. Gadis Penenun di Uang Lima Ribu Rupiah Bernama Ceci. Ini Kisahnya | BeritaSimalungun
Home » » Gadis Penenun di Uang Lima Ribu Rupiah Bernama Ceci. Ini Kisahnya

Gadis Penenun di Uang Lima Ribu Rupiah Bernama Ceci. Ini Kisahnya

Written By Beritasimalungun on Friday, 19 June 2015 | 12:18

hy4fXeY0s3
Natasha Annestessya
Pasti dong sudah pernah memegang uang lima ribuan, walaupun sekarang sudah tidak setenar dulu. Tapi coba deh dilihat sekali lagi kalau masih punya. Gadis penenun yang ada di dalam uang lima ribuan ini ternyata cantik loh!

Namanya adalah Natasha Annestessya atau biasa disapa Ceci. Sekarang ini dia menetap di California, Amerika Serikat. Ceci ini menjadi model pengrajin tenun Panda Sikek, alat tenun Sumatera Barat.


Ketika itu Ceci masih berumur 17 tahun dan masih terdaftar sebagai mahasiswi semester tiga Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI).Waktu itu Ceci mengikuti seleksi pemilihan model untuk uang lima ribuan tersebut. Dari 80 kontestan yang ikut proses seleksi tersebut akhirnya Ceci yang dianggap paling pantas ada di uang lima ribuan tersebut.

Ibunda Ceci, Anna bercerita kalau Ceci yang saat ini berusia 33 tahun adalah anak yang patuh kepada orang tua, selepas kuliah di UI Ceci bekerja di sebuah persahaan swasta di Jakarta, Ceci masih tidak pernah absen menelpon Ibunya untuk menanyakan masak apa hari ini.

“Dulu ibu paling bayar 400 ribu untuk bayaran kuliahnya, sisanya dia yang bayar. Ceci enggak pernah nyusahin saya. Dia tahu, dulu saya hanya pegawai negeri kecil. Bahkan sampai menikah Ceci enggak pernah nyusahin,” ucap Anna, ibunda Ceci.


Ini adalah sepenggal cerita Ceci, anak yang sangat berbakti kepada orang tua. Tapi sayang uang lima ribuan sekarang sudah kurang populer dibandingkan mata uang lainnya. Tapi gambar ceci masih terdapat disana meninggalkan kesan untuk orang tuanya. Bagaimana menurut anda? (Sumber: http://hello-pet.com)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.