Info Terkini

10/recent/ticker-posts

JOKOWI MEMBAWA CARA BERFIKIR BARU

PRESIDEN JOKOWI-WAKIL PRESIDEN JUSUF KALLA
BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Melakukan hal-hal yang membutuhkan kecerdasan intelektual dan diperoleh dengan belajar ilmu pengetahuan, itu mudah. Semua orang bisa melakukannya. 

Tetapi melakukan tindakan yang membutuhkan kecerdasan spiritual, melakukan pertemuan dengan musuh-musuh, bekas rival yang sempat melecehkan, mencaci maki, bahkan memaafkan mereka, membuat permusuhan menjadi persahabatan, bukan hal yang mudah.

Jokowi memang berbeda dari presiden-presiden pendahulunya, berbeda dengan pemimpin baik di Kelompok Merah Putih (KMP), Kelompok Indonesia Hebat (KIH), yang cenderung berfikir bertahan di bawah payung "harga diri". 

Jokowi telah melepas semua artibut "kehebatannya" turun ke bawah. Sebagai pemimpin, dia harus melayani dan bukan dilayani. Dia mempraktekkan, orang yang ditinggikan manusia akan di rendahkan Tuhan, demikian sebaliknya. 

Beliau telah merubah tradisi berfikir pemimpin. Banyak mudah menegakkan keadilan setelah melihat Salomo dengan mudah mengadili dua orang ibu yang memperebutkan bayi, ketika mampu mendamaikannya. Mudah setelah itu terjadi. 

Orang bisa saja bilang, pertemuan Jokowi dengan ARB dan Prabowo mudah. Tapi mencairkan hubungan yang "panas" berbulan-bulan itu hanya bisa dilakukan Jokowi. 

Beberapa hari menjelang pelantikannya sebagai Presiden, Jokowi berhasil melakukan tugas yang luar biasa. Beliau menemui pemimpin yang sangat berpengaruh di KMP, Abu Rizal Bakrie dan terakhir Prabowo Subianto. 

Keduanya adalah musuh bebuyutan Jokowi selama kampanye Pilpres dan hingga dia memenangkan pertarungan menjadi orang nomor satu di Indonesia, yang rencananya akan dilantik hari ini. 

Hanya orang yang mampu berfikir secara supra rasional--yang tidak hanya menggunakan akal, terapi juga budi. Hanya orang-orang yang mampu berfikir mengasihi Indonesia lebih dari semua.

Megawati, SBY tidak mampu mencairkan situasi seperti ini puluhan tahun. Pihak KIH, malah banyak yang berpendapat, biarlah rakyat yang menyelesaikan. Mereka tersekat dengan kesombongan masing-masing. 

Jokowi tidak didampingi pemimpin Partai pendukungnya. Banyak pengamat mengatakan masalah Jokowi ke depan adalah menghadapi masalah internal di partainya dan mungkin KHI. 

Mereka tampaknya masih banyak berfikir ortodoks, masih berfikir "kita" dan "mereka". Jauh dari pemikiran persahabatan, kebersamaan, kedamaian Indonesia, di atas segala-galanya. Membuat lawan politik "lumpuh" dan hanya dia sendiri yang "berkuasa".

Jokowi pantas menjadi presiden kita. Dia orang hebat, cara berfikiranya bahkan tak terduga sebelumnya. Jokowi berbeda dengan kita semua. Jokowi akan memimpin kita bangsa Indonesia, sejak dilantik hari ini. 

Saya sangat berharap Jokowi diberi Tuhan kebijaksanaan seperti Tuhan memberikannya kepada Salomo. Memimpin bangsaku manuju masyarakat yang adil dan makmur serta berkeadilan, bersaing sehat di antara bangsa di dunia ini. Selamat atas Pelantikan Jokowi-JK. menjadi Presiden RI ke-7. (St Jannerson Girsang)

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments