. Proyek Rusunawa Senilai 7.9M RSUD Djasamen Saragih Terkatung Katung | BeritaSimalungun
Home » » Proyek Rusunawa Senilai 7.9M RSUD Djasamen Saragih Terkatung Katung

Proyek Rusunawa Senilai 7.9M RSUD Djasamen Saragih Terkatung Katung

Written By Beritasimalungun on Thursday, 16 October 2014 | 17:29

Menampilkan IMG-20141015-01099.jpg
Kondisi bangunan Rusunawa RSUD Dr Djaseman Saragih

BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Proyek Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) RSUD Dr. DJaseman Saragih senilai Rp 7,9 miliar yang bersumber dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Tahun Anggaran (TA) 2011 sejak 14 Desember 2012 dengan waktu pelaksanaan 180 hari kerja saat ini terkesan ditelantarkan.

Pengerjaan bangunan Rusunawa bertingkat tiga menyediakan 80 kamar diperuntukkan bagi 80 orang staf maupun dokter RSUD dr Djasamen Saragih untuk membantu akses para dokter dan para medis untuk melayani pasien saat darurat serta menampung para keluarga pasien yang membutuhkan penginapan.

Pantauan langsung dilokasi bangunan, Jalan Vihara simapang Jalan Sabang Marauke, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Rabu(15/10) tampak pengerjaan bangunan sangat memprihatinkan adanya pembiaran dilakukan pemborong, PPK, Konsultan dan Kemenpera sebagai penanggung jawab teknis proyek.

Informasi yang didapat Kemenpera-RI sudah pernah menerbitkan surat adendum atau perpanjangan kontrak hingga Oktober 2013 kepada rekanan dari PT namun pengerjaan Rusunawa sampai saat ini tak kunjung selesai.

Ir Ali Wongso Sinaga selaku penggiring dana proyek 4Rusunawa di kota Pematangsiantar hampir senilai Rp. 100M saat itu menjabat Komisi V DPR RI periode 2009 - 2014, sudah pernah turun meninjau pengerjaan di komplek RSUD dr Djasamen Saragih tetapi hanya mampu bicara omong kosong bahkan tidak mampu tegas menindak PT. Parik Sabungan sebagai pemenang tender

Terkatung katungnya proyek ratusan miliaran tersebut KPK diharap melakukan penyidikan akan campur tangan Ir. Ali Wongso Sinaga akan kepentingan proyek yang sudah tenggak waktu tersebut, kuat dugaan sudah terjadi penyimpangan maupun penyelewengan uang negara secara berjama'ah.

PT. Parik Sabungan yang beralamat di medan sudah layak diberi penalti dan black list untuk tidak dapat mengikuti kegiatan tender kegiatan karena kinerja yang tidak layak dan tidak bertanggung jawab.

Anehnya jeruji sekat setiap bilik kamar terbuat dari plat seng yang dibentuk persegi empat sehingga sangat gampang keropos dan mudah di patahkan, begitu juga dengan pencurian mutu dan volume sudah terjadi dilakukan pelaksana karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait.

Narasumber yang layak dipercaya mejelaskan proyek yang bersumber dari APBN digiring oleh Ir. Ali Wongso Sinaga merupakan permainan politik semata serta kuat dugaan terjadinya koorporasi penyelewengan uang negara.

"Kan semua masyarakat tau penggiring dana proyek puluhan miliar tersebut adalah Ali Wongso Sinaga yang pada saat itu masih selaku komisi V DPR Pusat, malah kuat dugaan adanya caturan main sehingga memenangkan PT. Parik Sabungan sebagai pelaksana" jelasnya

"Kan sudah ada penambahan waktu penyelesaian diberikan hingga Oktober 2013, malah sampai sekarang belum rampung, kan sudah merupakan satu pertanyaan besar apakah dana 100 persen sudah masuk kedalam rekening panitia ato adanya pemotongan dilakukan penggiring dana melalui suruhanya" tegasnya

"Tetapi kenapa aparat penegak hukum diam bahkan terkesan menutup mata, apa sudah mendapat upeti puluhan bahkan ratusan juta rupiah, kemana kepolisian maupun kejaksaan Kota Pematangsiantar ini" himbaunya

"Jangankan bicara tentang teknis yang sesuia pengakuan pelaksananya jauh hari dulu dimana keterlambatan finising karena bahan matrial tidak ada tersedia di Siantar sehingga harus di drop dari kota Medan, kan itu alasan tidak logis ngapain tanda tangan kontrak kegiatan kalau mengeluh tentang pengadaan matrial berarti sudah layak ditinjau ulang status Perusahaan tersebut" tambahnya

dr. Ria Telambenua selaku Direktur RSUD Djasamen Saragih tidak berhasil dikonfirmasi melalui selular, Rabu (15/10) pukul 13.30wib. (SyamP)



Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.