. PANDANGLAH BURUNG DI UDARA | BeritaSimalungun
Home » , , » PANDANGLAH BURUNG DI UDARA

PANDANGLAH BURUNG DI UDARA

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 30 September 2015 | 06:45

PANDANGLAH BURUNG DI UDARA.
"Today is tomorrow's you worried yesterday" (Dale Carnegie).

Coba renungkan kembali apa yang kita khawatirkan kemaren, minggu lalu, bulan lalu, setahun lalu, sepuluh tahun lalu, dua puluh atau tiga puluh tahun lalu!. Daftarkan mana yang pernah dikhawatirkan benar-benar terjadi.

Mungkin hari ini Anda khawatir tentang turunnya dollar, khawatir menjelang pensiun, khawatir tidak mampu bayar hutang, khawatir tidak mampu membayar uang kuliah anak-anak, khawatir tidak punya jodoh, khawatir karena tidak permisi ke kantor kemaren, khawatir anak-anak di tempat yang jauh, dan seribu jenis kekhawatiran lainnya.

Semua yang kita khawatirkan sebenarnya tidak pernah terjadi. Para ahli mengatakan apa yang kita khawatirkan kemaren hanya 97% persen peluangnya terjadi hari ini. Jadi, jangan khawatirkan hari esok, sebab hari esok, bahkan satu jam ke depan bukan di bawah kontrol kita.

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling cerdas. Mereka bisa merubah dunia, membuat hidupnya berubah lebih baik dari kemaren. Tidaklah seharusnya mereka khawatir tentang hari esok.
Sedangkan burung-burung di udara yang jauh di bawah kecerdasan manusia selalu bersuka cita.

"Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" (Mat 6:26).

Bekerja dengan setulus hati, menyerahkan hasilnya kepada Bapa yang pengasih, bersyukur atas apa yang diberikan, maka rasa khawatir akan berkurang. Semoga kita dapat mengusir rasa khawatir, dan suka cita akan senantiasa mewarnai kehidupan kita hari ini. (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.