Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Festival Danau Toba Dinilai Mubajir

http://img.jurnalasia.com/2015/09/Festival-Danau-Toba170914-ER-IM-2.jpg
Sejumlah pelajar memegang kain ulos sepanjang 426 Meter yang ditenun secara manual selama bulan saat pembukaan acara Festival Danau Toba di Balige, Toba Samosir, Sumut, Rabu (17/9). Kain ulos terpanjang ini berhasil memecahkan rekor MURI untuk kain tenun ulos Batak. ANTARA FOTO/Edy Regar
BERITASIMALUNGUN.COM, Anggota DPRD Sumut Rinawati Sianturi mengatakan pemerintah perlu mengkaji ulang penyelenggaraan Festival Danau Toba agar kegiatan yang menggunakan uang negara tersebut membawa manfaat dalam peningkatan industri kepariwisataan di Sumatra Utara. “Kalau tidak ada manfaatnya, apalagi jika sebatas seremonial, lebih ditiadakan saja,” katanya di Medan.

Secara konseptual, kata Rinawati, memang kegiatan Festival Danau Toba tersebut merupakan bagian dari promosi potensi kepariwisataan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Namun dalam kenyataannya, cukup banyak faktor yang menyebabkan kegiatan tahunan tersebut kurang membawa pengaruh positif dalam peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumut.

Kondisi itu disebabkan pengelolaan Festival Danau Toba dinilai kurang tepat dan kurang menonjolkan berbagai potensi budaya yang ada di kawasan Danau Toba. Selain itu, kepanitiaan juga terkesan kurang melibatkan masyarakat lokal untuk menjadi peserta dalam berbagai kegiatan yang diagendakan dalam Festival Danau Toba.

Ia mencontohkan kegiatan sepeda santai (fun bike) yang dilaksanakan dalam Festival Danau Toba. “Selain kurang berpengaruh dalam promosi Danau Toba, pesertanya pun didatangkan dari Medan,” katanya.

Politisi Partai Hanura tersebut juga menyesalkan sulitnya masyarakat di sekitar Danau Toba untuk berpartisipasi atau mengambil manfaat dari penyelenggaraan FDT. Ia mencontohkan sulitnya masyarakat yang ingin berjualan ketika Festival Danau Toba berlangsung. “Mereka harus membayar, tidak tahu untuk apa,” kata Rinawati.

Meski kegiatan Festival Danau Toba dilaksanakan setiap tahun, tetapi penyelenggaraannya juga dinilai kurang membawa pengaruh terhadap peningkatan sektor kepariwisataan Sumut, terutama Danau Toba. Disebabkan masih terjebak pada seremonial semata, sebaiknya pemerintah mengkaji ulang penyelenggaraan FDT tersebut. “Lebih baik ditiadakan lagi kalau tidak ada faedahnya. Lebih baik anggarannya dialihkan ke pertanian,” ujar Rinawati. (ANT)


Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments