. Dampak Pukat Nelayan, Ikan Haporas (Ikan Pora-pora) di Danau Toba Punah | BeritaSimalungun
Home » , , » Dampak Pukat Nelayan, Ikan Haporas (Ikan Pora-pora) di Danau Toba Punah

Dampak Pukat Nelayan, Ikan Haporas (Ikan Pora-pora) di Danau Toba Punah

Written By Beritasimalungun on Monday, 1 December 2014 | 19:28

Nelayan Mengeluarkan ikan Haporas dari Jaring di Desa Tongging. Jaring sebagai alat tangkap tradisional ikan Haporas. Foto Diabadikan Tahun 2010 lalu. Ft Dok Asenk Lee Saragih.

Nelayan Mengeluarkan ikan Haporas dari Jaring di Desa Hutaimbaru. Jaring sebagai alat tangkap tradisional ikan Haporas. Foto Diabadikan Tahun 2010 lalu. Ft Dok Asenk Lee Saragih.

Penampung Ikan Haporas Tangkapan Nelayan di Desa Hutaimbaru. Jaring sebagai alat tangkap tradisional ikan Haporas. Foto Diabadikan Tahun 2010 lalu. Ft Dok Asenk Lee Saragih.

Nelayan Mengeluarkan ikan Haporas dari Jaring di Desa Tongging. Jaring sebagai alat tangkap tradisional ikan Haporas. Foto Diabadikan Tahun 2010 lalu. Ft Dok Asenk Lee Saragih.

Nelayan Pesisir Danau Toba Terancam Kelaparan

BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Ikan “Haporas” (Pora-pora-Toba) sejenis ikan bandeng kecil (Chanos chanos Forskal) yang sempat menjadi faritas khas ikan Danau Toba lima tahun terakhir, kini keberadaannya punah. Bahkan nelayan di pesisir Danau Toba di Simalungun kesulitan mendapatkan ikan tersebut.

Punahnya ikan “Haporas/Pora-pora” itu dampak dari maraknya pemakain pukat oleh nelayan di Danau Toba selama ini. Bahkan hasil tangkapan lewat pukat tersebut bisa mencapai puluhan ton setiap harinya. Padahal nelayan tradisional menangkap ikan “Haporas” tersebut hanhya dengan jaring biasa.

St Berlin Manihuruk, tokoh masyarakat Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun kepada BS, mengatakan, kini dari Haranggaol hingga Tongging sangat sulit mendapatkan ikan “Haporas”.

“Lima tahun silam, ikan “Haporas” mampu menghidupi warga yang bermukim di pesisir Danau Toba dengan menangkap “Haporas” dengan jaring tradisional. Saat itu harga Haporas masih Rp 2000 per kg. Namun karena tingginya permintaan, banyak nelayan, mulai dari Samosir, Parapat, Tigaras, Haranggaol, Tongging menangkap Haporas dengan pukat. Sehingga anak-anak ikan Haporas juga ikut diangkut,” katanya.

Menurut Berlin Manihuruk, kini tak ada lagi warga pesisir Danau Toba menggantungkan hidupnya dengan menangkap “Haporas”. Kalaupun ada, sangat sulit dijumpai. Kini harga Haporas mencapai Rp 10 ribu per kg.   

“Kami juga heran kenapa ikan Haporas ini bisa punah di Danau Toba. Kini sangat sulit mendapatkannya. Bahkan pemerintah tak ada tindakan untuk melarang nelayan yang menggunakan pukat untuk menangkap ikan Haporas selama lima tahun terakhir. Mungkin itulah penyebabnya punahnya ikan Haporas di Danau Toba ini,” ujar St Berlin Manihuruk.

Kilas Balik Jayanya Ikan Haporas di Danau Toba

Ditaburnya ikan jenis bandeng bersisik ini di Danau Toba merupakan niat Pemerintah mensejahterakan masyarakat pesisir danau. Namun, niat baik pemerintah itu bertolak belakang dengan harga ikan Haporas yang saat itu harga merosot (Rp 1000 per kilogram).

Kejadian miris itu terdapat di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Desa ini terletak dipesisir danau. Ikan “Haporas” menjadi makanan ternak Babi merupakan pilihan utama warga karena harga ikan hasil tangkapan warga desa hanya dihargai Seribu Rupiah per kilogram.

Menurut cerita Lamhot Saragih (29), warga Desa Hutaimbaru, kepada Penulis di desa itu, Senin (22/10/2008) lalu, awal maraknya ikan jenis Haporas di Danai Toba, dimulai tahun 2004 lalu. Saat itu Presiden Megawati menabur benih jutaan ribu ekor ikan “Haporas” di Parapat, Simalungun Danau Toba.

“Pertama kali, harga ikan Haporas dipatok para nelayan desa ke tengkulak Rp 10 ribu perkilogram. Harga ini hanya bertahan selama dua bulan. Kemudian merosot ke harga Rp 5000 per kilogram (tahun 2006) dan kini hanya dihargai Rp 1000 per kilogram (2007). Gairah para warga menangkap ikan Haporas kini mati suri. Warga menangkap Haporas hanya untuk makanan ternak Babi,”katanya.

Hal senada juga diakui St B Manihuruk, peternak Babi di Desa Hutaimbaru. Menurutnya, ikan Haporas lebih baik dijadikan makanan ternak babi daripada di jual ke pekan (pasar). Biaya menangkap Haporas dengan jaring biayanya mahal, namun tidak diimbangi dengan harga yang patut.

“Bukan hanya desa ini yang menjadikan ikan Haporas jadi makanan ternak babi. Hampir seluruh warga desa d pesisir danau toba dari Desa Haranggaol, Kecamatan Horisan Simalungun hingga Desa Tongging, Kabupaten Karo juga melakukan hal yang sama. Seperti di Desa Soping, Bage, Baluhut, Sibolangit, Nagori Purba, Sihalpe, Binangara, Gaol, Silumbak dan masih banyak lagi,”katanya.

Menurut B Manihuruk, kenyataan miris itu terjadi saat itu. Disaat orang susah mendapatkan ikan tawar untuk konsumsi, namun di desanya ikan “Haporas” hanya dijadikan makanan ternak babi. Masyarakat desa saat itu menggantungkan hidupnya pada ternak babi dan ayam karena bertanam bawang kurang berhasil.

“Hasil tangkapan ikan Haporas usai disangi dari jaringnya, baru direbus dan diberikan kepada babi. Namun ada juga yang langsung memberikan ikan “Haporas” secara mentah kepada ternaknya. Tapi kami heran kenapa pertumbuhan ternak babi kami sangat lambat,”ujar B Manihuruk.

Sementara itu, Pangulu (Kepala Kelurahan) Desa Hutaimbaru saat itu, Saudin Sidauruk mengatakan, hampir seluruh warganya yang beternak babi memberikan ikan “Haporas” jadi makanan ternak mereka. Ini dilakukan karena membeli pakan ternak mahal (ampas ubi, dedak) mahal Rp 2500 per kilogram. Sedangkan harga jual Haporas hanya dihaegai Rp 1000 per kiligram,”katanya.

Pabrik Tepat Guna
 
Guna mengatasi hal itu. Pihaknya meminta bantuan pemerintah Simalungun agar memberi pabrik pengolahan ikan “Haporas” tepat guna menjadi bahan ternak babi dan ayam. Mereka juga menghaparkan agar ada pelatihan pabrik sederhana yang dapat dimanfaatkan warga setempat.

“Hampir seluruh warga peternak ayam dan babi di pesisir Danau Toba menjadikan “Haporas” jadi makanan ternak alternatif. Kondisi ini sungguh ironis. Disaat masyarakat di daerah lain kesulitan mendapatkan ikan tawar Danau Toba, di desa kami justru jadi makanan ternak. Ini sungguh menyedihkan bagi warga yang hingga kini menggantungkan hidupnya dari nelayan danau,”katanya.

Disebutkan, selama ini kondisi tersebut tidak diketahu pemerintah setempat. Warga Desa Hutaimbaru juga meminta perantau sukses asal Simalungun mau membantu mereka mengembangkan pabrik pengolahan ikan “Haporas” di Simalungun.

“Kita harapkan kepada orang Simalungun yang sukses di perantauan mau mengurangi beban warga yang kesulitan ekonomi. Melalui pabrik tepat guna salah satu media yang dibutuhkan warga guna mengolah ikan ‘haporas” jadi bahan pakan ternek,”katanya.

Pengamatan penulis, penangkapan ikan Haporas lumayan rumit dengan jaring ikan (Daoton-red). Mengeluarga Haporas dari jaring cukup lambat tidak seperti ikan Mujahir. “Ikan “Haporas” menjadi santapan babi (ihutanami) di kampung kami.”kata Lamhot. Namun Ikan Haporas di Danau Toba Tinggal Kenangan Akibat Keserakahan Manusia Untuk Menangkapnya Secara Membabi Buta.  (Asenk Lee Saragih)

Ini Ada Email Masuk Ke Email Saya Untuk Order Ikan Haporas

Halo-terima kasih atas bantuan Anda Saya ingin membeli HAPORAS (segar), IKAAN PORA PORA (IKAN BILIH) Nomor-a pembelian jangka panjang, setiap hari 300 KG-500 KG Spesifikasi-4 cm-7,5 cm (ikan tubuh panjang, tidak termasuk ekor ikan)
Persyaratan-mendalam dan dingin di kota Medan pengiriman (cash transaksi)
Harga-RP6000/KG Aku benar-benar ingin melakukan bisnis dan negara Anda, jadi harap Anda semua, harapan untuk memiliki Anda kabar baik, terima kasih ?? ? cwt47227@yahoo.com

Terima kasih atas surat Anda, saya membaca dari jaringan untuk tahu Anda hanya oleh Anda cakupan artikel, Anda sekarang seorang reporter yang tinggal di Jambi, rumah tinggal di Danau Toba desa di tepi, dari kota Medan dekat sini, Nelayan setempat hidup pahit, iKan Pora porar harga rendah, aku bisa lebih keluar 1 - 2 kali harga akuisisi.

Pengadaan jangka panjang untuk membantu daerah nelayan Life oleh diperlukan, sehingga mendorong Anda, dengan Anda tentang hubungan dan persahabatan membantu saya menemukan pasokan ikan komersial, untuk aku ikan komersial dari telepon atau kotak, sementara Anda juga bisa untuk Anda membayar kampung halaman adalah kontribusi, milik Anda dari bantuan. terbatas berterima kasih.

Seperti ikan pedagang tidak ditemukan di kota asal Anda, nelayan dapat pasokan ikan dealer atau Danau Toba Percaya bahwa militer dan politik hubungan Anda, untuk menemukan ikan pedagang tidak harus menjadi hal yang sulit, Selamat datang ke Taiwan untuk wisatawan, ada kesempatan untuk membuat teman, terima kasih.

ROSENMAN MANIHURUK-Halo Aku ikan yang hidup di Taiwan, karena mereka tidak tahu Bali Danau ikan pedagang, saya mohon Anda untuk membantu saya memberitahu saya menjual iKan ikan Pora (iKan haporas), saya ingin membeli banyak ikan, kira-kira 20000kg, kerjasama jangka panjang, Ikan Anda dapat batch pengiriman di kota Medan, (saya memiliki sebuah pabrik pengolahan ikan di Medan) Transaksi tunai
Terima kasih atas bantuan Anda Saya nama WEN TSUNG CHENG
E-MAIL cwt47227@yahoo.com. Saya sangat berharap bahwa Anda dapat memberi saya pesan cwt47227@yahoo.com.

ROSENMAN MANIHURUK-Halo I'm a fish living in Taiwan, because they do not recognize the fish of Lake TOBA, I beg you to help me tell my sold iKan Pora (iKan haporas) fish, I would like to buy a lot of fish, roughly 20000kg, long-term cooperation.


Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.