. BERDOA, UNTUK APA? | BeritaSimalungun
Home » » BERDOA, UNTUK APA?

BERDOA, UNTUK APA?

Written By Beritasimalungun on Friday, 11 September 2015 | 11:26

DOA ANAK
Berdoa bagi sebagian orang digunakan untuk melepaskan dirinya dari bahaya, terhindar dari masalah kehidupan. Doa seolah menjadi pelindung terhadap bahaya, bukan supaya seseorang diberi kekuatan menghadapi bahaya atau masalah. 

Tak jarang pendoa takut masalah, takut bertanggungjawab. Setelah berdoa, banyak orang menuntut agar terlindung dari bahaya, tantangan, tidak mengalami kesulitan. 

Kalau boleh tidak ada lagi kecelakaan, tidak ada lagi kegagalan, tidak ada lagi kesusahan, tidak ada lagi duka. Kalau boleh, tidak ada lagi keluarganya yang meninggal.

Kadang berdoa sampai teriak-teriak supaya yang sakit parah, bahkan usia tuapun, kalau boleh tidak usah mati. Ingin masuk surga, tanpa melalui kematian. Emangnya bisa?

Seolah doa mampu menghambat kematian, melindungi orang dari kematian-- tantangan, ketakutan terbesar dari manusia. Lupa, bahwa sumber kekuatan, kepada siapa mereka berdoa, yakni Tuhan sudah berjanji, semua manusia harus mati!

Makanya kalau tertimpa masalah, tak sedikit pendoa menggerutu: "Saya berdoa setiap hari kok, masih masalah terus. Kok ayah kami dipanggil Tuhan juga. Kemana kami?. Apa salahku Tuhan?. Tuhan tidak adil?"

Benarkah orang yang sudah berdoa tidak akan menghadapi kesusahan, penderitaan atau masalah?.

Selama masih bernafas, manusia tidak akan pernah terhindar dari bahaya, tantangan dan persoalan hidup. Siapapun dia, orang yang berdoa atau tidak berdoa akan selalu berhadapan dengan masalah.

Manusia cenderung menginginkan sesuatu di luar kemampuannya, mereka tidak bisa menguasai hal-hal di luar kontrolnya. "Hidup bukan seperti yang kita mau, hal baik dan buruk selalu terjadi, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah" (Bandingkan Efesus 3:20).

Satu masalah selesai, masalah berikutnya akan datang. Kalau begitu, untuk apa orang harus capek-capek berdoa setiap hari?
"Let us not pray to be sheltered from dangers but to be fearless when facing them". (Rabindranath Tagore). Marilah berdoa bukan supaya kita terlindungi dari bahaya, tetapi supaya kita tidak takut menghadapi bahaya.

Yesus berdoa bukan supaya Dia terhindar dari penyaliban orang Jahudi, tetapi supaya Dia kuat menghadapi penderitaan, menghadapi Salib di Bukit Golgota. "Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada ku." (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.