. “Harusnya UU Kebebasan bukan Perlindungan Umat Beragama” | BeritaSimalungun
Home » , » “Harusnya UU Kebebasan bukan Perlindungan Umat Beragama”

“Harusnya UU Kebebasan bukan Perlindungan Umat Beragama”

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 27 May 2015 | 15:39

Pendeta Martin Sinaga. (Foto: Martahan Lumban Gaol).
JAKARTA-Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB). Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, RUU PUB merupakan hasil forum group discussion yang dilakukan Kemenag dengan para tokoh agama. Nantinya aturan tersebut akan menjadi wadah hukum agar umat beragama terlindungi dalam menjalankan ibadah.

Melihat hal tersebut, Pendeta Martin Sinaga berpendapat seharusnya Pemerintah membuat Undang-Undang Kebebasan Umat Beragama, bukan Perlindungan Umat Beragama. Sebab, menurut dia, hal tersebut lebih sesuai dengan isi Pasal 29 Ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatakan ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu’.

“Pertanyaan saya, mengapa tidak disebut UU Kebebasan Umat Beragama? Bukankah itu lebih cocok karena turunan dari Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945  bahwa negara menjamin kebebasan umat beragama?,” kata Pendeta Martin kepada satuharapan.com, usai menjadi pembicara dalam book sharing bertema ‘Kristenisasi vs Islamisasi, Dialog sebagai Alternatif?’ di Percetakan BPK Gunung Mulia, Jalan Raya Bogor KM 28 No 43, Cimanggis, Jakarta Timur, Selasa (26/5).

“Jadi kalau negara jamin kebebasan buatlah UU Kebebasan Beragama bukan perlindungan umat beragama,” Pendeta dari Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) itu menambahkan.

Dia pun berpendapat Pemerintah harus berhati-hati mengangkat masalah umat beragama ke dalam perundang-undangan. Sebab, menurut dia hal tersebut berkaitan dengan landasan dan kerangka budaya kehidupan masyarakat Indonesia. “Ketika kerangka cultural ini mau diangkat ke dalam perundang-undangan, disitu kita harus hati-hati,” ujar sosok yang merupakan Dewan Redaksi satuharapan.com itu.

Menurut dia, bila negara berhasil mewujudkan kebebasan umat beragama di Indonesia, maka dengan otomatis agama akan terlindungi juga. Jadi, sebaiknya pemerintah mengatur perihal kebebasan umat beragama, bukan perlindungan.

“Jangan mulai dengan perlindungan yang seolah-olah kurang bebas, bebas sekali, jadi harus dilindungi,” tutur Pendeta Martin.

“Saya kira cocok kita mulai dengan kebebasan,” dia menambahkan. (Sumber:  SATUHARAPAN.COM )
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.