » , » GKPS Kedepan Harus Adopsi Sistem Penjurian Pesparawi Nasional

GKPS Kedepan Harus Adopsi Sistem Penjurian Pesparawi Nasional

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 14 October 2014 | 18:47

Penyerahan Piala Juara I,II, III Koor. Perhatikan Pialanya Minimalis.Foto Asenk Lee Saragih.

BERITASIMALUNGUN.COM, Pekanbaru- Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan Katekhisasi Seksi Bapa Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Se Distrik VI di GKPS Pekanbaru Sabtu-Minggu 11-12 Oktober 2014 boleh dibilang berjalan dengan sukses dengan catatan. Pasalnya banyak kekurangan Panitia dalam pelaksanaan.

Misalnya soal akomodasi Peserta Pesparawi yang hadir dari Provinsi Sumsel, Babel, Jambi, Riau dan Kepri. Seluruh peserta kontingen Pesparawi tak disediakan tempat menginap dan diserahkan sendiri kepada peserta kontingen.(Berita Terkait: Sukses Pelaksanaan Pesparawi Seksi Bapa GKPS Se Distrik VI di GKPS Pekanbaru )

Kemudian soal dokumentasi kegiatan yang nyaris tak disediakan Panitia. Kegiatan sebesar itu tanda dokumentasi dan publikasi. Sangat isronis, kegiatan GKPS Se Distrik VI yang dihadiri peserta dari 5 provinsi tanpa dokumentasi dan publikasi.

Kontingen Pesparawi yang mengikuti Paduan Suara berjulah 13 kontingen, Vokal Group 16 Kontingen dan Katekhisasi 11 Kontingen. Sementara Juri pada Pesparawi (Koor dan VG) yakni Pdt Robert J Saragih (D Inson), St Bertha br Simanjuntak (HKBP) dan Ibu Sasti br Haloho.

Lagu Vokal Group yang disayembarakan yakni “Pakkei Ma Ham” Ciptaan Pdt Robert J Saragih (D Inson) dan Paduan Suara “Pabayu Uhurnami” juga Ciptaan Pdt Robert J Saragih (D Inson).

 Pdt Robert J Saragih (D Inson)
Menurut  Pdt Robert J Saragih (D Inson), kedepan GKPS harus mengadobsi sistem penjurian dalam Pesparawi. Karena dari sekian banyak kontingen peserta hanya dipanggil tiga pemenang, sementara yang lainnya hanya diabaikan.

“GKPS kedepan harus mengadobsi istem penjurian Pesparawi sistem Internasional dan Nasional. Karena seluruh peserta dinilai dan mendapatkan medali. Jadi peserta juga diberikan pendapat atas kekurangan dan kelebihan peserta kontingen,” kata Pdt Robert J Saragih (D Inson) saat memberikan sambutan pada pengumuman hasil Pesparawi Seksi Bapa GKPS Se Distrik VI di Gedung Serbaguna GKPS Pekanbaru, Minggu 12 Oktober 2014 sore.

Dikatakan, sistem penjurian dengan memberikan medali. Misalnya nilai diatas dari 900 hingga 1000 Medali Emas, 700-hingga 899 medali Perak dan dibawah 700 mendapat medali perunggu. “Jadi seluruh peserta dihargai,”ujarnya.

Disebutkan, seluruh peserta datang dari jauh-jauh, namun yang dipanggil kedepan hanya juara I, II dan III. “Memang Pesparawi bukan semat-mata mencari juara, namun sistem penjurian dalam penghargaan kepada peserta juga harus jangan diabaiukan,” katanya.

Sementara Peserta Kontingen Pesparawi Bapa juga mengkritik tentang Piala Juara Pesparawi Seksi Bapa Se Distrik VI yang bentuknya minimalis. “Piala ini kurang layak dalan iven sebesar ini. Kita datang dari 5 provinsi dari berbagai jarak yang jauh. Namun Piala penghargaannya hanya minimalis begini. Memang yang terpenting bukan Pialanya, namun makna dari kegiatan itu. Namun demikian, soal Piala juga harus diperhatikan karena ini kan kegiatan besar, jadi harus dihargailah peserta,” ujar seorang peserta dari Jambi. (Asenk Lee Saragih)


Share this article :

Post a comment