Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Ada Aroma Korupsi di Proyek Integritas Sapi Kebun Marjandi

Menampilkan jandi.jpg
Lokasi Penambatan Ternak Sapi eks Pabrik Teh Marjandi


BERITASIMALUNGUN.COM,Simalungun-Proyek "gagal" integritas kebun Marjandi sampai saat ini hanyalah bangunan tak berguna, seharusnya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan ternyata hanya tinggal kenangan.

Pelaksanaan pembongkaran pabrik dahulu saat itu menejer unit dijabat oleh Bapak Sinaga seraya dipaksakan untuk keuntungan pribadi, bahkan kuat dugaan banyak asset yang disalah gunakan untuk kepentingan pribadi.

Anehnya belakangan ini tren plang larangan masuk (Pasal 551 KUHP) setiap pelaksanaan proyek perkebunan yang menimbulkan pertanyaan akan kinerja jajaran direktur maupun menejer unit kebun yang tidak mengerti UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Diharap pimpinan PTPN IV Medan memahami dan memberikan pengarahan kepada bawahan supaya mengerti bahwa anggaran yang digunakan bersumber dari uang negara,  bukan uang pribadi dan melibatkan masyarakat untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan.

Kuat dugaan proyek integritas sawit-sapi kebun marjandi terjadi korupsi berjama'ah sehingga sampai saat ini belum ada realisasi proyek dan sangat tertutup rapat informasi kepada publik,

Mencuatnya dugaan penyimpangan proyek integritas karena sampai saat ini tidak adanya terlihat tertambat seekor sapi dikandang pengumpulan yang sudah dibangun menggunakan anggaran yang sangat besar, malah menurut penjelasan seorang warga setempat menjelaskan bahwa sejak selesai bangunan kandang sapi di eks pabrik awal tahun 2012 yang pernah ditambatkan disana bukanlah sapi milik perkebunan tetapi puluhan ekor kambing milik warga.

Sangat disayangkan kinerja jajaran Direktur PTPN IV Medan begitu juga dengan Menejer unit kebun Marjandi yang tidak bersedia memberika informasi akan proses tahapan proyek integritas yang diduga anggaranya sudah ditetapkan bahkan disinyalir sudah masuk ke pundi pundi kantong oknum tertentu.

Polri yang saat ini gencar memproses penyalah gunaan uang negara maupun korupsi diharap bersedia turun ke Kebun Unit Marjandi untuk melakukan audit akan penggunaan anggaran mulai tahapan pembongkaran eks pabrik sampai pengadaan proyek integritas ternak sapi yang kuat diduga sudah adanya konspirasi penyelewengan secara terus menerus mulai dari kantor pusat PTPN IV Medan.

Kurangnya pemahaman para staff kantor maupun karyawan kebun Marjandi bahwa perusahaan perkebunan merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang anggaranya bersumber dari uang negara menjadi polemik tersendiri dan acuhnya para pimpinan kebun akan proyek yang menelan ratusan hingga miliaran rupiah uang negara menjadikan banyaknya penyimpangan.

Informasi didapat dari seorang staff yang namanya minta dirahasiankan, menjelaskan bahwa selama pembongkaran pabrik juga sudah disinyalir adanya pengelapan aset oleh oknum tertentu bahkan saat pelaksanaan pembangunan penambatan tidak ada transparansi oleh pimpinan perusahaan dan tidak diketahui siapa rekanan pelaksana bangunan. Anehnya, sampai saat ini tak ada seekor sapi yang tertambat di areal.

Pantauan langsung dari lokasi perkebunan terlihat ratusan ternak sapi berkeliaran di lahan perkebunan dengan leluasa sehingga riskan merusak tanaman kelapa sawit yang masih muda, tetapi ternak sapi tersebut bukanlah milik perusahaan melainkan milik pribadi masyarakat sehingga mencuat dugaan ternak sapi warga digunakan sebagai dokumentasi akan laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran.

Menejer Kebun Marjandi disambangi ke kantornya tidak bersedia memberikan informasi tetapi melalui pesan singkat menjelaskan dirinya lagi sibuk menghadiri rapat rutin diBahjambi namun pernyataan pimpinan kebun Marjandi ini sangat diduga mengada ada karena selang beberapa menit tim mengkonfirmasi seorang staff GUU menjelaskan tidak adanya rapat.

Kebun Marjandi bak tercipta sebagai "gudang penyimpangan" setiap pelaksanaan kegiatan, selain proyek integritas sawit - sapi belakangan masyarakat juga menilai pelaksanaan proyek saluran parit dipondok jeruk emplasmen Marjandi kuat diduga banyak menyimpang.(Syamp)



Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments